A Tale Of 'K&Q'

A Tale Of 'K&Q'
Merengek



"Fyuh.."


Pria itu lantas menghisap rokoknya setelah membunuh Toni. Setelah itu dia menyeret tubuh tak bernyawa tersebut dan memasukkannya ke dalam perahu yang sudah dia siapkan sebelumnya.


Dengan cekatan pria tersebut meletakkan sebongkah batu berukuran besar di atas dada Toni dan mengikatnya dengan tali.


Kemudian dengan sekali tendangan, tubuh Toni pun ditenggelamkan ke dasar sungai dimana jarang ada penduduk yang berlalu lalang.


Setelah yakin bahwa mayat itu tak akan mengapung, pria berbaju hitam tersebut lantas mendayung perahunya kembali ke tepi sungai.


"Hah.. Satu lagi manusia yang tidak berguna."


Diapun meninggalkan tempat itu ketika mobil jemputannya tiba.


"Hmm.. Lucas.. Aku tahu instingku tak pernah salah."


Q pun segera menghabiskan roti di mulutnya dan turun dari atas pohon. Rupanya sejak tadi gadis itu telah membuntuti Lucas hingga sampai ke tempat ini.


Byur!


Saat Q berada di dalam air, dia cukup kesulitan untuk menemukan jasad Toni.


Air di sungai itu cukup jernih. Namun ternyata di dalam sungai terdapat banyak tanaman semacam ganggang air yang membuat dasarnya tertutup dengan tanaman hijau itu.


(Astaga..)


Setelah mencari cukup lama sambil sesekali mengambil napas di permukaan sungai, Q akhirnya berhasil menemukan tubuh Toni.


Gadis itupun memotong tali yang mengikat tubuhnya dengan batu sehingga jasad itu bisa ditarik ke atas.


"Hah.. Rupanya rasa kemanusiaan mereka telah menghilang." ucap Q sambil menutup mata Toni.


Dia lalu memanggil Elf dan menerbangkannya setelah membisikkan sesuatu.


**


Kriet..


K berjalan perlahan ke arah seorang gadis yang sepertinya tengah tertidur di dalam sebuah gudang kosong. Di sampingnya Lynn pun turut merebahkan tubuhnya yang besar.


"Hei, Nona Q.."


Gadis itu masih bergeming. K langsung menyadari bahwa tubuh sang partner basah kuyup ketika dia mendekati Q. Tangan gadis cantik tersebut juga sedikit gemetar.


Hangat. Itulah yang K rasakan ketika menyentuh tangan sang partner. Dia lalu mencoba menyentuh dahi Q dan benar saja gadis itu tengah demam.


"Kau lama sekali.."


Pemilik dari Lynn itu mengernyitkan dahinya. Dia lalu menyentuh dahi K yang segera ditahan oleh si empunya.


"Apa yang kau lakukan?"


"Wajahmu memerah. Jadi kupikir kau terkena demam."


"Kau yang demam. Mengapa kau tidur dengan memakai pakaian yang basah dan berbaring di atas lantai dingin ini?"


Q pun duduk. Dia hanya menghela napas panjang sambil menatap K dengan mata birunya yang sayu.


"Kau sudah menerima pesanku, Tuan K?"


"Sudah."


"Lalu mengapa kau malah datang ke tempat ini? Rumah sakitnya berada di seberang sana, Tuan K. Kau tak akan menemukan Josh beserta mayat yang ku ceritakan di dalam sini."


Memang K bermaksud untuk langsung mendatangi rumah sakit yang Q ceritakan melalui Elf pada awalnya.


Namun ketika dia melihat Lynn masuk ke tempat ini, pria tampan tersebut tak bisa menahan diri untuk mengikuti hewan buas itu dan seperti yang dia perkirakan pemiliknya pasti sedang berada di tempat yang sama.


"Ayo."


K tiba-tiba menarik tangan Q yang masih terduduk di atas lantai yang dingin.


"Ah.. Kau duluan saja, Tuan K. Aku akan menyusul mu nanti."


"Tidak."


"Ayolah.. Aku sedang malas bergerak. Ditambah lagi sekujur tubuhku terasa sakit, Tuan K."


Hup!


Tanpa mengulur waktu lebih lama lagi, K pun langsung menggendong Q yang membuat gadis itu terkejut.


"Karena itu kau juga harus diperiksa di rumah sakit."


"Tapi.."


"Diam dan jangan merengek."


Q lupa betapa tegasnya K ketika sudah memutuskan sesuatu. Diapun hanya diam ketika K mulai berjalan dengan dirinya yang tengah di gendong di dada pria yang sedari awal telah menarik perhatiannya.


Di sisi lain entah mengapa detakan jantung K semakin cepat dan hal tersebut disadari oleh sang partner.


"Kau punya sakit jantung?"