YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
9



...HAPPY READING^^...


Natasya berjalan menuju meja makan,disana ada Mark yang sudah menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.


"pagi kak melk!"


"pagi Nana"


Natasya terduduk lalu menyimpan tasnya di kursi sebelah.


"kak aku juga pengen jemput papa di bandara boleh ya"ucap Natasya dengan wajah memelasnya.mark menggeleng mantap.


"nggak Nana,kamu mending sekolah bentar lagi kamu ujian loh"Natasya pun memasang wajah cemberutnya lalu mengambil roti yang sudah di oleskan selai oleh kakaknya.mark menatap sekilas adiknya lalu mengacak pucuk rambut Natasya.


"ih jangan di acak kak!ini lama tau nyisirnya!"Mark tertawa ringan lalu duduk di kursinya.


setelah selesai sarapan Natasya dan Mark memasuki mobil untuk segera mengantar Natasya ke sekolah.


"kamu nggak di jemput sama teman kamu lagi?"ucap Mark tiba tiba membuat Natasya bingung.


"hah?maksud kakak?"


"kemarin,kamu di jemput teman kamu kan..pak Budi ngomong sama kakak"Natasya langsung mengingat kejadian semalam.tadi malam ia membalas pesan Ali jika hari ini ia akan berangkat dengan kakaknya,dan Ali pun tak masalah.hufftt untung saja kakaknya free hari ini.


"oh iya kak,pas Nana mau berangkat bareng pak Budi tiba tiba temen Nana datang hehe"


"ya nggak apa apa sih,yang penting Nana selamat.oh iya,tapi kakak baru kali ini loh denger kamu berangkat bareng temen kamu selain rena.emang siapa sih temen kamu ini?"Natasya pun berfikir keras karena selama ini kakaknya tak suka dengan Ali sejak kejadian itu.kenapa Mark bisa tau?ya karena Rena yang cerita.


"ehh...temen tetangga kelas kak,kebetulan rumahnya searah sama kita,dia murid pindahan makanya baru kemarin Nana berangkat bareng dia"


"jangan jangan dia suka sama kamu na"ucap Mark yang masih fokus kedepan.natasya yang mendengar ucapan kakaknya pun terdiam.masa ia Ali menyukainya?lalu bagaimana dengan Cecil?.


"na?"


"eoh?iya kak"


"udah nyampe nih"dan benar saja,mereka sudah ada di depan gerbang sekolah.


"ya udah kak Nana masuk sekolah dulu ya"


"iya yang semangat ya belajar nya"Natasya pun menyalin tangan Mark dan mencium kedua pipi kakak tersayang nya itu.saat baru keluar dari mobil Rena langsung menghampiri Natasya.


"Nana!!"natasnya hampir terjengkang ke belakang kalau saja tidak ada mobil yang menyangga tubuhnya.rena yang melihat Mark di dalam mobil pun tersenyum lalu melambaikan tangannya.


"hai kak Mark!"


"hai Rena,kalau gitu kakak pergi dulu ya"


"iya kak hati hati"Mark pun meninggalkan area sekolah natasya.rena pun langsung menarik tangan Natasya menuju kelas.


"kamu ada utang cerita sama aku"


"cerita?yang mana?"Rena menghentikan langkahnya lalu menatap Natasya.


"k.e.m.a.r.i.n.,sebenarnya dari kemarin aku tuh udah penasaran banget tapi berhubung kemarin aku bantu mama bikin kue untuk arisan hari ini jadi aku lupa.tapi sekarang aku ingat lagi.pokoknya pas di kelas nanti kamu harus ceritain semuanya sama aku"Rena lanjut menarik tangan Natasya untuk segera menuju kelas mereka.


##


"sebenarnya kemarin tuh Nana pergi sama kak Juno buat makan siang,tapi pas pagi nya kan aku sama Ali berangkat bareng tuh,jadi Ali bilang supaya aku pulang bareng dia lagi.nah pas jam istirahat kak Juno chat aku ren kalau dia mau ngajak aku ke cafe KPop!ya aku mau soalnya kan aku suka KPop.terus aku ingat Ali dan nggak tau caranya buat nolak dia"Rena mendengarkan dengan seksama.tapi ia penasaran dengan satu hal.


"kak Juno siapa?baru kali ini aku dengar kamu nyebut nama orang lain selain keluarga kamu"


"kak Juno itu temen kak Mark"jawab Natasya dengan wajah polosnya.


"fix sih ini si Juno itu suka sama kamu deh na,mending sama kak Juno aja dari pada si Ali nggak jelas itu"Natasya terdiam,ia bingung.


"untung aja ya aku halangin Ali kemarin,tau nggak karena Ali aku jadi nggak bisa liat kak Reyhan pulang"Natasya kembali menatap rena.ia jadi teringat kata kata kakaknya kemarin.


"ren"


"hmm?"


"kamu beneran suka ya sama kak Reyhan?"


"kamu ngomong apa sih,ya iyalah suka!untuk apa aku ngorbanin diri aku cari in kodok sore sore coba?"


"kalau seumpama kak Reyhan pindah gimana?"Rena menatap Natasya dengan alis bertaut.


"kata kak Mark sih kak Reyhan bakalan pindah ke London buat lanjut study nya dia"Rena sungguh tak percaya dengan apa yang di ucapkan Natasya.masa dia jadi sad girl lagi.


"tunggu!kok kak Mark tau??"


"ya kak Reyhan itu sebenarnya teman kuliah kak Mark,kemarin juga baru di kasih tau sama kak Mark"Rena pun terdiam sejenak lalu tiba tiba beranjak dari kursinya dan berlari keluar kelas.


"ren mau kemana!"teriak Natasya sambil menatap kepergian Rena,tapi saat Rena menghilang tiba tiba Ali muncul dan tersenyum pada Natasya.


"pagi Nat"mau tak mau Natasya membalas senyum Ali.


"pagi Al"Ali pun masuk,ia terduduk di samping meja Natasya.


"istirahat nanti mau nggak ke perpus bareng aku,soalnya materi disini masih banyak yang belum aku paham,aku mau minta tolong sama kamu Nat karena aku belum akrab sama teman kelas aku"ucap Ali dengan wajah memohon ya.natasya yang memang mempunyai hati yang baik pun ya tentu saja mengangguk.


"boleh kok,nanti aku nyusul ke perpus aja ya,soalnya takut Rena ngamuk lagi"Ali melebarkan senyumnya lalu refleks mengacak rambut Natasya dengan gemas.


"ya udah aku ke kelas dulu"Natasya mengangguk kecil di sertai dengan senyum tipis.ia menatap punggung Ali sampai benar benar hilang dari kelasnya.


##


"udah gue bilang Dev gue nggak mau balikan sama Lo!"


"Jun dengerin penjelasan gue dulu kenapa!gue nggak ada hubungan sama cowok di cafe itu Jun!"


Juno terlihat berjalan dengan cepat untuk menghindari seorang perempuan yang sedang mengejarnya.ia terlihat sangat tidak nyaman karena para mahasiswa sedang menatap mereka.


"Jun!"sang perempuan menarik tangan kanan Juno dan dengan cepat Juno menepisnya.


"apalagi sih Dev!gue itu nggak mau berhubungan lagi sama Lo!Lo tau kan gue tu tulus cinta sama Lo tapi Lo malah ngehianatin cinta gue!"


"ya udah Jun kita perbaiki sama sama hubungan ini ya?"ucap gadis bernama Devina dengan wajah yang memelas.


"nggak Dev!cinta gue sama Lo udah abis dan nggak akan pernah terisi lagi!"dengan langkah tergesa Juno meninggalkan Devina yang mematung di tempatnya.ia menatap tajam ke arah juno.sekarang ia tak bisa membendung rasa malunya karena beberapa mahasiswa kini sedang berbisik bisik di belakangnya.


"awas aja Juno!Lo nggak akan lepas dari gue"ucapnya dengan nada pelan lalu beranjak dari tempatnya.


##


Rena berlari memasuki ruang laboratorium.disana sudah ada Reyhan yang tampak membersihkan peralatan praktikumnya.saat Rena sudah ada di depannya Reyhan pun hanya menatapnya sambil tersenyum kecil.


"hai ren,tumben jam segini ke laboratorium.biasanya jam istirahat"


"kak Reyhan beneran mau pergi ya?"Reyhan menghentikan aktivitasnya lalu menatap Rena lagi.


"emm maksudnya?"


"kak Reyhan mau ke London buat lanjut kuliah?"Rena masih memasang wajah datarnya.sedangkan Reyhan hanya bisa terdiam sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal.


"iya nih lusa kakak bakal berangkat"


Rena menghela nafas sejenak lalu berusaha untuk menahan air matanya.ia tak menyangka pertemuannya dengan Reyhan bisa sesingkat ini,hanya 2 bulan.


"oh..sukses deh kak,Rena cuma mau minta maaf kalau Rena selama ini buat kakak kesal atau pun ke ganggu sama kehadiran Rena setiap istirahat"


Reyhan tersenyum hangat lalu mendekat ke arah rena.ia menatap wajah lesu Rena lalu menunduk mensejajarkan wajah nya dengan wajah Rena yang lebih pendek darinya.kini mereka saling menatap satu sama lain.


"iya makasih ya,sebenarnya kakak tuh seneng banget selama magang disini karena ada Rena yang selalu menghibur kakak.kakak pasti bakal kangen banget sama rena.rena sendiri jangan lupa untuk selalu belajar ya,semangat!"Rena sudah tak bisa membendung air matanya,bersamaan dengan jatuhnya air mata Rena saat itu juga ia langsung memeluk tubuh tegap reyhan.walaupun sedikit terkejut Reyhan masih bisa membalas pelukan Rena dan mengelus punggung bergetar itu.


"kak...jangan lupain Rena ya,kalau Rena kangen Rena bisa kan nelfon kakak?"


"iya boleh..kamu juga harus bisa secepatnya lulus dan kuliah ya!"


"iya kak Rena bakal belajar dengan giat terus bisa kuliah kayak kakak!"Reyhan tertawa mendengar ucapan Rena.pelukan mereka pun terlepas karena bel masuk sudah berbunyi.


"yaudah gih masuk kelas nanti di hukum loh"ucap Reyhan sambil mengusap air mata yang masih menempel di pipi rena.sungguh Rena ingin sekali rasanya menghilang dari depan reyhan.ia takut jika Reyhan mendengar jantungnya yang berdetak kencang.


"aku ke kelas dulu ya kak bye!"


"bye"Reyhan menatap kepergian rena.kalau boleh jujur Reyhan sangat menyukai sifat rena.anak itu sangat aktif dan selalu membuatnya merasa aman,bahagia dan nyaman.tapi ia harus menahan perasaannya karena ia akan meninggalkan Indonesia 2 hari lagi.ia tak ingin membuat hati anak itu sakit karena dirinya yang tak bisa bertanggung jawab atas perasaannya.biarlah untuk saat ini perasaannya ia sembunyikan dulu.jika waktunya sudah tepat ia akan menemui sang gadis ketika ia sudah siap.


##


Huaaa!!!bener bener buntu ini mah:(


Pokoknya ciyuuuuu!!