A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Kejutan



Tanpa diduga pria tersebut sangat cepat saat berlari.


Q tentu tak tinggal diam. Diapun segera mengambil pisau yang terselip di sepatunya.


Gubrak!


Pria itu langsung jatuh terguling saat pisau yang dilempar oleh Q menancap tepat di betisnya.


"Siapa pemimpin kalian?!"


"Kau tentu tak berharap aku akan menjawabnya kan, nona?"


"Tentu. Hal itu sangat mudah ditebak. Karenanya.."


"Argh!"


Teriakan kesakitan pria itu memenuhi seisi lorong rumah sakit saat Q tiba-tiba mencabut pisau yang bersarang di betis sang pria.


Q lalu mengarahkan pisau itu ke arah jagoan kecil milik pria tersebut.


"Bagaimana sebaiknya ku bentuk benda ini? Tetap bulat atau persegi? Ah.. Tapi bentuk asimetris akan lebih menarik."


"Tu-tunggu! Langsung bunuh saja aku! Jangan coba-coba memotongnya atau.."


"Apa? Kau akan membunuhku, begitu? Sebenarnya tuan, ada dua hal dari dugaanmu yang salah. Pertama! Tadinya aku memang bermaksud untuk segera membunuhmu. Tapi setelah ku pertimbangkan, aku lebih suka melihatmu tersiksa dahulu sebelum mati. Yang kedua.."


Q lantas mengambil pisaunya yang lain dan menempatkan dua pisau yang dia pegang untuk menjepit jagoan kecil sang pria.


"Siapa bilang aku akan memotongnya? Justru aku ingin melenyapkan keberadaan nya sampai tak tersisa sehingga kau tak bisa bercocok tanam."


"Cukup main-mainnya, Nona Q."


Q pun menoleh kearah pria yang sudah tak asing lagi baginya.


Alis gadis cantik itu berkerut ketika K muncul dengan membawa pistol ditangannya.


"Aku tak bisa menemukan mayat Toni. Kau yakin dia disimpan disini?"


"Aku yang menyeretnya ke tempat ini, Tuan K. Tentu saja dia berada disini kecuali dia berubah menjadi mayat hidup dan berjalan keluar."


"Hah.. Bantu aku mencarinya."


Dor!


K langsung menembakkan pistol ke arah pria yang tadinya akan dipermainkan oleh Q. Dia lalu memberi isyarat pada sang partner untuk mengikutinya.


"Dasar pria tak berperasaan."


"Lalu apa sebutan untuk gadis yang baru saja akan membinasakan keperkasaan dari seorang pria?"


Q pun tak dapat mengelak. Lama bergelut dengan pekerjaan kotor ini telah membuat gadis itu tak bersimpati terhadap apapun yang terjadi pada targetnya.


(Mengapa rumah sakit ini sepi sekali? Bukankah tadi suasananya ramai ketika aku menyerahkan mayat Toni?)


Q baru menyadari bahwa sedari tadi dia tak menjumpai siapapun di rumah sakit itu selain anak kecil, Josh, dan pria yang ingin membunuh Josh.


Setelah menyusuri ruangan demi ruangan, K dan Q pun sampai di depan ruangan yang sepertinya merupakan aula rumah sakit.


Mereka berdua saling bertukar pandang saat melihat siluet janggal dari dalam ruangan itu.


Walaupun keduanya tak mengucapkan sepatah katapun, namun mereka tahu bahwa apa yang akan mereka temukan di dalam bukanlah hal yang baik.


K lalu membuka pintu aula itu dengan perlahan.


Mata K membulat, begitu pula dengan Q yang sampai ternganga melihat pemandangan di depan matanya.


"Tuan K.. Dari sekian banyak film horor yang telah ku tonton, aku belum pernah melihat hal yang lebih mengerikan daripada ini.."


K tak menanggapi ucapan Q. Dia masih memandangi seisi ruangan aula dimana ternyata di tempat itulah semua penghuni rumah sakit berada.


Namun sayangnya mereka semua kini telah berubah menjadi tidak bernyawa dengan keadaan bersimbah darah.


Sadisnya lagi tubuh mereka ditumpuk satu dengan yang lain membentuk gundukan-gundukan dan tersebar di seluruh ruangan.


Titt!


Belum selesai dengan kejutan itu, sebuah suara mengalihkan perhatian K dan Q disusul dengan ledakan bom yang tiba-tiba meledak sedetik setelahnya.


Boom!