YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
6



...****Happy reading****...


Natasya terduduk di kursinya seorang diri,sedangkan Rena sedang mengunjungi sang pujaan hati di ruang laboraturium.keadaan kelas pun sepi karena sedang ada jam kosong membuat semua murid di kelas IPS 1 keluar dari kelas untuk sekedar mencari makan atau hal yang lain.Disela sela termenung nya tiba tiba ponselnya berdering yang membuatnya terkaget.


mata nya membulat sempurna serta senyuman terukir di wajahnya.itu adalah notifikasi chat dari Juno.


'Nana lagi apa?'


^^^^^^'lagi diam aja kak soalnya jamkos''^^^^^^


'Owalah jamkos ya^^'


^^^'kalau kak Juno lagi apa?emang nggak ada jadwal kuliah ya?'^^^


'dosen nya juga nggak ada nih,nanti pulang sekolah Nana sama siapa?'


Sejenak Natasya terdiam mengingat tadi pagi ia berangkat dengan ali.ia tak tau harus jawab apa.


^^^'di jemput pak Budi kak''^^^


'gimana kalau kakak jemput aja,di dekat kampus kakak ada cafe baru bergaya KPop pasti kamu suka deh'


Natasya tersenyum senang saat Juno tau apa yang ia sukai.


^^^'iya deh kak nanti Nana tunggu di depan sekolah ya''^^^


'ok deh cantik..chat kakak ya kalau udah mau pulang'


^^^'okeee''^^^


Natasya merasa pipi nya memerah sekarang,kenapa Juno sangat pintar membuatnya salting seperti ini.tapi tunggu...Natasya seperti Dejavu.


Flashback 2 years ago....


Natasya menyenderkan punggungnya di tembok perpustakaan.hari ini tak banyak murid yang berada di perpustakaan,dan ia sendiri pun datang ke perpustakaan bukan untuk membaca melainkan menatap diam diam seorang siswa yang sedang duduk di kursi paling sudut yang sedang membaca buku dengan kacamata yang bertengger di hidung Bangir nya.natasya sendiri berada di sela sela rak buku sambil berpura pura membaca sebuah kamus bahasa inggris.ia pun selalu curi curi pandang ke arah siswa yang berpapan nama kan ALIGAR DIRGANTARA.senyum tipis nya terukir saat Ali memperbaiki kacamatanya.melihat Ali dari jarak jauh seperti ini sungguh membuat kupu kupu di dalam perut Natasya berterbangan tak tentu arah.setiap hari ia akan salting ketika berpapasan ataupun sekedar menatap Ali dari jarak jauh.


Flashback end..


Natasya menghembuskan nafas nya pelan,lagi lagi ia teringat masa lalu.padahal ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan kejadian masa lalu dan hidup lebih baik di kehidupan yang sekarang ataupun yang akan datang.natasya ingin lebih fokus bersekolah agar ia bisa menggapai cita citanya .


"Nat!"


Natasya tersentak dengan suara yang tiba tiba masuk ke pendengarannya.ia pun menatap keluar kelas dan mendapati Ali yang sedang melambaikan tangan sambil tersenyum.sekali lagi Natasya ikut terbawa suasana melihat senyum manis ali.astaga dasar plin-plan gadis Gemini satu ini,ia tak sadar jika ia tengah membalas senyuman Ali.


"Natasya di cari in tuh,malah bengong nih anak"salah satu teman Natasya menepuk pundaknya dan sukses membuat Natasya sekali lagi tersentak.


"eh..i .iya"Natasya segera berdiri dan menghampiri Ali yang sedari tadi berdiri di depan pintu kelasnya.


"ada apa Al?"


"aku mau ngajak kamu ke perpus,aku pengen bicarain sesuatu"


"kenapa nggak disini aja ngomong nya,kelas aku juga lagi sepi kok"


Ali pun berpikir sejenak,alasan ia mengajak Natasya untuk ke perpus adalah untuk menghindari Rena,karena jika ada Rena ia pasti tak bisa berbicara empat mata dengan Natasya seperti saat ini.


"nggak Nat,aku lebih nyaman kalau di perpus..tapi kalau kamu mau sih aku nggak maksa kok"


Sejenak Natasya berfikir,mumpung Rena lagi ngapel tidak ada salahnya ia menerima ajakan Ali untuk saat ini.


"boleh deh"senyum Ali pun terukir.


##


Mark memarkirkan mobilnya di sebuah toko bunga di pinggir jalan,toko itu sering kali ia kunjungi dengan Natasya ketika mereka ingin berziarah ke makam sang ibu.Dengan langkah ringan Mark memasuki toko tersebut sambil melihat lihat bunga.


"ada yang bisa di bantu tuan?"Mark menoleh dan mendapati seorang gadis cantik dengan rambut di kuncir sedang tersenyum padanya.sejenak ia terdiam dan terpaku membuat si gadis bingung.


"hah?eum eh saya mencari Miss Ratna,apa dia sedang di toko?"


"oh..mama,dia sedang tidak ada tuan tapi saya yang menjaga toko sekarang kalau tuan ada perlu saya bisa membantu"ucap gadis itu dengan lemah lembut.


"aku ingin sebuket bunga mawar putih seperti biasa"


"oh?anda tuan Mark?"Mark tersenyum


"mama selalu bercerita tentang anda dan adik anda,baiklah akan saya siapkan dulu anda bisa duduk di sebelah sana"


"baiklah"


Mark berjalan ke arah meja yang berada di sudut ruangan sedangkan gadis tadi berjalan ke arah mejanya untuk menyiapkan bunga pesanan Mark.


Disela sela menunggunya Mark menatap diam diam gadis yang sedang merangkai bunga tersebut.ini pertama kalinya ia melihat sang gadis setelah beberapa tahun sebagai pelanggan toko bunga tersebut.


"ini bunganya tuan"sang gadis menghampiri Mark sambil membawa sebuket bunga mawar putih.


"oh iya"dengan cepat Mark berdiri dan meraih buket bunga tersebut lalu memberikan kartu kredit.sang gadis pun menerimanya lalu berjalan menuju meja kasirnya.


"terima kasih sudah menjadi pelanggan setia mama,hati hati di jalan tuan"ucap sang gadis sambil memberikan kartu kredit Mark dengan senyuman,Mark membalasnya dengan senyum manis pula.


"iya sama sama ,kalau begitu saya permisi dulu"


"iya"Mark meninggalkan toko tersebut menuju ke kediamannya.


##


Bel pulang telah berbunyi,kini Natasya terdiam sambil menatap Rena yang sedang bersiap siap untuk pulang.rena yang sadar akan diamnya Natasya pun mengerutkan keningnya.Sejujurnya Natasya ingin sekali meminta bantuan Rena tapi ia juga tak mau Rena banyak tanya.


"kenapa na?"


"Ren,Nana hari ini ada janji sama orang tapi Nana nggak mau ketemu Ali,sedangkan Ali udah nunggu Nana di depan kelas buat pulang bareng"ucap Natasya dengan wajah memelasnya.rena pun hanya bernafas kasar.


"Nana mau minta tolong Rena buat bikin Ali nggak liat Nana ya,soalnya udah ada yang nunggu Nana di gerbang"Natasya menggigit bibirnya, dalam hati ia berucap mudah mudahan Rena kali ini tak banyak tanya.


"tenang na kalau itu biar Rena yang urus"dengan langkah cepat Rena menuju pintu kelas dan mengintip.dan benar saja Ali sedang berdiri di depan kelas nya sambil memainkan ponsel.rena menyipitkan matanya lalu berbalik.


"na sini deh"natasnya pun mendekati Rena yang sedang mengisyaratkan untuk diam.


"nanti kalau aku udah ke bawah bareng Ali kamu langsung keluar juga ya lewat tangga yang sebelah sana aja"Natasya mengangguk cepat sambil melebarkan senyumannya.ia pun langsung memeluk Rena dengan erat.


"makasih ren"


"iya!yaudah kamu siap siap aku mau keluar dulu"


Rena pun keluar dari kelas dan bertemu dengan ali.sedangkan natasya ia bersembunyi dan mengintip di balik pintu kelas.tak lama ia melihat Ali dan Rena turun ke bawah.ia pun dengan cepat berjalan menuju tangga sebelah untuk keluar melalui pintu gerbang.Natasya mencari cari keberadaan Juno di kerumunan murid murid SMA taruna yang melewati gerbang.sedang di tempat lain Juno melihat ke arah Natasya yang seperti orang kebingungan.ia pun tersenyum dan menghampiri gadis itu.


Natasya tersentak,tangannya tiba tiba di tarik dan di bawa ke tempat yang agak luas.kalian bayangkan saja betapa sesaknya Natasya di antara lautan manusia itu.apalagi Natasya berbadan kecil dan pendek.


"Kak Juno??"mereka tiba di samping mobil Juno,dan Juno pun segera melepaskan genggaman tangannya karena sudah mulai salah tingkah lagi.natasya tersenyum melihat perlakuan Juno yang tadi,sungguh gentleman sih seperti di dalam novel yang pernah ia baca.


"maaf ya kakak langsung narik kamu soalnya takut kamu jatuh"


"hehe nggak apa apa kok kak,oh ya kita jadi kan ke cafe yang kakak janjikan tadi"Natasya sungguh bersemangat membuat Juno dengan reflek mengusap pucuk kepala Natasya.


"iya dong!ayo berangkat"Juno langsung membukakan pintu untuk Natasya yang membuat pipi chubby gadis itu merona.oh tidak jangan sekarang Natasya!setelah mereka berdua sudah di duduk di kursi masing masing Juno langsung melajukan mobilnya meninggalkan SMA taruna.


##


Oh tidak otak ku mulai buntu lagi😓


Ciyuuuuuuu^^