
Rein melepaskan bajunya yang basah. Sangat sulit bertarung dengan baju basah. Jadi dia menggantungnya di ranting pohon.
""
Sebuah batu merah berukuran sedang muncul di tangan Rein. Dia mengucapkan sekali untuk mengaktifkan batu itu. Lalu meletakkannya di bawah bajunya yang digantung. Tentunya diberi jarak olehnya.
Rein kini tidak memakai baju, hanya celana. Ia mengira, karena ini hanya game, ia tak mendapatkan flu di sini. Namun setelah beberapa lama...
"Hatchi!"
"Apa? Flu..."
Rein menggigil di sana. Ia membutuhkan pakaian yang lebih tebal dan kering. Namun bajunya masih dijemur.
""
Sebuah batu merah muncul di sana. Rein langsung saja menggunakan batu itu untuk menghangatkan tubuhnya. Ia meletakkan batu itu tak jauh darinya.
Rein melihat sekitarnya. Dan setelah sadar dia ada di dekat hutan, sebuah panel hologram muncul di depannya.
<*Pemain memasuki dimensi lain Dungeon Snake!>
"*Hatchu!* Ya."
<*Dimengerti>
"*Hatchu!* *Sniff*
Fitur yang luar biasa. Pro-player pastinya akan senang setelah mengetahui hal ini. Game zaman sekarang memang hebat, tak seperti dulu." Ucapnya menanggapi panel hologram itu.
Rein (Ryn) mengingat masa SMA nya. Ketika ia masih menjadi seorang Gamer tulen. Dia sudah bermain game sangat lama. Namun karena suatu 'hal' membuatnya pergi dari dunia itu.
Sejujurnya, Rein (Ryn) Bermain Ainhra Online hanya karena ditantang oleh Daffa. Serta dia tidak ingin mantannya menjadi sombong dan bangga hanya karena pacar barunya.
Rein menggelengkan kepalanya, "Aduh, Ryn... Jangan pikirkan masa lalu. Fokus dengan yang sekarang. *Sniff*"
<*Namun, dimensi ini, tentu saja tidak dengan mudah digunakan. Makhluk dalam dimensi ini akan lebih kuat 2× dari yang ada di luar dimensi dengan level yang sama. Jalan keluar dari dimensi seperti ini tidak diketahui pasti di mana, jadi harus di temukan. Tanda untuk jalan keluar adalah pintu besar berwarna hijau.>
Rein mencerna semua kata-kata yang ada di hologram tadi. Lalu dia menghela nafas.
"Haah, memang ya. Tidak ada sesuatu yang gratis. Waktunyang dihabiskan dapat digandakan tapi kekuatan monster juga. Selain itu Jalan Keluarnya berwarna hijau? DI SINI ADA BANYAK HIII... HIIII... HIII.. HATCJAU!"
Di sekitarnya hutan. Lubang tempat ia terjatuh tadi sudah menjadi air terjun. Lubang itu juga terletak di tebing dengan tinggi kurang lebih 15m. Di bawahnya terdapat danau kecil berdiameter 20m. Di tebing itu dan di sekitar danau terdapat banyak tumbuhan berwarna hijau.
"*Sniff* Benar-benar... Ini sebuah keberuntungan atau kesialan? Kalau aku terjebak dalam tempat ini selama sebulan, aku tidak makan selama tiga hari. Aku harus lebih banyak makan makanan berprotein tinggi setelah Dungeon ini selesai." Gumamnya.
Dosen kelasnya menberi 5 hari setelah tahun baru untuk liburan sebentar sebelum serius. Jadi Rein masih aman.
Bar HP Rein terus menurun sedikit demi sedikit. Ia masih belum sembuh total dari Flunya. Tubuhnya menghangat, tapi tetap saja dia menggigil sedikit. Karena dia masih belum memakai baju.
Rein beranjak dari posisi duduknya. Dia memeriksa bajunya. Setelah dirasa sudah kering, dia langsung memakainya. Walaupun Fire Stone yang ia taruh tadi tetap menyala.
Setelah memakai baju, Rein mengecek starusnya. Ia masih Flu. Namun Cold Resistance nya menjadi normal. Rein bernapas lega, lalu mengambil pedangnya dari storage. Mau bagaimanapun, tempatnya sekarang adalah dimensi dalam dungeon.
Segerombolan ular air tiba-tiba muncul dengan cukup cepat dari danau. Rein segera membentuk posisi siap bertarung. Kali ini dia tidak maju menerjang mereka. Secepat apapun dia, itu adalah tindakan yang bodoh. Kecuali... Pemain itu setengah mermaid atau merman.
Nama Monster : Water Snake (2,5m)
Level : 7
HP : 4000
ATK : 1600
"What the- agh sudahlah. Aku tak bisa komplain dengan sistem dimensi ini."
Rein menyerang ular-ular itu dengan pedangnya. Untungnya, ular-ular itu hanya bisa menggigitnya dan melilit, tidak memberikan racun. Jadi, setelah beberapa tebasan, gigitan, serta lilitan, Rein berhasil mengalahkan ular-ular itu.
“Semua ular-ular di sini agresif. Aku belum maju menyerang, mereka sudah menyerang duluan.” Rein menghela nafasnya.
Diapun melanjutkan penelusurannya di dalam Dungeon Snake. Rein tak ingin ketika ia bertarung,ia bertemu orang lain atau pemain lain. Hal itu akan cukup merepotkan. Apalagi kalau orang itu adalah ‘Hero Party’. Dapat dipastikan Rein akan dibunuh.
Ia terus berjalan di hutan dengan pelan. Ia tak mau membangunkan ular-ular yang ada di sana. Karena ia tak ingin membuang staminanya untuk sesuatu yang tidak penting.
Namun sayangnya, telinganya yang panjang tidak dapat diajak bekerja sama. Setelah berjalan beberapa saat dan berhasil, telinga Rein tak sengaja menyentuh sesuatu.
"SSSSSsssss!!!"
Rein terdiam. Dia menoleh ke belakang secara perlahan.
"SSSSHHHAAAAA!!!!"
Sebuah mulut besar menganga tepat di depan matanya!
"F*ck."
Nama Monster : Poisonous Tree Snake (7m)
Level : 9
HP : 7000
ATK : 2000
Rein berlari dengan kencang. Ia jujur tak mau menghadapi ular itu. Walau levelnya lebih rendah dari Mini Boss Yang ia hadapi, kemampuannya jauh lebih tinggi. Bahkan ATK ular itu jauh lebih tinggi dari miliknya walau dengan Eclyps Sword.
Sesekali Rein menebas hal yang ada di depannya. Entah itu ranting pohon, sarang laba-laba, tanaman liar, atau bahkan ular-ular kecil yang cukup lemah. Sambil menebas, ia masih berlari dengan kencang.
"SSSSSHHHHAAAAA!!!!"
Ular yang tadi masih mengejar Rein. Dia tak terima tidur nyenyaknya diganggu oleh seseorang. Tentu saja ia akan mengejar orang itu.
Rein dan ular besar sampai di sisi lain hutan. Napas Rein masih memburu. Ia cukup lelah berlari di dalam hutan sambil dikejar dengan sesuatu.
Mereka keluar dari hutan. Terdapat sebuah padang rumput di sana. Area itu cukup luas dan dipenuhi dengan beberapa batu besar.
Rein melihat ke belakangnya. Ular yang mengejarnya juga sudah kelalahan. Ia berhenti berlari. Namun ia membalikkan tubuhnya dan menghadap ular itu. Lalu ia berjalan ke belakang secara perlahan ke arah bebatuan yang ada.
.
.
.
"Yessss!!"
Tya sudah mendapatkan Avera Gear nya yang baru. Sekarang dia bisa langsung masuk ke dalam Ainhra Online. Walau bukan waktu server global dibuka. Sekarang sudah jam 11 siang.
"Astaga... Benar-benar. Aku menunggu 4 jam hanya untuk sign-up dalam game..."
Tya memakai Avera Gear nya dan langsung sign-up ke Ainhra Online. Setelah masuk dalam game dan mendengarkan cerita awal, dia masuk ke dalam area desa awal.
"Hm, tempat ini di Blazing Fire Empire. Sesuai namanya, hawanya hangat sekali! Aah, aku beruntung mendapat desa awal di daerah tropis." Ucapnya pelan saat berjalan di desa.
Tya sedang berada di sebuah desa bernama Nix. Sebuah desa Elf yang berada di Blazing Fire Empire. Tepatnya di Haezel Kingdom.
Dalam game, Tya memiliki rambut berwarna kuning keemasan yang sangat normal. Tubuhnya tak banyak berubah. Sangat normal untuk seorang Elf. Walau dia memilih ras secara random.
Tya dengan senang berkeliling di sana. Melihat-lihat toko. Dia belum memiliki equipment apapun tentunya. Jadi dia hanya di dalam desa dan tidak pergi berburu.
Hal ini sudah disampaikan oleh pihak developer. Saat awal game, pemain tak diberikan apa-apa selain baju novice. Jadi kebanyakan pemain melakukan pre-top-up supaya bisa bertahan. Lagipula, mereka adalah 25.000.000 orang beruntung dari 8 milyar orang di dunia yang dapat memainkan game ini.
Walaupun begitu, Tya dan Ryn tak melakukannya.
Tya berjalan dengan tengang di desa. Dia tinggal di kota yang berpolusi di dunia nyata. Keadaan di desa yang bersih seperti ini membuat moodnya baik.
Sebuah pantulan cahaya mengenai mata Tya yang sedang melihat-lihat. Diapun melirik asal pantulan cahaya itu. "Heeh, bahkan berapa pemain baru sudah ada yang pakai Full Equipment. Hebat sekali, ini baru 4 jam semenjak perilisan." Ucapnya.
Tya masih berjalan, memeriksa grafik dari game ini. “Tidak buruk, tidak buruk sama sekali. Hm hem~ Hm~ hm… hm?" Tya mendengar sesuatu dari gang kecil yang ia lewati.
"Nyonya. Tolong jangan gegabah. Ini hanyalah kesempatan sekali seumur hidup. Kerajaan... Tidak, bahkan kekaisaran akan sangat senang dengan ini! Selain itu kami dapat memberikan anda bayaran yang besar!" Ucap seorang laki-laki manusia.
"Hmph! Kalian pikir aku semurah 1000 gold? Apa kalian tidak waras? Jangankan ke Dungeon Darkness Dragon. Kalau kalian memintaku ke Dungeon Darkness Snake dengan bayaran segitu aku tak akan mau!" Ucap seseorang bertudung merah yang dilanggil nyonya oleh manusia tadi.
Tya melihat itu dari ujung gang. Berusaha tak membuat suara apapun.
'... 1000 gold? Wah, itu bayaran yang besar! Sekitar 50.000.000 juta rupiah. Tapi katanya murah... Apa dia nyonya kekuarga terkenal?' pikir Tya. Dia memfokuskan pendengarannya kepada kedua orang itu, dan berusaha tak mempedulikan suara lain agar mendengar mereka dengan jelas.
"Nyonya, saya harap kau tidak melakukan keputusan secara terburu-buru. Kalau anda masih tidak mau, kami dapat menambah bayarannya sebanyak 500 gold lagi!" Ucap pria manusia itu.
'APAAAA??! 500 Gold? Totalnya adalah 75.000.000 rupiah kalau begitu. Sangat hebat. Siapa nyonya itu?' gumam Tya dalam hati dia sangat terkejut mendengar percakapan kedua orang itu.
Wanita bertudung merah itu masih menjawab hal yang sama. "Masih tidak cukup untuk membuatku ikut. Apa-apaan, bukankah Blazing Fire Empire kaya? Jadi hanya segitu kalian sanggup? Heh." Ucapnya dengan nada sarkasme.
Pria manusia itu berdecak kesal, dia perlahan mengeluarkan sesuatu dari sakunya.
"Nyonya, saya harap anda tidak menyesal."