
<*Selamat datang di game Ainhra Online!>
"Ya."
<*Dimengerti>
Beribu-ribu tahun yang lalu. Di negeri yang sangat jauh. Lahirlah seorang High Elf bernama Arvias.
Arvias adalah seorang penyihir jenius yang tidak akan ada selama satu milenium lagi. Ia sangat disayang oleh keluarganya. Ia juga seorang yang sangat dihormati bangsanya.
Di saat yang sama, di setiap bangsa, juga lahir para jenius yang tidak akan muncul dalam satu milenium.
Pada dasarnya, para penguasa bangsa manapun, berharap agar jenius dari bangsa merekalah yang menjadi penguasa seluruh negri.
Mereka melatih para jenius itu secara rahasia dan hati-hati. Tidak ada yang mengabarkan keberadaan jenius mereka, agar tidak terjadi perang besar-besaran sebelum jenius itu matang.
Awalnya seluruh negri masih baik-baik saja. Namun takdir berkata lain, di dunia para penguasa, para monster mulai menjadi agresif. Hingga ke titik para bangsa-bangsa itu tidak dapat melawan mereka sendiri.
Para jenius yang saat itu masihlah 16 tahun dan belum matang sepenuhnya mulai menunjukkan kemampuan mereka.
Arvias, yang berasal dari ras Elf, menunjukkan diri paling pertama. Karena para monster banyak tinggal di hutan-hutan, yang merupakan habitat alami ras Elf.
Para ras lainnya juga menunjukkan kebolehan jenius mereka.
Pertemuan para penguasa segera dilakukan karena monster-monster itu. Namun, Penguasa Elf, sang ratu Elf, tidak ada di pertemuan para penguasa. Ia sibuk menghabisi monster yang tiada habisnya. Ras Elf adalah ras yang paling terkena dampak dari monster-monster ini, karena itu sang ratu langsung terlibat.
"Cih! Jangan biarkan mereka merusak rumah kita!" Ucap sang ratu Elf.
Perang terjadi akibat dari bangsawan-bangsawan ras-ras di sana yang saling menyalahkan. Kekacauan di mana-mana. Ras Elf yang tidak mengetahui hal itu awalnya, dan tidak memiliki persiapan, akhirnya pasrah dan ikut berperang karena daerah sekitar hutan juga merasakan dampaknya.
Namun, karena kekuatan yang berimbang, tidak ada yang menang. Para monster juga berkurang cukup drastis.
Dari semua orang yang ikut berperang, tersisalah 4 orang jenius itu di akhir perang. Mereka sepakat untuk mengorbankan diri mereka dan membentuk dunia baru, karena dunia tempat tinggal mereka sudah hancur. Semua warga yang tersisa akan hidup di dunia itu.
Terbentuklah dunia baru ini, Ainhra.
Mereka berempat menggunakan sisa kekuatan mereka untuk membangun kehidupan baru yang damai.
Untuk menghindari perang, mereka semua hidup tanpa mengganggu ras lainnya. Ras Elf sendiri hidup di pedalaman hutan untuk memulihkan diri. Mengingat ras inilah yang penduduknya berkurang paling drastis.
Namun setelah beberapa ribu tahun, monster yang agresif muncul kembali dari sebuah celah besar di langit. Kehidupan warga yang damai dan tenang akan segera berakhir.
Tetapi, kali ini, kalian para petualang dari dunia lainlah yang akan menolong mereka.
"Kebanyakan tidak mendengarnya ya... Apakah menurut mereka cerita awal ini tak penting?" gumam Rein (Ryn).
Dia lalu mencoba menggerakkan tubuh barunya. 'Cukup nyaman, dan... Realistis. Sangat realistis.' pikirnya.
Dia lalu melihat ke depannya. Desa Gres ini mirip seperti desa lainnya. Namun bangunannya dibangun di pohon besar. Ada juga yang di tanah, tapi kebanyakan dari bangunan itu toko.
'Wah, udara di sini bahkan terasa segar. Berapa banyak usaha para developer untuk membuat game ini?' pikir Rein.
'Ah, namun bagaimana cara melihat Status? Storage? Equipment? Skill?' lanjutnya.
Namun baru aja ia berpikir hal itu, sebuah papan pengumuman hologram muncul di depannya.
. Kalian dapat memasukkan benda ke storage dengan mengetuknya dua kali.>
"Oke." Rein lalu menyentuh udara di depannya. Muncullah panel hologram seperti ini.
Nama : Rein
Ras : Elf
Level : 0
HP: 7000/7000
MP : 1500/1500
STR : 5
AGI : 5
VIT : 3
INT : 7 + 1
Luc : 10
SP : 25
Skill : -
Equipment : -
Ryn melihat statusnya. Cukup standar. Semuanya normal kecuali Stat Defense nya dan Intelijent nya. Ia melihat SP. Hal itu belum ia ketahui, karena itu ia menekannya.
"Ooh, baiklah." Rein lalu mengalokasikan SP nya menjadi selerti ini.
Nama : Rein
Ras : Elf
Level : 0
Title : -
HP: 7000/7000
MP : 1500/1500
STR : 5 > 7
AGI : 5 > 10
VIT : 3 > 5
INT : 8 > 23
Luc : 10
SP : 0
"Oke, begini lumayan bagus. Setidaknya deffense ku tidak seburuk itu."
Rein sebenarnya tidak benar-benar ada di dalam desa. Melainkan dekat hutan yang ada di sekitar desa. Rein pun berjalan memasuki desa.
Ketika ia masuk, beberapa pasang mata mengarah kepadanya.
'Hei, kenapa mereka melihatku dengan tatapan seperti itu?' pikir Rein, sekarang ia berpikir ada baiknya dia mencari cermin atau genangan air terlebih dahulu sebelum memasuki desa.
Rein beruntung. Di salah satu toko, terdapat cermin. Jadi dia bisa memeriksa wajahnya.
"Apa-apaan..."
Dari tadi, Rein melihat kalau rambut para Elf itu kuning keemasan dengan beberapa berwarna blonde. Tapi rambutnya, mungkin karena di dunia nyata rambutnya putih, menjadi platinum blonde. Selain itu tidak ada yang aneh dari Rein.
Tapi tak lama, pandangan para warga desa Gres beralih lagi. Kali ini ada orang yang datang dengan rambut ash brown blonde.
"Sepertinya developer memberikan warna rambut yang agak nge-jreng untuk beberapa pemain..." Gumam Rein, Ia mengetahui kalau orang itu adalah pemain dari bar nama di atas kepalanya.
Memang, Elf di Ainhra Online memiliki rambut yang bermacam-macam, walau hampir semuanya blonde. Karena blonde itu adalah warna asli dari ras Elf, mengingat mana mereka yang banyak membuat pigmen warna di rambut dan kulit mereka menipis. Lagipula, warna rambut orang-orang di Ainhra bermacam-macam dan biasanya pemain akan mendapat warna rambut yang berbeda dengan yang asli (supaya masih ada sedikit, iya, sedikit, privasi).
"Aku tidak beruntung mendapatkan rambut yang tidak terlalu beda. Yah, walaupun aku tetap akan memakai kupluk atau topi kalau keluar sih."
Rein lalu melanjutkan perjalanannya, ia masih berkeliling desa. Baru beberapa menit sejak server dibuka, dan sudah ada beberapa pemain datang.
"? Tidak banyak pemain datang ke seni. Sejauh ini hanya ada sekitar 20 orang saja yang datang. Bukannya ada puluhan juta orang membeli game ini?" Ucap Rein.
(Puluhan juta tepatnya 25 juta untuk pembelian awal.)
Rein ingat saat membeli game ini dia perlu mengantri DARI PAGI. Tapi...
(Kalau kalian menganggap Flashback ini tidak terlalu penting, maka silahkan dilewati saja).
Flashback~
Hari ini adalah hari terakhir tahun 20XX. Juga hari dijualnya game VRMMORPG, Ainhra Online pada khalayak ramai.
Jam telah menunjukkan pukul 07.00. Ryn sudah keluar dari apartemennya. Ia menggunakan kaos biru lengan panjang dengan celana hitam, masker, dan kupluk. Ia juga membawa beberapa Snack di saku celananya.
Ia berjalan ke toko teman Pak Alden. Ia berjalan menurut alamat yang sudah Pak Alden berikan. Namun, sebelum sampai, ia sudah dikejutkan dengan antrian yang sangat panjang.
Rein lalu berpikir kalau itu adalah antrian untuk membeli game Ainhra Online. Daripada dilabrak atau dipukul warga, Ryn memilih untuk ikut mengantri.
Waktu terus berlalu. Jam sudah menunjukkan pukul 17.00, namun masih saja antri. Untungnya, Ryn siap siaga dengan membawa snek kecil. Setidaknya ia tak terlalu lapar.
'Ya ampun, berapa lama lagi aku harus menunggu?' pikir Ryn. Dia belum makan siang, jadi perutnya masih lumayan lapar walau sudah makan snek.
Akhirnya, Ryn masuk ke toko teman Pak Alden. Benar saja, orang-orang yang mengantri dari tadi itu orang-orang yang ingin membeli game Ainhra Online. Dan tak lama, sampailah pada antrian Ryn.
"Hm? Apakah kau Avaryn?" tanya penjaga toko..
Ryn agak terkejut, lalu menjawabnya, "Ah, iya. Bagaimana bapak tau kalau saya Avaryn?"
Ryn menggunakan masker dan kupluk. Bagaimana bapak penjaga toko itu tau kalau dia Ryn?
"Alden sudah mendeskripsikanmu. Lagipula, mata birumu itu bukan mata yang umum dijumpai di Indonesia, kan?" Ucap bapak itu.
Dari ucapannya, Ryn tau kalau bapak inilah teman Pak Alden. Karen dia mengungkapkan nama Pak Alden tanpa "Pak" atau embel-embel yang lainnya.
"Oh ya, jika kau berpikir kalau akulah teman Alden, maka iya. Namaku Hawk. Panggil saja aku Paman Hawk." Ucap Pak Hawk.
"Baiklah, Paman Hawk. Tapi tidakkah paman ingat tujuan orang-orang yang mengantri ini?"
"Eh? Ah! Benar juga. Ngomong-ngomong, Ryn, kenapa kau ikut mengantri? Tidakkah Alden bilang padamu untuk datang ke tokoku pada malam hari saja? Padahal aku sudah menyisakan 2 untuk kau dan anaknya." Ucap paman Hawk sambil mengambil satu kotak game Ainhra Online di rak dan menyerahkannya ke Ryn.
"Eh?" Ryn bingung dengan kata-kata Pak Hawk.
"Jangan bilang... Alden tidak memberitahumu tentang hal itu?"
"Iya..."
Paman Hawk lalu menghela nafasnya, "Berapa lama kau mengantri?"
"Ehm, 10 jam, mungkin? Saya sudah ada di sini dari jam 7 pagi."
'Alden, Alden, kan kasian anak orang kau buat nunggu 10 jam...' pikir Pak Hawk.
"Haah, yasudah. Game itu sudah dibayar oleh Alden, jadi tenang saja. Lebih baik kau kembali ke rumahmu atau beli makanan dulu sekarang. Aku masih harus melayani beberapa orang lagi." Ucap Pak Hawk pada Ryn.
Ryn mengangguk, lalu keluar dari toko. Ternyata, dia mengantri itu, SIA-SIA.
Flashback end~
Rein (Ryn) yang mengingat hal itu tersenyum kecut. Lalu ia terus berjalan (berkeliling desa) hingga tiba di suatu gedung. Kata "PERPUSTAKAAN" terpampang jelas di atas pintu gedung itu.
Rein lalu memasukinya. Karena ini adalah dunia pedang dan sihir (menurutnya), ia cukup tertarik dengan sejarah dari dunia ini. Walaupun, sudah ada cerita awal terbentuknya dunia ini.
Di sana, seperti perpustakaan pada umumnya, terdapat banyak rak buku. Juga ada seorang penjaga perpustakaan di situ.
"Hm? Anda datang untuk membaca atau meminjam buku?" Tanya penjaga perpustakaan itu yang sedang menyusun buku.
"Saya datang untuk membaca buku. Bolehkah saya tau di mana rak buku sejarah?" Tanya Rein.
Dia sudah membaca website resmi Ainhra Online, namun semunya hanya keterangan 4 kekaisaran, 11 kerajaan, fitur utama, ras, itu-itu saja. Jadi dia berniat menggali lebih dalam tentang dunia ini, terutama ras yang ia pilih sendiri.
"Buku-buku sejarah ada di rak no. 3. Anda dapat melihat nomor rak di samping rak." Jawab sang penjaga perpustakaan.
"Terimakasih."
Rein berjalan ke rak no. 3. Ia melihat judul-judul buku itu lalu mengambi sebuah buku bersampul coklat.
Buku yang ia baca adalah sejarah bangsa Elf dan ras yang dekat dengannya.
Memang benar, para Elf akhirnya hidup di pedalaman. Namun tidak semua bangsa Elf berada di satu tempat. Mereka hidup secara terpisah.
Intinya bagian dari ras Elf atau yang mendekatinya (Dark Elf, Wood Elf, Ice Elf, Fire Elf, Druid/Dryad, Dwarf, dll) hidup di desa-desa yang berbeda. Namun di dalam buku itu tidak terdapat lokasi desa Elf.
'Sisanya... Keluarga kerajaan yang hancur? Eh? Jadi sebenarnya pernah ada kerajaan Elf? Tapi kenapa hal ini tidak diceritakan di websitenya?' pikir Rein.
Selesai membaca buku itu, Rein mencari buku lainnya. Berharap mendapatkan jawaban atas pertanyaaannya.
"Sejarah benua Kryna... Sejarah kerajaan Atheya... Sejarah sihir... Sejarah pedang... Dongeng sejarah untuk anak... Apakah tidak ada pernyataan lengkap tentang kerajaan Elf ini?" Gumam Rein Saat mencari buku sejarah kerajaan Elf.
Rein Terus mencari buku dan membacanya, hingga sebuah panel hologram muncul di depannya saat membaca.
<*Pemain secara terus-menerus membaca buku tanpa henti. Selamat! Skill baru didapatkan!>
didapatkan!>
{NEW}
Jenis : Skill Aktif
MP yang dibutuhkan : 0 (nol)
Ket : Membaca, membaca, dan terus membaca. Dengan membaca, pemahaman akan dapat ditingkatkan.
DEX +10% setiap detik saat membaca. Akan menurun 5% setiap detik setelah menyentuh angka +200%.
Efek : INT +7 secara permanen. LUC +1 secara permanen.
Rein terkejut dengan panel didepannya. Ia tak menyangka hanya dengan membaca beberapa buku saja mendapatkan skill sebagus ini.
'Fast Reading, kita sebagai pemain tidak hanya membaca buku dan panel. Tapi juga membaca gerakan lawan. Apa mungkin... jika ditingkatkan skill ini dapat membaca gerakan lawan dengan sempurna?' pikir Rein.
Dia tersenyum seketika. Tak disangka dengan membaca banyak buku sejarah ia mendapatkan skill serta titel yang berguna.
'Astaga, developer ini sangat-sangat baik. Tidak apakah aku mendapatkan skill dan titel ini?' ucapnya dalam hati, tapi ia tetap menerimanya dan berterimakasih kepada developer game ini dan pastinya ia akan memberi mereka bintang 5 untuk rating.
Sebenarnya Rein telah membaca sangat lama, sampai tak terasa sudah kurang lebih 2 jam dia di dalam game. Setelah menyadari hal itu, Rein keluar dari perpustakaan.
"Sudah terlalu lama aku di perpustakaan. Aku akan menaikkan level skill fast reading ku nanti." Ucapnya saat keluar, ia kelanjutkan perjalanannya keliling desa.