
Apartemen W, Garuda Right Wings, Garuda City, Jakarta Pusat, 31 Desember 20XX
Ryn sudah mengambil game "Ainhra Online" di toko teman Pak Alden yang bernama Pak Hawk. Ia sedikit berbincang dengannya sebelum kembali ke gedung apartemen untuk meng-scan game tersebut.
Ia sudah mendapatkan barang-barang yang diberikan oleh Pak Alden. Ia juga sudah menggunakan barang-barang itu.
Mungkin kalian bertanya, "tidakkah dia terkejut? Atau apapun dengan kamarnya dan barang-barang itu?"
Tidak terlalu. Dia sudah pernah melihatnya di toko. Dia juga ingat kalau Pak Alden itu CEO Garuda Jaya jadi dia menganggapnya wajar sekarang.
Oh dan, Ryn tetap kuliah saat ia dirawat di rumah sakit. Kuliah Online tepatnya. Ia juga tetap kuliah ketika masih tinggal di perumahan. Hanya saja tidak diceritakan tepatnya.
Balik lagi ke cerita, Ryn masuk ke gedung apartemen. Namun ketika ia ingin menekan tombol lift, ada tangan lainnya yang juga ingin melakukan hal yang sama.
Ryn melihat ke orang pemilik tangan itu. 'Seorang perempuan...' pikirnya. Tanpa sadar, ia terus menatap perempuan itu.
"Hallo, apakah kamu orang baru di sini? Saya tak pernah melihatmu." Tanya perempuan itu.
"Ya." Jawab Ryn.
'Ryn! Kenapa kau mengatakannya dengan sangat singkat! Bodoh bodoh bodoh.' ucap Ryn dalam hati. Lalu dia segera menekan tombol lift dan masuk.
Perempuan itu masih berdiri di tempatnya. Ia seperti.. membatu.
"Hei, apa kau akan diam saja di situ?" Ucap Ryn mentadarkan perempuan itu.
"O-oh, tentu saja tidak." Lalu dia masuk dan menekan tombol 27 di lift
Ryn menekan tombol 36. Dia lalu melirik perempuan itu. 'Dia terkejut.. apa karena 10 lantai atas itu harganya mahal?' pikir Ryn.
Yah, Pak Alden memberikan Ryn salah satu apartemen di 10 lantai atas. Alasannya sih, karena lantai bawah tidak ada kamar kosong lagi. Memang penuh kok, Pak Alden tak berbohong.
Lift itu melaju ke atas, dan berhenti di lantai 27. Mereka berdua tidak mengatakan apa-apa selama di lift.
"Anu, terimakasih telah membukakan pintu." Ucap perempuan itu, lalu ia membungkukkan badannya sedikit dan langsung keluar lift.
"Ya." Ucap Ryn.
Pintu lift kembali tertutup. Ryn yang sedari tadi menahan tawanya, mulai tertawa dengan cukup lantang dari balik maskernya.
"Pfft- hahaha! Apa lagi tadi itu, 'terimakasih telah membukakan pintu.'? Seperti dalam anime saja."
Ryn mengingat lagi seperti apa perempuan itu. Rambut hitam panjang dikuncir satu, mata hitam kecoklatan. Masker hitam. Kulitnya putih susu. Dia menggunakan kemeja putih dengan celana panjang berwarna cream. Tingginya mungkin sedada Ryn. Tubuhnya ramping. Sekilas, Ryn seperti melihat anak kucing kecil.
'Imut.' ucapnya dalam hati.
Lift berhenti di lantai 36. Ryn segera keluar lift dan masuk ke apartemennya.
Dia mengambil ponselnya dari saku celananya. Iapun langsung membuka kotak game yang dia dapat. Lalu meng-scan game (chip kecil) yang ada di tangannya. Seketika muncul sebuah panel hologram dari ponsel Ryn.
(Skip bagian ini kalau kalian rasa tidak penting)
Game Manual :
Pastikan Chip tidak rusak.
Masukkan chip ke Avera Gear. Tempat memasukkannya ada di bagian belakang.
Tunggu sampai minimal 5 menit.
Silahkan bermain!
Aturan pembelian game :
Harus di toko resmi.
Chip game yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan.
Tidak boleh menjual kembali Chip Game.
WARNING!! Jika melanggar dapat dikenakan sanksi dari pihak berwajib.
Informasi singkat :
Terdapat 40+ ras di Ainhra Online.
Hanya ada 1 benua di sana, benua Kryna.
Terdapat 10000+ desa awal yang tersebar di 4 kekaisaran dan 11 kerajaan.
Di setiap kota dan desa ada penjaga serta larangan-larangannya.
Perbandingan waktu dalam game dengan dunia nyata adalah 1 : 1.
Informasi lainnya :
Server akan dibuka secara global pada pukul 07.00 WIB (00.00 GMT). Cek website resmi QRYZ untuk informasi lainnya.
"Hmm, cukup banyak hal yang perlu diperhatikan." Gumam Ryn.
Ryn langsung melakukan instruksi awal atau manual game tersebut. Ia tak mau terlambat membuka server. Setelah itu, ia membaca seluruh informasi yang ada di website resmi dan memastikan kalau ia sudah hapal semuanya tanpa terkecuali.
.
.
.
Di sisi lain, Tya sedang membaca informasi game tersebut juga. Iapun juga membaca informasi di website resmi.
"Heeh, para pekerja itu pasti bekerja keras membuat game ini, eh, maksudnya AI yang menjalankan aplikasi. Benda itu pasti sangat sulit dibuat. Umu, Aku akan berterimakasih pada mereka saat aku mengunjungi ayah nanti." Ucapnya saat membaca informasi game.
Saat Tya masih fokus dengan informasi game itu. Ia ditelpon oleh seseorang.
Di telinga Tya sebenarnya ada sebuah alat. Alat tersebut berfungsi untuk menelpon, mengirim pesan, dan hal-hal lainnya (melihat gambar 4D+, menampilkan hologram, alat penerjemah otomatis). Ia ditelpon menggunakan itu.
Tya mengetuk alat itu dua kali, tanda untuk mengangkat telepon.
"Tya, ini papa." Ucap seorang laki-laki dari telepon.
"Papa? Ada apa menelpon malam-malam begini? Apakah Jendra menangis?" Jawab Tya.
"Tidak, tidak, namun aku ingin kau segera ke kantorku, sekarang."
"Papa, ada apa? Apakah hal itu tidak bisa dibicarakan menggunakan telepon saja?"
" 'Sayang, siapa itu?', '
'Ini, Tya, aku menyuruhnya untuk datang ke sini, namun dia ingin membicarakannya lewat telepon.',
'Hah! Mana anak itu, biar aku yang bicara dengannya!'" begitulah kira-kira percakapan orang tua Tya di balik telepon.
*Deg*. 'Kok perasaanku tak enak ya?' ucap Tya dalam hati. Dia masih membaca informasi game Ainhra Online di komputernya.
"Anastasya Nerissa Pradhipta! Kau ini, cepat sajalah kemari!" Suara dari telepon kini adalah suara perempuan paruh baya.
"Eh, mama?! Baiklah ma, Tya akan segera ke sana."
Tya, tanpa basa-basi lagi, segera menuju ke lantai 40, tempat ayahnya berada. Sedampainya di sana, ia langsung berlari lurus menuju ruang kerja ayahnya.
Tok tok tok! Tya mengetuk pintu.
Ckrek!
"Tya sudah datang, papa, mama. Ada apa sebenarnya?"
"Nah, gitu dong, dipanggil langsung nyaut. Gak udah menolak atau apa." Ucap mama Tya.
"Sudahlah. Tya, kemari, ada yang ingin Papa bicarakan denganmu."
Tya berjalan menuju tempat ayahnya duduk.
"Papa ingin kau berteman dengan seseorang."
Tya agak terkejut, "Pa, siapa orang ini sampai papa ingin Tya berteman dengannya?"
"Kau akan bertemu dengannya nanti. Kau akan bermain Ainhra Online, kan? Dia juga, dan Papa memiliki firasat baik dengannya."
"Hmm, okay? Oh iya pa, aku ingin berterimakasih dengan para pekerja (developer) yang membuat game Ainhra Online."
"Hm? Akan ayah sampaikan nanti ke orang-orang QRYZ."
"Great! Oh ya, Pa, Tya harus kembali lagi ke kamar, apakah ada hal lain yang ingin papa sampaikan?"
"Tidak, kembalilah."
"Kalau begitu, Tya permisi."
Tya kembali ke apartemennya. Lalu tertidur pulas. Tak lupa ia memasang alarm jam 5 pagi agar tak telat log in ke server.
.
.
.
01 Januari 20XY puku 05.00
Teet! Teet! Teet! Alarm Ryn berbunyi.
Ryn bangun dari tidurnya. Dalam keadaan masih setengah sadar, Ryn berjalan ke kamar mandi. Kamar mandi Ryn terhubung langsung dengan kamar tidurnya.
Ia mencuci mukanya. Lalu keluar dari kamar mandi dan memakai pakaian olahraga.
Ia keluar dari apartemennya, menguncinya, lalu pergi ke bawah menggunakan tangga. Ia lalu jogging keliling daerah sekitar kompleks apartemen itu, yang merupakan taman.
Saat jam menunjukkan pukul 06.15, Ryn kembali ke apartemennya. Kali ini ia menggunakan lift.
'Apa perempuan itu tidak keluar?' pikirnya tiba-tiba. Ia tak melihat lagi perempuan di lift kemarin. Lalu ia menekan tombol lift dan segera ke lantai 36.
Di sisi lain, perempuan itu alias Tya, sebenarnya sedang melakukan zumba di kamarnya. Makanya dia tak keluar.
Ryn sampai di lantai 36. Ia langsung menuju kamarnya, melepas pakaian olahraganya, lalu mandi.
Setelah mandi, ia ke kamar. Memakai pakaian yang biasa ia kenakan di rumah, kaus putih dan celana pendek hitam.
Setelah memakai bajunya, Ryn pergi ke dapur untuk memasak sarapan.
Ia menggoreng 2 telur lalu mengambil selembar roti. Ia menaruh selembar daun selada dan 2 irisan tomat di atas roti. Lalu ia mengambil selembar keju dan menaruhnya di atas tomat. Ia telah selesai menggoreng telur, lalu menaruhnya di atas keju. Dia memberi sedikit saus tomat di sandwich buatannya itu. Mengambil selembar roti lagi, menaruhnya, lalu memotongnya secara diagonal. Voila! Sandwich telur keju ala Ryn telah siap dimakan.
Dia melangkah menuju ruang tengah (ruang tv) sambil membawa sandwichnya. Lalu duduk di sofa dan menyalakan TV.
*Sfx : acara tv (kartun)*
Ryn masih memakan sandwichnya dengan santai. Sesekali ia tertawa melihat tingkah laku para karakter kartun itu.
Tak lama, jam menunjukkan pukul 06.55. Ryn telah habis memakan sandwichnya.
Ryn pergi ke kamarnya dan mengambil Avera Gear. Ia berbaring lalu menggunakannya.
<*System : Online>
"Tidak."
"Tentu saja : Ainhra Online."
"Ya."
"Kalau manusia itu lumayan mainstream. Jadi, aku pilih, Elf."
"Ya."
"Hm? Okay. Tingkat Kemiripan : 100%."
"Wait What? Bisa gitu? Dan rambutku berubah hanya sedikit..."
"Tak dijawab... Tapi ya sudah lah. Nama karakter : Rein."
*Server Global akan dibuka dalam
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
Selamat bermain*!
**P.S : Para pembaca, perangkat Full Dive dan Avera Gear itu sedikit berbeda.
Avera Gear itu adalah alat yang digunakan untuk Ainhra Online dan game VR. Sedangkan perangkat Full Dive adalah alat untuk memainkan game VR saja.
Para pemain Ainhra Online harus membeli Avera Gear. Perangkat Full Dive biasa tidak bisa digunakan untuk game MMORPG itu. Dan, Avera Gear dapat digunakan untuk game lainnya juga.
Di zaman atau era cerita ini terjadi, harga perngkat Full Dive itu sekitar belasan juta. Sedangkan Avera Gear itu puluhan juta. Jadi memang berbeda.
Jadi harap tidak tertukar, ya. Kalian bisa menanyakan hal lainnya di kolom komentar atau di grup Ryuuki.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya**.