A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Rumah Sakit



K tak menjawab pertanyaan dari Q. Saat ini dia tengah berusaha untuk menurunkan intensitas dari debaran jantungnya supaya gadis yang tengah dia gendong tak melontarkan pertanyaan- pertanyaan lain yang pasti akan semakin menyulitkan K untuk mencari jawabannya.


"Jangan bergelayut, Nona Q! Kau membuatku geli!"


"Hah? Aku sedang mencari posisi ternyaman saat ini. Lagi pula siapa yang tiba-tiba menggendong ku seperti ini?"


K pun berusaha menutupi kegugupannya. Tentu saja pria tampan itu semakin tak bisa menenangkan diri setelah Q semakin merebahkan kepala ke dada bidang sang partner.


Ditambah lagi Q melingkarkan kedua tangannya ke leher K sehingga otomatis hampir seluruh badan mereka bersentuhan.


"Di-diam, Nona Q! Jika kau masih bergerak aku akan menjatuhkan mu!"


"Hei, mengapa kau begitu galak? Aku ini pasien, Tuan K. Untunglah kau bukan seorang dokter. Kalau tidak aku akan mengajukan tuntutan sehingga gelar profesimu dicabut."


"Haish.."


Saat mereka tengah asyik berdebat, tiba-tiba terdengar suara letusan kecil dari dalam rumah sakit.


Tak hanya sekali, letusan itu terdengar berkali-kali hingga dua orang yang kini berada di pintu belakang rumah sakit pun menghentikan langkah mereka.


Q lantas meloncat turun dari gendongan K dan mengabaikan rasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Bukankah itu.."


"Kuharap bukan."


Krieett..


Dihadapan K dan Q tengah berdiri seorang anak kecil yang membelakangi mereka berdua ketika pintu rumah sakit dibuka.


Anak kecil itupun berbalik dan segera membuat K dan Q terperanjat saat mereka menyadari bahwa baju yang dikenakan oleh anak kecil itu dibasahi dengan cairan kental berwarna merah yang bahkan kini menetes di lantai.


Q sontak menangkap tubuh kecil itu saat dia ambruk.


"Hahh.. hahh.. Ka-kak.. Me-mereka bilang a-aku tidak akan merasakan sa.. kit.. Tapi mengapa da-daku sakit sekali.."


..


Entah mengapa kemarahan Q itu mempengaruhi K juga sehingga tanpa berpikir panjang dia segera memakai hoodie serta penutup wajahnya dan pergi menyusuri ruangan rumah sakit.


"Ka-kak.. "


"Sstt.. Tidurlah dengan tenang jagoan. Setelah ini kau benar-benar tidak akan merasakan sakit lagi."


Q lalu mengambil selembar kain yang tergeletak di atas lantai dan menutupi tubuh kecil yang baru saja menghembuskan napas terakhirnya itu.


Dia lalu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh K dan pergi ke arah kamar tempat Josh dirawat.


Prang!


Pria yang baru saja melepas selang pernapasan Josh itupun jatuh terjerembab saat Q yang masuk melalui jendela menendang tubuhnya.


Gadis itupun segera memasang kembali selang pernapasan agar Josh bisa bernapas kembali.


"Aku baru tahu bahwa Salvador itu hanya sekumpulan pengecut yang menyerang orang tak berdaya dan juga membunuh anak-anak."


"Ckkk.. Pengganggu."


Terjadilah pertarungan sengit di ruangan itu. Q pun merasakan bahwa sosok yang saat ini dia hadapi berbeda dari lawan sebelumnya.


Tampak sekali bahwa pria itu menguasai teknik taekwondo sehingga Q harus selalu berhati-hati dengan tendangannya.


Namun taekwondo itu semakin membuat Q melancarkan serangan demi serangan ke arah pria itu sehingga diapun mulai kewalahan.


Brak!


Tubuh pria itu terlempar hingga merusak pintu. Dia lalu bergegas bangun dan berlari untuk kabur.


Hal tersebut membuat Q tak tinggal diam. Kemarahan yang sudah tersulut tadi membuat gadis itu tak akan melepaskan buruannya begitu saja.


"Kembali kesini!"