A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Membalikkan Keadaan



Dor! Dor!


Entah sudah berapa banyak muntahan peluru yang keluar baik dari pistol Peter maupun Josh.


Berulang kali mereka berdua mengisi ulang peluru, namun tampaknya kubu musuh pun telah mempersiapkan peluru yang jumlahnya juga tidak sedikit.


"Sial!"


Kalah jumlah membuat kedua anak buah Federick itupun terpojok dalam situasi yang sama-sama berbahaya.


Dor!


Sebuah peluru menembus paha kanan Josh hingga membuatnya roboh.


Hup!


Dengan gesit Q melompat di depan Josh dimana pistol telah mengarah ke dadanya.


Gadis itu memutar pistol yang dibawa musuh dan sedetik kemudian tubuh pria tersebut roboh bersimbah darah karena tertembak oleh senjatanya sendiri.


"Kau.."


"Oh, hai! Kau baik-baik saja? Aku rasa tidak, melihat celanamu yang telah penuh dengan darah."


Josh tentu merasa heran karena gadis yang ada di hadapannya ini terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja melakukan penembakan.


Ditambah lagi gerak tubuh Q begitu taktis dan efektif yang menandakan bahwa dirinya tak melakukan serangan itu secara asal.


"Siapa kau? Bagaimana kau bisa dengan mudah merobohkan pria itu dalam situasi kritis seperti tadi?"


"Aku tentu dengan senang hati menjelaskan padamu jika kita tidak sedang berperang, tuan."


Q lalu melempar senyum sebelum menerjang sekumpulan pria bersenjata lain yang tengah menghujani Peter dengan peluru.


Gadis cantik itupun segera mengambil pistol dari musuhnya yang telah mati.


Sembari berkelit, Q menembaki para musuh dan hebatnya tak ada satu peluru pun yang meleset.


Hal tersebut membuat Peter ternganga. Dia saja harus bersusah payah untuk menumbangkan satu orang, tapi sebaliknya Q justru bisa membalikkan keadaan dengan mudah hingga hanya menyisakan satu orang.


Tak mau pasrah dengan keadaan, orang terakhir yang tersisa sekonyong-konyong melemparkan pisau ke arah Q yang lalu menancap di bahu gadis itu.


Dor!


Prajurit muda itupun hampir terjatuh saat berjalan mendekati Q dan Peter. Untung saja Q segera menangkap pria itu sehingga tak sampai menyentuh tanah


"Pelurunya tepat mengenai otot tumpuan dari kakimu, tuan. Jadi jangan memaksa untuk berjalan. Dan mengapa kau membunuhnya? Aku bahkan belum sempat menanyakan siapa namanya."


"Karena dia akan membunuhmu jika aku tak mendahuluinya."


"Josh! Astaga kau harus segera mendapatkan pertolongan pertama!" ucap Peter saat melihat darah yang begitu banyak di kaki Josh.


Josh lalu kembali menatap Q yang kini mengangguk setuju dengan ucapan Peter dan memberikan tubuh Josh pada temannya.


"Ikutlah bersama kami, nona. Kau pun harus mendapatkan pertolongan."


Josh menunjuk pisau yang masih menancap di bahu Q dimana tiba-tiba gadis cantik itu menariknya begitu saja yang membuat Josh dan Peter hampir berteriak karena terkejut.


"Sudah, kan? Jadi tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi dan segera obati lukamu, tuan."


Q pun melempar senyum kembali sebelum pergi yang mana kali ini benar-benar membuat jantung Josh berdebar kencang.


Pada detik itu juga sang prajurit tak mengetahui bahwa dia telah jatuh cinta pada gadis yang telah menyelamatkan hidupnya.


**


"Tuan K? Hei.."


K pun berusaha membuka matanya yang terasa begitu berat.


Wangi mawar dari tubuh orang yang tengah menepuk-nepuk pipinya itu menyadarkan K bahwa Q telah kembali.


Pria itupun menatap Q yang entah mengapa dia merasa bahwa sang partner terlihat berbeda.


"Kau sungguh Nona Q?"


"Tentu saja! Apa Tuan Federick menambahkan orang lain dalam tim kita selagi aku bertarung tadi? Siapa yang kau harapkan akan datang kesini kalau bukan aku, Tuan K? Hah.. Aku rasa kau harus minum lebih banyak air putih untuk benar-benar menghilangkan mabuk!"


K pun tersenyum mendengar celoteh Q.


(Benar.. Siapa lagi yang bisa memarahiku dan begitu cerewet selain dia..)