
Rein mulai mempraktekkan petunjuk itu lagi. Ia memejamkan matanya dan menenangkan diri. Lalu merasakan mana alam yang ada di sekitarnya.
'Baiklah, Elemen yang ke dua, Air.'
Rein menjadi semakin tenang. Ia tau, Air melambangkan ketenangan. Jadi ia berusaha untuk mengendalikan emosinya lebih baik.
Seperti sebelumnya, Elemental Rune itu bersinar. Kali ini sinarannya berwarna biru.
Perlahan, Rein membayangkan air di depannya. Dari pada air, tepatnya ia membayangkan laut yang sangat luas.
Awalnya laut itu tenang, namun pada akhirnya sebuah ombak besar terbentuk.
'Ugh, kekuatan Elemen memang tidak bisa dianggap enteng sama sekali.'
Rein berusaha mengendalikan ombak itu. Namun itu lebuh sulit daripada yang ia bayangkan. Jauh lebih sulit daripada mengendalikan angin. Ombak itu terus membesar dan membesar hingga setinggi 15 m.
'Aku harus bisa mengendalikannnya.'
Ombak besar itu mulai mengecil. Air itu juga kembali tenang. Namun tiba-tiba, dari air itu nuncul beberapa pisau tajam, membuat Rein terluka di alam bawah sadarnya.
Rein mengernyitkan dahinya. Namun dengan segera ia mengendalikan Air itu kembali, dan membuat Air itu menyembuhkan luka yang ada.
'Baiklah, tahapan selanjutnya.'
Rein yang ada di alam bawah sadar menerjunkan diri ke dalam kolam Air itu.
Di sana ia berdiam, merasakan riakan Air dan dinginnya Air itu.
'Sangat dingin.'
Walaupun suhu dari Air itu jauh dari perkiraannya, ia masih tetap bertahan. Lalu ia memutuskan sesuatu.
'Air, tenang dan menghanyutkan.'
Kejadian yang sama terjadi, Elemental Rune itu masuk ke dalam dada Rein.
Rein membuka matanya. "Huh? Sepertinya mana-mana ini memang selalu begini. Walaupun dia lebih tenang daripada mana Angin, mana Air ini mengganggu ketenangan mana Angin."
Iapun mengendalikan mana Air itu.
Awalnya, mana Air itu tergabung dengan mana Angin. Namun.....
*Drahhh
Mana Air itu terpisah dari mana Angin, membuat bola sendiri sebesar bola pingpong. Setelah mana Air itu stabil, barulah Rein membuka matanya.
didapatkan!>
Mana yang dibutuhkan : 0
Ket : Dapat mengendalikan Mana di sekitar dalam radius 1 meter. Pengguna skill ini dapat menggunakan Mana itu sebagai tambahan Mana untuk dirinya sendiri.
Maksimal tambahan Mana : 1000
Panel hologram itu yang menyambut Rein.
"Mana Manipulation? Skill tingkat sedang lagi? Manfaatnya cukup bagus, terutama dalam pertarungan."
Rein menutup panel hologram itu. Setelah mendapatkan skill itu, pekerjaannya, alias penyerapan Elemen akan lebih mudah.
"Baiklah, selanjutnya!"
---
Pukul 22:00
Rein telah selesai menyerap semua kekuatan Elemen. Mananya bertambah 5000 poin. Karena Elemen Cahaya dan Kegelapan masing-masing bernilai 1500 poin.
Di dalam rubuh Rein sekarang terdapat 6 bola warna-warni seukuran bola pingpong. Warnanya abu-abu putih, biru, merah, coklat, putih kekuningan, dan hitam. Dari pada di dalam tubuh, tepatnya di alam bawah sadarnya.
Dengan memiliki semua Elemen itu, tubuh Rein memiliki ketahanan yang lebih besar terhadap serangan yang menggunakan kekuatan Elemen. Malahan, ia bisa menyerap sedikit mana dari serangan itu berkat Mana Manipulation.
"Baiklah, tinggal satu Elemental Rune lagi. Tapi.... Elemen apa?"
Rein tampak berpikir keras. Namun ia segera teringat akan satu hal.
"Ah! Aku kan mendapatkan warisan dari Grand Magus Alexander. Dia memberikan banyak buku. Seharusnya di antara semua buku itu ada satu tentang kekuatan Elemen."
Ia segera membuka Inventorynya. Terdapat kata "Books (??) (+)" di sana. Rein segera menekan tombol plus itu.
Segera, banyak judul buku terdaftar rapi di depannya.
"Elemen.... Elemen.... Ini dia! The Elements."
Ia menekan judul buku itu. Langsung saja sebuah buku muncul di depan Rein.
Buku itu memiliki sampul berwarna coklat dengan tulisan The Elements di atasnya. Tebalnya sekitar 100 halaman.
Rein segera membuka buku itu dan melihat daftar isinya.
"Elemen khusus.... Halaman 87."
Iapun membuka halaman 87, dan segera membacanya.
---
*Pof!
Rein menutup bukunya. Ia sudah mendapatkan kesimpulan tentang Elemen Khusus.
Ada banyak, sangat banyak Elemen khusus. Namun yang paling terkenal adalah Elemen Racun dan Elemen Void.
"Keduanya memikiki kekuatan yang bagus. Karena aku berniat menjadi penyihir, lebih baik aku memiliki Elemen Racun. Elemen ini akan sangat membantu saat aku kelelahan dan tidak bisa menggunakan pedang."
Kemudian Rein mengeluarkan Elemental Rune terakhirnya.
Karena sudah melakukan hal yang sama enam kali, ia sudah tidak terlalu gugup atau nervous.
Rein memejamkan matanya, lapun membayangkan Elemen Racun itu seperti apa.
'Cairan kental tak berwarna, tak berbau, dan tak berasa.'
Sebuah kolam selebar 5 meter terbayangkan. Tampak seperti air, namun sangat kental.
"*Gulp* Masuk ke dalamnya.... Ya?"
Rein yang ada di alam bawah sadar masuk ke dalam kolam itu.
'Sakit!'
Racun itu masuk melalui lubang yanga ada di tubuhnya. Rongga mata, lubang telinga, lubang hidung, hingga pori-pori kulitnya. Lama kelamaan, ia kehabisan napas dan darahnya menggumpal.
'Aku.... Tidak.... Bisa.... Menahan..nya....'
"Uhuk!"
Rein yang ada di atas tempat tidur terbatuk. Membuat Rein yang ada di alam bawah sadar membuka matanya kembali.
'Kalau aku tak bisa melawannya, aku bisa menerimanya!'
Rein yang ada di alam bawah sadar mengendalikan Racun itu. Racun yang awalnya membunuhnya secara perlahan, kini mengembalikan tubuhnya ke keadaan semula.
Racun itu tidak mempengaruhi darah Rein lagi. Darahnya yang awalnya menggumpal, kini kembali seperti biasa. Namun Racun itu tetap ada di tubuhnya, mengalir bersama darahnya.
*Sshhh
Hawa panas keluar dari tubuh Rein di kamar no. 17.
Rein kini telah berhasil menerima Racun dalam tubuhnya. 'Berbahaya dan mematikan.' sebuah kalimat yang cocok baginya untuk sang Elemen Racun.
Rein membuka matanya. Betapa terkejutnya ia melihat tubuhnya dipenuhi kotoran. Panel Hologram yang muncul tidak ia pedulikan.
".... Apa ini?"
Tubuhnya sangat lengket dan bau. Untungnya bau itu tidak terlalu menyengat.
Ia membuka Inventorynya, siapa tau di sana ada sebuah skill book sihir berisi sihir sehari-hari.
"Ada! Daily Life Magic."
Ia mengambil buku itu. Kemudian mencari suatu sihir yang berguna untuk membersihkan diri.
Ia berhasil menemukan sihir itu. Sebuah sihir tingkat rendah.
Syarat : Elemen Angin, Elemen Air, Level 5.
Mana yang dibutuhkan : 1000
Ket : Dapat membersihkan kotoran daru tubuh bagian luar pengguna.
"Ini.... Sihir pemborosan? Ah sudahlah, yang penting aku bersih."
"!"
Seketika dari tangan Rein keluar aliran air. Air itu membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di tubuh Rein. Lalu Angin muncul mengeringkan tubuh Rein.
"Fuah, lebih baik. Baunya masih ada, walaupun samar. Tapi setidaknya kotoran kental tadi sudah hilang."
Rein beranjak dari kasur itu. Jam sudah menunjukkan pukul 22:45.
"Aku menghabiskan banyak waktu, namun masih belum tengah malam."
Rein tidak tau mau ngapain lagi.
"Toko Pak Hynra masih buka sih malam-malam begini. Tapi aku tidak terlalu terburu-buru mendapatkan job juga.
Berburu ke hutan? Tapi levelku tak akan bertambah sebelum aku mendapatkan job.
Ah! Benda itu!"
Rein segera membuka Inventorynya. Kemudian menkan suatu nama. Sebuah permata warna-warni sebesar bola kasti ada di telapak tangan Rein.
"Elemental Gem!"
Nama Benda : Elemental Gem
DUR : ???
Ket : Batu berisi macam-macam kekuatan Elemen. Dapat meningkatkan kekuatan Elemen Dasar yang ada dalam diri seseorang tanpa menggunakan skill apapun.
+ Dapat dimakan
"? Sebuah permata dapat dimakan? Lelucon macam apa ini?"
Deskripsi dari permata itu luar biasa. Namun tambahan kegunaannya sangat aneh.
"Siapapun yang memakan benda ini adalah pemboros sejati."
Rein menutup matanya, ia ingin merasakan kekuatan Elemen dan mana dalam batu warna-warni itu.
*Sriing!
Permata warna-warni itu menunjukkan cahaya yang sangat terang! Dan lagi, memiliki warna bermacam-macam! Siapapun yang melihatnya akan lansung tau, permata itu mengandung mana dan kekuatan Elemen yang besar dan padat.
'Mana yang sangat padat! Benda sebesar bola kasti ini memiliki Mana sebanyak itu?'
Ia langsung menyerap kekuatan Elemen yang ada di dalam permata.
---
Pukul 03:00
Rein masih menyerap kekuatan Elemen yang ada di dalam permata itu. Namun ia baru menyerap 70% nya.
---
Pukul 05:00
*Blink
Rein membuka matanya kembali. Seliruh kekuatan dalam Elemental Gem itu telah ia serap.
Hasilnya sekarang seluruh kekuatan Elemennya menungkat. Jika tadi sebelumnya seukuran bola pingpong (40mm atau 4 cm) kini berdiameter 60 mm atau 6 cm.
Elemen Racun sendiri tidak ada perubahan. Elemen itu tetap mengalir seperti tadi dan tudak bertambah. Karena Elemen Racun adalah Elemen Khusus.
"Dengan begini, walau menggunakan teknik atau mantra yang sama aku akan sedikit lebih unggul."
Rein kemudian beranjak dari temoat tidur itu.
"U-woah!?"
Tubuhnya terasa sangat ringan. Ia tak menyadarinya tadi. Selain itu, matanya menjadi lebih cerah.
"Apa ini efek dari keluarnya kotoran tadi?" Gumamnya.
Iapun langsung mencoba bergerak, senam lantai sederhana. Ia juga mengambil pedangnya dan menciba memainkannya.
Hasilnya, kecepatannya bertambah secara signifikan.
"Heeh, efek dari kekuatan Elemen itu sangat bagus."
Ia pun melihat Aksha yang sedang tertidur di atas karpet merah. Tak tega membangunkannya, Rein memilih tidur sebentar di Ainhra Online.
---
Pukul 07:00
*Beep! Beep!
Alarm dari sistem Ainhra Online berbunyi. Rein langsung bangun mendengar Alarm itu.
"Ssss!"
"Un, pagi juga Aksha."
Rein melihat jam.
"Jam... 7?! Maafkan aku Asha, aku harus segera pergi!"
Rein meninggalkan secarik kertas di atas kasur apabila pegawai penginapan mengirimnya sarapan. Berisi, 'Saya sedang ada urusan di tempat lain. -Pria berambut putih.'
---
Ryn membuka matanya. Dengan segera ia melepas Avera Gear dan melesat menuju kamar mandi.
Dalam waktu 10 menit, ia telah selesai mandi dan mengenakan pakaian. Karena terburu-buru, ia hanya mengenakan kemeja merah kotak-kotak dan celana hitam panjang.
Ia segera mengambil laptop, flashdisk, kartu e-money, tab berisi file skripsi, dan ponselnya.
*Beep beep
*Cklek
Ia melesat pergi ke kampusnya.