Ainhra Online

Ainhra Online
Snake Exterminator.... II?



Selesai menitipkan Aksha. Rein melihat isi Inventory miliknya.


Terdapat dua Lucky Box yang belum ia buka. Satu SR dan yang satu lagi SSR. Juga, ia ingin mengikuti event yang diberikan oleh developer.


'Untuk sekarang aku akan membuka Lucky Box SR dulu. Untuk SSR.... Nanti sajalah. Aku membutuhkan senjata saat ini.'


Eclyps Sword miliknya telah patah. Ia membutuhkan pedang baru.


Untuk tingkatan senjata dan item sendiri ada 5


Common


Rare


Super Rare


Legendary


Mystic


Harga senjata sendiri cukup mahal. Bahkan untuk yang Common saja, harganya mencapai 5 gold atau 250k. Dan untuk yang Rare, harganya bisa 20-40 gold tergantung kualitasnya.


Kualitas senjata terbagi tiga, yaitu A, S, dan SS.


Untuk Eclyps Sword sendiri adalah pedang Rare dengan kualitas S.


Pemain pada umumnya memiliki senjata Super Rare yang berharga ratusan hingga ribuan Gold. Ingat, mereka adalah orang kaya. Uang sebanyak itu masih kecil untuk mereka.


Rein membuka kotak SR miliknya.




Tingkat : Rare (S)


DUR : 270


Efek : ATK +100, A.SPD +50%, AGI +3.


+ Warna gagang dan sarung disesuaikan dengan warna armor atau pakaian pemain.


Pedang itu memiliki gagang berwarna biru cerah. Bentuknya seperti katana dan memiliki panjang sekitar satu meter. Sarungnya berwarna biru tua dengan batu safir sebagai hiasan.


Rein menarik pedang itu dari sarungnya. "Hmm, tidak terlalu berbeda dengan Eclyps Sword. Ya, baguslah. Lagipula levelku masih belum cukup untuk memegang senjata tingkat tinggi." Gumamnya melihat status pedang itu.


Rein masih sadar diri. Senjata tingkat tinggi tidak akan menjadikannya kuat. Malah akan menjadikannya terlalu bergantung dengan senjata itu.


Dan ia baru sadar, kebanyakan pedang yang ia dapatkan menambah kecepatan. 'Ainhra Online memang Game yang tidak pelit. Isi Lucky Box saja melihat status pemain.'


Rein mengembalikan pedang itu ke sarungnya. Sambil berjalan, ia menekan Event yang pertama, Lucky Draw.






Begitulah tulisan di panel event itu.


Tanpa basa-basi Rein langsung menekan tombol spin. Ia tau stat LUC nya cukup tinggi. Namun ia tak merasa beruntung setelah terjebak di sebuah dimensi selama berhari-hari.


*Trrrrrr


Lingkaran Lucky Draw itu berputar dengan kencang. Tanpa melambat sekalipun, ia langsung berhenti di salah satu opsi.



"....."


'Apa? Apa sistem event ini sedang bercanda? Apa tidak bisa ditukar?' pikir Rein saat melihat 'hadiah' yang ia menangkan. Ia tak percaya kalau dari semua hadiah yang tersedia, ia memenangkan onesie.


Namun sayang, Sistem langsung menjawabnya dengan,



Rasanya ia ingin pingsan saja.


Namun pada akhirnya ia menerima kenyataan. Ia memeriksa Inventorynya.


[INVENTORY]


Gold (×44)


Silver (×99)


Bronze (×20)


Pink Bunny Onesie (×1)


Horn Rabbit's Horn (×10)


Blade Claw Wolf's Claw (×45)


Horn Rabbit's Meat (×67)


Lone Wolf's Meat (×8)


Lucky Box SSR (×1)


Elemental Stone (×18) (+)


Poisonous Tree Snake's Venom (×2)


Poisonous Tree Snake's Corpse (×1)


Eglian Kingdom's Medal (×1) (Dirty)


Books (×??) (+)


Giant Anaconda's Corpse (×1)


Giant Anaconda's Scale (×4)


Giant Anaconda's Scale (×1) (Damaged)


Benar-benar ada Bunny Onesie di dalamnya.


"Huuu, sudah ku duga. Walau status LUC ku tinggi, tidak berarti aku beruntung seketika." Ucapnya pasrah.


Rein menekan tulisan Bunny Onesie itu untuk melihat statusnya. Apa yang terjafi adalah.... Ia benar-benar terkejut.



Tipe : Chanted Clothing (Or Light Armor)


Tingkat : Super Rare (S)


Warna : Pink


Efek : DEFF +50%, M.DEFF +50%, AGI +10, VIT +10, Cold Resistance +70%. Warna rambut akan berubah menjadi hitam. Lawan akan menganggap remeh pemain.


+ Ukuran dapat disesuaikan


"Okay.... Dengan bentuk selerti itu, Onesie ini termasuk Light Armor? Dan lagi tingkat Super Rare? Dengan efek seperti itu?"


Sungguh, ia tak menyangka kalau Onesie yang terlihat imut dan tidak kuat itu memiliki efek yang tinggi. Bahkan tingkatnya Super Rare (S). Kalau saja bentuknya seperti armor pada umummya, ia akan dengan segera memakainya.


'Aku harus memakainya saat memburu Elemental Snake.'


Rein menutup panel hologramnya. Kepalanyapun melihat ke depan. Dengan segera Rein menghentikan langkahnya.


Ia sudah sampai di pintu keluar Rest Area.


Sama seperti pintu masuknya, pintu keluar Rest Area adalah sebuah gua. Namun perbedaannya terletak pada pencahayaan. Di gua yang ini terdapat Light Stone yang terpasang di atasnya. Sehingga jalannya terlihat jelas.


Selain itu, tepat di mulut gua, terdapat tulisan > 100 m>.


Rein langsung masuk ke dalan gua itu, menuju sekitara Boss Area. Tempat Elemental Snake banyak dijumpai.


Rein keluar dari gua. Setelah merasa kalau tidak ada orang yang melihatnya, ia langsung menggunakan Bunny Onesie yang ia dapat itu.


Segera saja di Stat Buff nya tertulis sesuatu.


Rein mengambil pedangnya dari sarungnya. Karena baju (armor) nya berwarna pink, gagang pedangnya berubah menjadi pastel pink.


Gerakan Rein menjadi terlihat lebih cepat. Efek dari Bunny Onesie itu langsung terasa.


"Ooh, begini ya rasanya memakai armor.... Seperti pakaian biasa." Konentarnya. Rasanya tidak ada bedanya dengan memakai pakaian biasa.


Mungkin karema model dari armor itu adalah pakaian biasa. Dan pada dasarnya Bunny Onesie itu adalah pakaian yang diberi efek Buff.


Rein tak terlalu mempedulikan hal itu. Yang penting, sekarang ia mengenakan sesuatu selain pakaian yang sudah disediakan developer.


Rein berjalan senang. Namun setelah beberapa langkah, ia berhenti.


Karena beberapa meter di depannya terlihat lautan warna-warni.


Lama kelamaan lautan warna-warni itu terlihat senakin jelas. Hingga pada titik Rein sadar apa itu sebenarnya.


Nama Monster : Elemental Snake (7m)


Level : 10


HP : 5000


ATK : 500


Melihat status ular itu, Rein tersenyum miring. "Hanya dengan level segitu, kalian mengeroyokku? Tidak semudah itu!"


Rein berlari ke arah ular-ular itu. Skill Run and Jump miliknya aktif seketika. Ia langsung menyerang ular-ular itu.


"!"


Kepala salah satu ular terpotong menjadi tiga.


-5167






Rein menyerang ular yang lain. Notifikasi yang sama kembali muncul.




.


.



HP Pemain -543



.


.


Sudah 5 Elemental Snake Rein bunuh. Namun jumlah Elemental Snake itu tak terlihat berkurang.


.


.



-157


HP Pemain -178


-800




.


.


.


.


.



HP Pemain -591


-701


-1920


"!"




-168


HP Pemain -315


.


.


.


.


Rein menyerang mereka satu persatu. Ia terus menggunakan Skill Run and Jump, Triple Slash, dan Sword Mastery.


.


.


.


-379


-1267


-1279


-1819!




Rein telah membunuh 27 Elemental Snake. Staminanya telah terkuras banyak. Bahkan bar HP nya tersisa 70%. Namun ia baru mendapatkan satu Elemental Rune.


Selain itu, masih banyak Elemental Snake yang datang ke arahnya.


"Ugh! Aku harus mendapatkan setidaknya 7 Elemental Rune! Artinya aku harus membunuh sekitar 200-an lagi." Ucapnya. Namun setelah melihat statusnya sekarang, ia hanya sanggup membunuh 100-an saja paling banyak.


"Aku tetap harus membunuh mereka!"


Rein kembali menyerang para Elemental Snake itu. Ia memiliki sebuah target, dan dia akan berusaha mencapai target itu.



.


.


.


-710


-183


-193


HP Pemain -125


"!"..Jenis : Skill PasifStamina yang dibutuhkan : 1/detikSyarat aktif : Pemain berlari kencang sambil sesekali melompat. Entah itu di pohon, atap rumah, atau bebatuan di sungai.Ket : Balance +40%. Accuracy +20%. SPD +20%...Setelah terbiasa menbunuh para Elemental Snake itu. Tingkat keberhasilan Rein membunuh mereka meningkat.Ia berburu dengan menginjak kepala para ular dan menusuknya dengan pedang. Dengan begitu Otak dan Jantung mereka dapat terluka sekaligus. Setelah selesai menusuk, ia melompat ke ular lainnya.Ular-ular itu bergerak, namun karena Rein menggunakan Skill Run and Jump, ia dapat bertahan dan terbiasa...HP Pemain -769"!"..-4688-336-1910-3790HP Pemain -258.....Sudah lebih dari seratus ekor Elemental Snake Rein bunuh. Dan ia baru mendapatkan 4 Elemental Rune.Namun Staminanya tinggal sangat sedikit. Tepatnya 27. HP nya sendiri tinggal 12%.'Sedikit lagi tinggal 10%...'Ia masih terus membunuh para Elemental Snake....Jenis : Skill PasifStamina yang dibutuhkan : 0.5/detikSyarat aktif : Pemain berlari kencang sambil sesekali melompat. Entah itu di pohon, atap rumah, atau bebatuan di sungai.Ket : Balance +100%. Accuracy +50%. SPD +30%.Rein tak dapat mempedulikan panel hologram itu. Ia terus fokus membantai para Elemental Snake....HP Pemain -178-1790..Setelah mendapatkan kenaikan level skill, stamina Rein berkurang lebih sedikit dari sebelumnya. Membuat HP nya masih 10%....."Bagus!"


"!"





.


.




Jenis : Skill Pasif


Stamina yang dibutuhkan : 1/detik


Syarat aktif : Pemain berlari kencang sambil sesekali melompat. Entah itu di pohon, atap rumah, atau bebatuan di sungai.


Ket : Balance +40%. Accuracy +20%. SPD +20%.


.





.


Setelah terbiasa menbunuh para Elemental Snake itu. Tingkat keberhasilan Rein membunuh mereka meningkat.


Ia berburu dengan menginjak kepala para ular dan menusuknya dengan pedang. Dengan begitu Otak dan Jantung mereka dapat terluka sekaligus. Setelah selesai menusuk, ia melompat ke ular lainnya.




Ular-ular itu bergerak, namun karena Rein menggunakan Skill Run and Jump, ia dapat bertahan dan terbiasa.


.


.




HP Pemain -769


"!"



.


.



-4688


-336






-1910


-3790



HP Pemain -258



.


.


.




.


.


Sudah lebih dari seratus ekor Elemental Snake Rein bunuh. Dan ia baru mendapatkan 4 Elemental Rune.


Namun Staminanya tinggal sangat sedikit. Tepatnya 27. HP nya sendiri tinggal 12%.


'Sedikit lagi tinggal 10%...'



Ia masih terus membunuh para Elemental Snake.


.


.


.




Jenis : Skill Pasif


Stamina yang dibutuhkan : 0.5/detik


Syarat aktif : Pemain berlari kencang sambil sesekali melompat. Entah itu di pohon, atap rumah, atau bebatuan di sungai.


Ket : Balance +100%. Accuracy +50%. SPD +30%.


Rein tak dapat mempedulikan panel hologram itu. Ia terus fokus membantai para Elemental Snake.


.


.


.



HP Pemain -178




-1790




.


.


Setelah mendapatkan kenaikan level skill, stamina Rein berkurang lebih sedikit dari sebelumnya. Membuat HP nya masih 10%.


.


.




.


.




"Bagus!"