A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Salah Perkiraan



Mata biru Q memandang Edzard dan Arnold secara bergantian yang mengisyaratkan bahwa dia meminta penjelasan pada kedua pria itu.


"Kenapa kau kembali ke sini, Nona Q?"


Q pun mengabaikan pertanyaan Edzard, mendekati pria itu sambil menarik bajunya dan tetap membulatkan mata indah miliknya.


"Jelaskan!"


"Baiklah.. Astaga kau sungguh menakutkan saat marah."


Edzard pun menunjuk tangan Q yang mencengkeram kerah bajunya sehingga gadis itu segera melepaskan Edzard.


"Pertama-tama biarkan aku memperkenalkan mu dengan Tuan Arnold. Dia adalah putra dari temanku yang hari ini memang sengaja ku panggil untuk menyelesaikan persoalan tikus."


"Tikus?"


"Yup! Aku tidak tahu bagaimana, tapi tiba-tiba ada begitu banyak tikus di sini dan aku benci hewan itu! Menjijikkan!"


Arnold lalu berjalan mendekati Q dan mengulurkan tangannya.


"Suatu kehormatan bisa bertemu denganmu lagi nona.."


Pria itu langsung mencium punggung tangan Q sehingga jelas mencerminkan bahwa Arnold memang tertarik pada gadis cantik yang masih memandanginya dalam diam.


"Tuan Arnold adalah seorang zoologist dan sangat ahli di bidangnya. Oh! Sebagai tambahan, dialah orang yang berhasil mendapatkan Lynn yang kau minta."


"Sungguh?"


"Ah.. Rupanya kau benar-benar menyukai Lynn itu nona.."


Arnold semakin takjub melihat mata Q yang menjadi berbinar ketika membicarakan Lynn. Bahasa tubuh gadis itu juga berubah menjadi hangat terhadap dirinya.


"Wah.. Kau sungguh luar biasa karena bisa mendapatkan Lynn yang bahkan tak sembarang orang tahu akan keberadaannya."


Sejenak Q melupakan tujuan awalnya karena pembahasan Lynn. Namun ketika dia melihat darah yang berceceran di lantai, gadis itupun kembali teringat akan tujuannya.


"Tunggu dulu.. Kenapa aku malah membicarakan Lynn? Jelaskan apa yang terjadi!"


Arnold pun tersenyum, Sungguh gadis cantik ini telah menarik perhatiannya dengan mudah. Dia suka semuanya yang ada di diri Q yang bahkan pria itu sendiri tak tahu siapa sosok yang tengah dia kagumi tersebut.


"Bukan takut, jijik!"


"Baiklah, jijik. Lalu ketika aku sedang berusaha menangkap salah satunya, hewan pengerat itu melompat ke arah Tuan Edzard dan seketika langsung mati ketika pria itu menembak tubuhnya dengan pistol."


"Hah? Kau menyia-nyiakan peluru untuk seekor tikus?"


"Berhenti mengejekku, Nona Q.. Tak tahukah dirimu bahwa tikus adalah sarang penyakit?"


Q pun mendengus kesal berpikir bahwa usahanya untuk datang ke tempat ini sia-sia belaka. Dia lalu melirik ke arah Arnold yang tengah tersenyum menatapnya.


(Kemarin dia berada di Astoria, sekarang sudah berada di Mounte. Hmm.. Kebetulan yang aneh..)


"Kenapa? Ada sesuatu di wajahku nona?"


"Tidak."


Gadis cantik itu tanpa sengaja melihat sebuah buku dimana terdapat gambar seorang pria bermata abu-abu pada sampulnya.


Q lalu teringat tentang K yang masih berada di Astoria. Gadis itu juga teringat tentang foto tiga orang pria yang dilihatnya kemarin.


"Ada apa?"


Arnold spontan mengikuti gerakan tangan Q yang memeriksa setiap sisi tubuhnya. Tentu saja hal itu menggambarkan bahwa Q sedang mencari sesuatu.


Nihil. Setelah dengan teliti menelusuri semua kantong di baju yang dia pakai, Q tetap tidak menemukan Elf.


(Ckk.. Sepertinya serangga itu terjatuh!)


Tanpa menunggu waktu lebih lama lagi, Q pergi begitu saja meninggalkan tempat itu.


Bagaimanapun juga dia harus segera bertemu dengan K karena rupanya bukan Edzard target perburuan Salvador selanjutnya melainkan pria lain yang berada di foto waktu itu.


Sayangnya karena memiliki mata yang tajam, Q dengan jelas melihat siapa gerangan pria yang berfoto bersama Edzard dan dia tak mengatakan hal tersebut pada K.


"Aku harus cepat!"