
...Happy reading^^...
Juno memarkirkan mobilnya di pinggir jalan.ia lalu keluar dari mobil dan celingak celinguk mencari keberadaan Kirana.
"Juno!"Juno berbalik dan melihat Kirana yang berada di salah satu rumah warga sedang terduduk sambil membawa tas ranselnya.ia melihat Kirana berpamitan dengan pemilik rumah tersebut dan menghampirinya yang sedang berdiri di samping mobil.
"aku nggak nyangka kamu mau datang jemput aku"ucap Kirana dengan wajah berseri serinya.sedangkan Juno hanya berdehem lalu membukakan pintu untuk kirana.setrlahnya Kirana masuk dengan wajah datar karena reaksi yang di berikan Juno tak sesuai ekspektasinya.
"kalau bukan untuk mama dan kelanjutan hidup keluarga gue,nggak bakalan gue mau nebeng sama nih cowok sok cool"batin Kirana lalu kembali tersenyum saat Juno sudah ada di sampingnya dan menjalankan mobilnya menuju rumah Kirana.
Didalam mobil tidak ada yang memulai percakapan karena Kirana sibuk dengan ponselnya dan Juno fokus menyetir.hingga akhirnya Juno membuka suara karena ia merasa Kirana baik baik saja dan tak seperti apa yang di ceritakan oleh mamanya.bahkan sekarang Kirana senyum senyum sendiri sambil menatap ponselnya.
"memangnya lo sakit apa?"tanya Juno masih fokus ke depan,sedangkan Kirana langsung melunturkan senyumannya dan langsung memperbaiki posisi duduknya.
"sakit perut,kayaknya diary deh"Juno tersenyum miring mendengar ucapan kirana.ia tau jika gadis itu berbohong,mana ada orang sakit wajahnya berseri seri seperti itu.juno merasa telah di tipu dan sangat menyesal telah mengiyakan permintaan mama nya kirana.
"oh iya,cewek yang datang ke rumah kamu kemarin itu siapa?pacar kamu ya?"
"bukan"
"terus siapa?"
"calon istri"jawaban Juno sontak membuat Kirana langsung melempar pandangannya ke arah luar jendela.
##
Natasya sedang menonton tv di ruang tengah sambil bermalas malasan.ia sedang menunggu sang kakak yang berjanji akan membawa banyak Snack untuk menemani mereka nonton film.tapi ini sudah jam 5 dan kakaknya belum juga pulang membuatnya menghela nafas pasrah.ia pun tak sengaja melihat Arya yang sedang berjalan dari arah luar sambil membawa ember dan selang air berukuran sedang.
"Arya"sontak Arya terhenti lalu mengangguk sambil tersenyum.
"iya non"Natasya berdiri dan menghampiri Arya dan menatapnya dari bawah sampai atas.
"kamu abis ngapain?"
"itu non..eh nyuci mobil"seketika mata Natasya membulat dan tertawa lepas yang membuat Arya makin bingung.
"kamu nyuci mobil?padahal kemarin pak Budi udah nyuci Arya..haduhh"Natasya menepuk jidatnya.tak habis pikir dengan keponakan bibi Tina ini.padahal kemarin Arya juga yang membantu pak Budi untuk mencuci mobil.
"hehe saya nggak ada kerjaan lagi non jadi nyari kerjaan lain dari pada nganggur"Natasya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Arya yang sangat polos itu.
"nggak Arya,kalau pekerjaan kamu udah beres yaudah jangan ngerjain sesuatu yang bukan kerjaan kamu,kecuali orang lain minta tolong ya baru kamu bantu ya,kan kerjaan kamu itu di dapur bantuin bibi Tina"
"kakak pulang"Natasya yang mendengar kakaknya pun langsung berlari ke ruang tamu sambil menampakkan senyum manisnya.sedangkan Arya langsung masuk ke area dapur untuk menyimpan ember dan selang tadi.
"kak melk!"pelukan Natasya di sambut hangat dan erat oleh mark.ia sangat merindukan adiknya itu hingga ia sendiri tak sadar jika memeluk adiknya terlalu kencang.
"kak melk Nana sesak!"Mark melepaskan pelukannya dan tertawa bodoh.
"kirain kak melk lupa sama janjinya"
"nggak dong sayang,ini kakak bawa banyak cemilan.kita langsung ke kamar kakak yuk"
"oke Deng"Natasya langsung mengambil 1 plastik yang di tangan Mark lalu berjalan beriringan dengan kakak tersayangnya itu sambil sedikit bercerita tentang hari ini.
##
Dan kini setelah Mark sudah bebersih dan mengganti baju yang lebih nyaman mereka berdua pun duduk di sofa sambil menatap layar monitor yang menampilkan film horor yang sedang booming.natasya yang menyender di dada kakaknya pun makin nyaman dengan adanya Snack dan berbagai macam coklat yang di belikan Mark.
"jangan banyak banyak makan coklatnya nanti gigi kamu ompong loh"
"ih kan Nana sering sikat gigi kalau mau tidur"Mark tersenyum melihat wajah Natasya yang menekuk walaupun kini lampu kamarnya padam dan hanya ada pencahayaan dari monitor.
"si Arya gimana kerjanya?"
"baik kok kak,dia juga rajin"
"bagus deh,biar kerjaan bibi Tina nggak terlalu berat juga.apalagi ngurusin kamu nih"Mark mencolek hidung adiknya itu dengan gemas lalu kembali mengusap rambut Natasya.
"Nana kan udah gede bisa urus diri Nana sendiri"
Mark hanya tersenyum,entahlah tapi setelah ia melihat Juno dan seorang gadis yang tak dia kenal tadi ia jadi kepikiran Natasya.
"na"
"hhm?"
"kamu masih komunikasi kan sama Juno?"
##