
...Happy reading^^...
Natasya turun dari mobil Mark setelah mencium kedua pipi kakaknya tersebut.dan disaat yang bersamaan Ali menghentikan motornya di samping Natasya.
"pagi Nat"Natasya sedikit terlonjak dengan kehadiran Ali yang tiba tiba.begitu pun dengan Mark yang menatap mereka di balik kaca jendela mobil.
"pagi Al"
"aku masuk duluan ya ke parkiran"Natasya hanya mengangguk dengan senyum tipis lalu berbalik menatap Mark.
"kalau nanti kak melk ke rumah sakit jemput aku ya!"
"iya bawel,kakak pergi dulu"
"hhm bye!"
Natasya melangkahkan kakinya masuk ke gerbang dan bertemu dengan Ali yang sudah menunggu nya di depan parkiran.
"bareng yuk"
"yuk"Mereka pun berjalan menyusuri koridor bersama sama.
"kamu udah belajar Nat buat ujian sekolah Minggu depan?"
"iya,tapi masih di cicil soalnya materinya kan dari kelas 10"
"aku yakin sih kamu pasti bisa"
"hehe..kamu kan juga pinter Al"
"rencana mau kuliah dimana?"Natasya berfikir sejenak dengan pertanyaan Ali karena papa nya sudah mendaftarkan dirinya di universitas terkenal di Korea.
"ee..aku belum tau Al soalnya yang tentuin papa ku"Ali hanya mengangguk kecil,setelah nya mereka terhenti di depan kelas Natasya.
"yaudah aku masuk dulu ya,soalnya hari ini aku piket kelas"
"ya udah semangat ya belajarnya!"Natasya tersenyum lembut sambil mengangguk kecil lalu masuk kelasnya yang masih sepi.
"oh gitu"sontak Natasya terkaget dengan kemunculan Rena dari balik pintu kelasnya.ia pun mengusap dadanya.
"Rena!!!ngapain sih bikin jantungan aja!"Natasya menatap sahabat nya itu dengan sengit.sedangkan Rena dengan santainya duduk di bangku dan menaruh tasnya di meja.
"masih aja berhubungan sama Ali"Natasya duduk di samping rena dan menyimpan Tas nya di samping.
"kita kan cuma teman ren"
"oh iya ya!kan sudah ada kakak Juno!"Rena dengan senyum menggodanya membuat pipi Natasya sontak memerah.
"ih apa an sih!"
"iya kan bener!nggak usah ngelak kali na,kak Mark tuh nggak bisa bohong sama aku eh lagian ya kalau aku liat kak Juno itu tuh orang nya baik deh terus penyayang gitu"Natasya menatap sahabat nya dengan ekspresi datar.
"bukan kak Mark yang ngasih tau tapi kamu aja yang kepo iyakan!"
"hehe tau aja"
"eh iya tumben rena cepet datangnya,biasanya tuh 10 menit mau bel baru deh buru buru masuk ke kelas"Natasya beranjak dari duduknya lalu mengambil kemoceng untuk membersihkan jendela kelasnya.rena menghela nafas panjang dan beranjak dari duduknya untuk mengambil sesuatu dari lokernya yang berada di belakang tempat duduk mereka.setelah itu ia memberikan sebuah amplop pada Natasya.
"ini apa ren?"
"coba buka"
Natasya membuka amplop itu yang isinya adalah sebuah foto.
"kok kayak kenal ya"gumam Natasya,sedangkan Rena memutar bola matanya karena bisa bisanya Natasya sudah melupakan wajah orang yang sudah menyekapnya di ruang ganti baju.
"masa nggak ingat sih na,ini tuh cewek yang udah nyekap kamu di mall"mata Natasya sontak membulat lalu memperhatikan lagi foto itu.
"iya ren,kok bisa ada di kamu foto nya?"
"ternyata nih ya,dia itu tuh satu fakultas sama kak Reyhan na!"Natasya menutup mulutnya dengan satu tangan saking terkejutnya.matanya mengerjap lucu.
"berarti dia satu kampus ya sama kak Mark sama kak Juno?"
"kok bisa kak Reyhan ngasih foto nya ke kamu"
"semalam tuh aku curhat sama kak Reyhan soal kamu yang di mall itu,terus dia tau kisah cintanya kak Juno sama nih cewek karena emang kan mereka sahabatan bareng kak Mark"Natasya terdiam,berarti cewek ini mungkin mantan Juno makanya ia sangat marah ketika dirinya dekat dengan Juno.
"tapi kamu tenang aja na,mereka udah nggak ada hubungan apa apa lagi kok,dan Juno juga udah peringatan nih cewek buat nggak ganggu kamu lagi"Rena mengusap lengan Natasya berusaha memberikan semangat pada sahabatnya itu.
"makasih ya ren kamu sampai segininya sama aku,tapi aku sama sekali nggak bisa ngasih kamu apa apa,aku cuma bisa nyusahin orang orang"Natasya tertunduk,ia merasa seperti orang yang tak berguna ketika ia di kelilingi oleh orang yang sangat perduli padanya,sedangkan dirinya selalu saja menjadi beban.
"ih jangan ngomong kayak gitu dong na!kamu itu sahabat aku yang paliiiiing baik!terus lucu dan bisa bikin aku ketawa!!"Rena dengan cepat memeluk tubuh Rena dengan erat membuat gadis itu tertawa senang.
"eh tapi aku mau tanya deh"Rena melepaskan pelukannya dan menatap Natasya dengan alis terangkat.
"apa?"
"kamu tuh sebenarnya udah jadian sama kak Reyhan atau gimana?terus sama kak Mark?"tanya Natasya dengan wajah polosnya.rena hampir tersedak oleh ludahnya sendiri mendengar ucapan Natasya.
"kalau boleh jujur na....aku emang udah jadian sama kak Reyhan"Rena dengan malu malu tersenyum sambil tertunduk membuat Natasya kesekian kalinya terkejut dengan mulut sedikit menganga.ia tak menyangka jika sahabatnya itu sudah tidak jadi sad girl lagi.
"benarkah?kamu udah bisa lupain kak Mark ya?"Rena menampakkan gigi rapinya membuat Natasya geleng geleng pelan.
"padahal dulu kamu bucin banget sama kak Mark loh"
"ya lagian kak Mark cuek terus sih!aku kan jadi bete,yaudah aku putar haluan terus deketin sahabatnya hehe"Natasya tertawa mendengar ucapan Rena yang menurutnya sangat fantastik.
"yaudah deh kalau itu yang buat kamu bahagia,kalau gitu bantu aku piket kelas ya"
"ih nggak mau ah!aku mau ke kantin dulu bye!"Rena dengan segera meninggalkan Natasya yang berdiri sambil memegang kemoceng warna warni nya.
"ih Rena!!tega banget sih!!awas ya!"
##
Mark masuk ke sebuah cafe di dekat taman,hari ini ia free karena sudah mendekati hari wisuda,tinggal beberapa Minggu lagi ia akan mengakhiri masa kuliahnya dan bekerja di perusahaan hotel ayahnya.
Ia berjalan menuju kursi yang tak jauh dari pintu masuk dan dekat dengan jendela.laptop yang ia bawa dari tadi ia buka dan mengetikkan sesuatu disana.tak berselang lama ketikannya di laptop terhenti ketika melihat anak Miss Ratna yang berjalan masuk ke cafe bersama seorang pria.mark dengan cepat menutup wajahnya dengan kertas menu yang ada di depannya dan mengintip sedikit ke arah 2 orang yang baru saja tiba.seketika Mark mengerutkan keningnya ketika pria itu merangkul gadis yang sudah lama di dalam pikirannya.
"pria itu terlihat lebih tua darinya,apa mereka berpacaran?atau dia mengencani duda"batin Mark sambil memperhatikan mereka dari kejauhan.dan setelah pesanan mereka datang 2 orang tersebut duduk tepat di depan meja Mark.
"hufft hari ini panas sekali Daddy,kenapa Daddy tak memesan minuman yang segar segar"
"loh putri lupa ya kalau Daddy ada diabetes"
"eh!putri lupa Daddy maaf ya!Daddy sih jarang pulang jadi putri lupa deh"
Mark masih menutup wajahnya dengan kertas menu sambil mendengar baik baik percakapan 2 orang tersebut,sebenarnya ia sedikit cemburu melihat kedekatan mereka.dan tak lama berselang,Miss Ratna mendekati meja mereka membuat Mark makin membulatkan matanya.mark berpikir jika gadis itu akan di marahi habis habisan oleh sang mama karena mengencani pria bule tua.
"hai sayang udah lama nunggu?"
"nggak kok ma"Mark melihat Miss Ratna memeluk dan mencium kedua pipi pria bule itu.matanya pun makin membulat lucu.
"tadi Daddy jetlag sedikit ma,makanya putri ajak ke cafe aja dulu buat istirahat"
"oh iya nggak apa apa kok sayang,kasian Daddy juga kan karena baru pulang dari Aussie,Asti cape banget ya dad"
"iya nih ma,abis ini mama langsung pulang bareng kita kan?"
"iya dong dad"3 orang itu pun saling bercanda dan melepas rindu satu sama lain.sedangkan Mark hanya bisa terdiam memikirkan pikiran bodohnya tadi yang mengira gadis impiannya itu berkencan dengan lelaki tua.
"hampir saja jadi sadboy"gumam Mark lalu tersentak mendengar dering ponselnya yang berada di saku celananya.
panggilan masuk dari Rena membuat Mark mengerutkan keningnya.
"halo"
"....."
"apa!!!"
##
Ciyu next chapter!!^^