YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
46



...Happy reading^^...


Natasya dan Juno kini berada di taman dekat kota,mereka tidak jadi untuk makan di cafe dan berujung membungkus makanan untuk di santap di taman tersebut.


"kakak ada masalah ya?kok dari tadi diam aja?"ucap Natasya sambil menatap wajah lelah juno.ia sedikit khawatir dengan pria itu karena memang sedari tadi Juno hanya terdiam walaupun sedikit tersenyum jika Natasya berkata sesuatu.


"nggak kok,kakak cuma lelah aja"


"kakak cape bangat ya?yaudah aku suap aja ya nih aaaa"Natasya menyendokkan makanan ke arah Juno dan Juno pun menerimanya dengan baik.


"kakak harus banyak makan,saat seperti ini tenaga harus selalu prima"Natasya mengaduk makanan tersebut sehingga tidak sadar jika Juno dari tadi menatapnya.


"aku tuh nggak mau kakak juga sakit,cukup Nana aja yang pernah bikin kakak repot jagain nana.nana nggak mau liat kakak sakit kayak Nana"Natasya mulai menyendokkan lagi ke arah Juno tapi kali ini ia terdiam karena Juno masih terus menatapnya.


"kenapa kak?"Juno tersenyum lembut lalu menerima suapan Natasya.


"kakak cerita ya sama Nana siapa tau Nana bisa bantu"seketika tangan Juno menghentikan pergerakan Natasya yang sedang mengaduk makanannya.ia menatap gadis itu dengan intens membuat Natasya menjadi salah tingkah.


"kok aku terus sih yang di suap"ucap Juno lalu mengambil sendok di tangan Natasya dan menyuapinya juga.natasya sontak tersenyum manis ke arah Juno walaupun kini mulutnya penuh dengan makanan.


"kakak tuh obatnya cuma 1 klu lagi badmood"


"apa tuh kak?"


"kamu"pipi Natasya sontak memerah mendengar ucapan Juno membuat sang pria gemas dan langsung mencubit pelan pipi Natasya.


"kakak bisa aja deh gombalnya,di ajarin sama siapa?"


"kakak kamu"seketika tawa Natasya pecah.bisa bisa nya Juno berguru dengan Mark yang kalau dekat cewek langsung menghindar.


"kok ketawa?"


"ya lagian kakak sih masa sama kak Mark,kak Mark aja kalau ada cewek yang deketin dia langsung menghindar"


"ih tapi bener kok,semenjak kakak kamu itu dekat sama si putri dia jadi lebih cringe tau nggak"


"masa sih?"


"iya!kamu harus percaya sama kakak"


"iya iya deh aku percaya,yaudah sekarang giliran aku yang nyuapin kakak lagi"


##


Rian yang memang mempunyai hati yang baik tak pernah sungkan untuk menolong sepupunya itu.tapi memang kebaikan Rian sering di manfaatkan oleh devina.bahkan pada saat Devina terbukti bersalah pun ia meminta Rian untuk membantunya membalaskan dendam.


Tapi Rian tetaplah Rian,ia selalu bersikap logis.ia memang menyayangi Devina seperti adiknya sendiri tapi untuk melakukan tindak kejahatan ia akan menolak mentah mentah.keluarga Rian adalah keluarga yang terpandang dan juga salah satu yang tersohor di surabaya.tapi Rian sendiri hanya ingin menjadi dosen membuat sang ayah murka dan mengusir Rian dari rumah.alhasil sekarang ia tinggal di apartemen dengan jeri payahnya sendiri.tak jarang ibunya menelpon untuk sekedar menyuruhnya pulang.


Rian selesai membersihkan dirinya,ia lantas keluar dari kamarnya untuk segera membuat makan malam.tapi saat ia tengah sibuk memotong motong bawang tiba tiba ponselnya berbunyi.keningnya mengerut karena tidak biasanya ada yang menghubunginya di jam jam seperti ini.


Lagi lagi keningnya mengerut ketika nomor baru menghubunginya.


"halo?"


"halo benar ini atas nama pak Rian Wijaya?"


"iya ini saya sendiri"


"maaf mengganggu waktunya sebentar pak,kami dari pihak kepolisian yang menangani kasus Devina Sanjaya ingin mengabarkan jika saudari Devina Sanjaya telah di nyatakan meninggal dunia"


Seketika Rian terdiam,ia tidak salah dengar kan?atau dia sedang bermimpi.


"halo pak,anda masih disana?"


Rian langsung mematikan ponselnya dan bergegas mengambil jaket dan segera keluar dari apartemennya.


##


Mark membuka pintu kamar Natasya dan menampakkan gadis itu tengah berdiri di depan lemari bajunya.natasya yang menyadari kehadiran Mark pun tersenyum lalu menghampiri sang kakak dan memeluknya.


"kakak pasti capek ya udah kerja seharian"ucap Natasya sambil menatap wajah lelah kakaknya itu.tapi ada satu yang membuat Natasya langsung terdiam,mata kakaknya bengkak dan memerah.


"kakak?kakak kenapa?hah?kakak nangis?"Natasya menangkup kedua pipi kakaknya itu dengan wajah khawatir.tapi Mark masih diam lalu memeluk adiknya dengan erat.natasya pun di buat bingung oleh kakaknya sendiri walau ia membalas pelukan kakaknya.


"kak?"


"kakak di tinggal na"Natasya mengerutkan keningnya bingung.siapa yang meninggalkan kakaknya itu.


"Kakak bicara apa?siapa yang tinggalin kakak?"


"putri"


##