A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Rahasia Josh



"Tunggu! Apa yang kau maksud dengan dua kali? Maksudmu sebelum ini mereka telah mengincar nyawa Josh, begitu?"


"Oh, ralat! Sebenarnya sudah tiga kali nyawa Tuan Josh hampir melayang di tangan Salvador. Aku lupa menghitung yang satunya lagi. Mengapa aku melewatkannya? Hmm.. Sepertinya karena waktu itu perhatianku teralihkan saat melihat Lucas. Jadi aku.."


"Tunggu sebentar!"


Federick lalu menghela napas panjang dan mencoba mencerna perkataan Q.


Namun karena terlalu banyak informasi yang disampaikan oleh Q dengan setengah-setengah, Federick pun gagal menerjemahkan maksud dari ucapan gadis itu.


"Nona Q, aku sudah terlalu tua untuk bisa menyimpulkan sendiri informasi yang kau berikan. Jadi tolong jelaskan padaku secara perlahan tentang yang kau katakan tadi, oke? Apa maksudmu tiga kali nyawa Josh hampir melayang di tangan Salvador dan siapa itu Lucas?"


"Ah.."


Q pun duduk di kursi yang berada di dekat jendela. Dia lalu mencari posisi ternyaman sebelum memulai penjelasannya.


"Ingat hari ketika kau pergi ke kantor pos untuk mencari informasi tentang pengirim liontin mu? Sebenarnya saat kau pergi menuju alamat yang ditunjukkan oleh pegawai kantor pos itu.. Hei.. Mengapa klinik ini begitu sepi, Tuan Federick? Kemana semua orang?"


"Aku menyuruh mereka pergi saat salah satu pembunuh tadi mendobrak pintu masuk."


"Mereka masih hidup, bukan?"


"Tentu saja! Apa maksudmu.. tunggu! Mengapa kita malah membicarakan penghuni klinik?! Lanjutkan ceritamu tadi! Apa yang terjadi setelah aku meninggalkan kantor pos?"


"Aha.. benar! Tuan Josh diserang oleh Salvador saat tengah menunggumu di depan kantor pos. Tapi karena prajurit mu itu sangat tangguh, Tuan Josh pun melawan dan penyerangnya yang kewalahan langsung bergegas kabur saat dia akan menusukkan pisaunya ke tubuh Tuan Josh untuk yang kelima kalinya. Itu adalah serangan pertama."


"Apa?"


"Serangan kedua terjadi saat Tuan Josh berada di rumah sakit yang kini telah menjadi puing-puing bangunan. Hah.. Berani sekali mereka meledakkan sebuah fasilitas kesehatan. Bom itu bahkan hampir membuat ku dan Tuan K mati. Tunggu saja sampai kutemukan markas utama mereka!"


Setelah mendengar penjelasan yang kedua ini, Federick pun akhirnya tahu penyebab dari mengapa K dan Q bisa terluka parah beberapa hari yang lalu.


"Dan serangan yang ketiga adalah yang baru saja terjadi."


"Oh Ayolah, Tuan Federick! Tentu saja karena aku sedang berada di tempat kejadian perkara sama seperti sekarang. Kau kira siapa yang dengan susah payah sudah menyelamatkan nyawa Tuan Josh di ketiga kejadian tadi?"


Kenyataan tersebut sontak membuat Federick tak bisa berkata-kata.


Cukup lama pria tua itu terdiam dan sibuk dengan pikirannya sendiri.


Untuk sejenak Federick lupa siapa sosok yang tengah berbicara dengannya sekarang hingga dia menanyakan pertanyaan bodoh seperti tadi.


"Lalu siapa Lucas?"


"Seseorang yang sangat ingin kutemui tentunya."


"Apa? Hah.. Aku tak bisa kehilangan prajurit lagi, Nona Q. Jadi berhentilah bermain-main."


"Itulah poinnya! Maka dari itu, Tuan Josh.."


Q lantas mendekatkan wajahnya lalu berbisik di telinga pria itu.


"Cepatlah bangun dan katakan padaku mengapa Salvador begitu bernafsu untuk menghabisi nyawamu? Apa yang kau ketahui sehingga mereka merasa terancam akan keberadaan mu? Kau pasti melihat wajah dari orang yang telah menyerang mu, bukan? Apa itu Lucas?"


Setelah membisikkan kalimat itu, Q lalu berpaling ke arah pria yang sudah tergeletak tak bernyawa di lantai.


Tercetuslah sebuah ide di benak gadis itu. Q tahu bahwa apa yang akan dia lakukan adalah hal yang sangat berbahaya.


Namun apapun caranya, gadis itu sudah bertekad untuk mengambil resiko demi mendapatkan jawaban dari semua pertanyaannya termasuk supaya bisa menemukan keberadaan Lucas.


Melihat gelagat Q yang terus memandangi jasad itu, perasaan Federick pun tiba-tiba menjadi buruk.


(Mengapa dia terus menatap pria itu? Apa yang sedang dia rencanakan?)