A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Zoya



Zoya. Seharusnya ke tempat itulah tujuan Q setibanya gadis itu di Astoria seperti perintah dari K sebelum mereka berpisah.


Namun gadis itu lebih memilih untuk mencari Federick di negeri yang begitu luas ini dan mengabaikan perintah K.


"Haish.. Dimana kira-kira letak kantor pria itu? Ugh.."


Tubuh gadis cantik itu terdorong ke belakang ketika tanpa sengaja bertabrakan dengan seseorang.


Orang itupun dengan cepat menarik tangan Q karena mengira gadis dihadapannya tersebut akan jatuh.


"Maafkan aku! Kau baik-baik saja?!"


"Tentu. Oh! Apa kau merupakan penduduk lokal di sini?"


"Iya. Uhm.. Ada apa? Kau terlihat gelisah. Ada yang bisa ku bantu?"


Sejenak Q memperhatikan pria asing itu. Darah agen rahasia mengalir kental di dirinya sehingga Q otomatis akan waspada kepada siapapun yang dia temui.


"Kau memiliki mata yang indah dan mematikan nona. Jadi tolong jangan menatapku seperti itu."


Segera saja Q meremas tangan pria itu ketika tahu bahwa dia memakai kalung dengan liontin yang terukir huruf A di atasnya.


"Astorian?! Kau Astorian?!"


"Be-benar.."


"Katakan dimana aku bisa bertemu dengan Tuan Federick!"


"Untuk apa kau.."


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan sekarang! Katakan saja dimana dia!"


"Zoya! Dia sedang menyelidiki pabrik minuman keras bernama Zoya! Tempat itu berada kurang lebih dua kilo meter ke arah selatan dari sini!"


Langsung saja Q bergegas menuju tempat yang dimaksud.


(Ini bukan kebetulan! Mungkinkah Tuan K sudah tahu siapa target yang sedang diburu Salvador hingga memintaku pergi ke tempat itu?! Ckk.. Harusnya tak ku abaikan perintahnya!)


Gadis itu lalu melemparkan sekantong mutiara hitam di kandang kuda itu sebelum pergi.


Setelah hampir tiga puluh menit menunggang kuda, Q melihat papan nama bertuliskan 'Zoya' pada bangunan megah yang bahkan lebih mirip dengan sebuah aula daripada pabrik.


Q semakin terkejut ketika melihat banyak sekali orang berkumpul di sana. Diapun menghentikan kudanya sambil memperhatikan situasi.


Gadis itu menyadari bahwa semua orang yang memasuki Zoya memakai gaun dan jas rapi seolah akan menghadiri suatu pesta.


"Baiklah.. Setelah kuda, kini aku harus mencuri gaun."


**


"Kau menikmati pestanya tuan?"


Federick pun hanya mengangguk sambil meneguk minumannya.


Selagi menikmati pesta, pria paruh baya itu memperhatikan gerak gerik setiap orang yang hadir di sana.


Mata pria itupun tertuju pada seseorang yang kini membalas tatapannya sambil mengangkat gelas minuman yang dia pegang


Rasa was-was Federick seketika sirna saat menyadari bahwa K berada di tempat yang sama dengannya.


K tahu salah satu pria yang berada di foto waktu itu adalah Federick sehingga sejak kemarin pria tampan tersebut mengikuti kemanapun Federick pergi.


K hanya mengawasi dari jauh karena tujuannya adalah menangkap satu atau bahkan dua orang yang dia lihat di rumah kosong waktu itu.


Namun entah bagaimana, kehadiran K dimanapun akan selalu menarik perhatian para gadis walaupun dia sudah menyamar seperti sekarang.


"Gelas itu hanya pajangan bagimu tuan? Aku lihat kau bahkan tak menyentuh minumanmu sama sekali."


Seorang gadis tiba-tiba saja mengambil gelas yang K pegang lalu dengan lembut meminumkan isinya ke dalam mulut K.


"N-Nona.."


Terlambat. Anggur merah itu telah masuk membasahi kerongkongan K begitu saja walau dia tak menginginkannya.