A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Sebuah Rahasia



Sementara Q duduk diam di kursi sambil memainkan sebuah bolpoint, Edzard mulai melakukan tugasnya untuk merawat luka di tangan K.


Sebenarnya pria itu juga tak mengerti mengapa dia mau saja ketika Q memintanya untuk merawat luka pria muda di hadapannya itu.


Namun yang pasti kini Edzard telah selesai memberikan obat dan lanjut membalut perban ke telapak tangan K.


"Jadi kaulah orang yang dimaksud oleh Federick. Hmm.. Sepertinya dia tak sembarangan menunjuk orang untuk menyelesaikan kasus di Astoria. Kau tidak takut?"


"Soal apa?"


"Soal apapun yang akan kau hadapi di sana. Jika yang terjadi di Astoria adalah ulah sebuah organisasi, pasti mereka tak semudah itu untuk dilumpuhkan. Bahkan mungkin nyawamu dan gadis menjengkelkan di sana itu yang akan menjadi taruhannya."


"Nyawa atau apapun itu sudah tak penting lagi bagiku."


"Hmm.. Kau tak punya rasa takut rupanya. Aku rasa pilihan Federick tepat kali ini. Tapi aku penasaran mengapa temanku itu juga meminta bantuan Nona Q? Darimana dia mendapat informasi mengenai gadis itu mengingat dia tersembunyi di sini? Apapun itu aku mengapresiasinya karena telah memilih orang yang tepat!"


"Perkataanmu barusan terdengar seperti sanjungan."


Edzard pun melirik ke arah Q yang kini sudah berdiri dari tempat duduknya. Sungguh gadis itu tak bisa duduk tenang sehingga dia pergi begitu saja dan keluar dari kantor Edzard.


"Hei Nona Q?! Aku peringatkan kau untuk tidak menggoda para prajuritku kali ini!"


Edzard hanya menghela napas setelah gadis itu hanya melambai ke arahnya. Pria itupun lalu mendapati bahwa K masih menatapnya dengan sebelah alis yang terangkat.


"Percayalah Tuan K, gadis itu lebih kuat dari yang terlihat. Satu lagi, dia sangat cerdik! Terlalu cerdik bagiku hingga beberapa kali aku harus menggigit jari karena tak bisa membongkar rahasianya!"


"Rahasia?"


"Apa kau sudah pernah bertarung bersamanya sejauh ini?"


"Ya, semalam."


"Sepertinya begitu."


"Kau tidak penasaran mengapa hal itu bisa terjadi? Maksudku apa kau tidak bertanya-tanya bagaimana caranya dia melumpuhkan mereka dengan begitu cepat?"


K memang tak memperhatikan durasi pertarungan Q semalam. Namun sepertinya pertarungan gadis itu selesai dengan cepat mengingat pria itu melihat sang partner telah bersantai ketika K menyelesaikan pertarungannya sendiri selama kurang dari sepuluh menit.


"Nah.. Kau baru menyadari hal itu bukan? Banyak sekali yang ingin ku ketahui dari gadis itu termasuk bagaimana cara dia kabur."


"Kabur? Maksudmu kabur dari tempat ini?"


"Tepat!"


"Bagaimana bisa?"


"Itulah yang selama ini coba kucari tahu! Entah bagaimana gadis itu melakukannya! Dia bahkan sudah kabur beberapa kali dari dalam sel di malam hari dan kembali di keesokan harinya seolah tak terjadi apa-apa. Mengesalkan bukan?"


(Jadi Q beberapa kali kabur dari penjara?)


"Berjalan-jalan Tuan Edzard bukan kabur."


Edzard dan K menoleh ke arah orang yang sedang mereka bicarakan. Entah sudah berapa lama gadis itu mendengarkan percakapan mereka, namun dia muncul dengan sikap acuh sambil menyelipkan sebuah senjata.


"Nona Q, jangan bilang kau mengambil senjata itu dari salah satu anak buahku."


"Tidak. Dia memberikannya padaku secara tiba-tiba setelah ku ijinkan menyentuh lesung pipiku."


"Lihat, Tuan K? Argh.. Aku tidak tahu lagi! Cepat bawa saja gadis itu pergi dari sini sebelum aku benar-benar gila!"