YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
47



...HAPPY READING^^...


Mark tertidur di pelukan Natasya,setelah bercerita tentang kejadian di restaurant tadi ia menangis dan cukup lelah.alhasil Natasya yang tak tega melihat kakaknya seperti itu pun memeluknya dengan penuh kasih sayang.natasya sendiri baru kali ini melihat kakaknya jatuh cinta kepada seorang gadis begitu dalam.sungguh ia tak ingin kakaknya seperti ini.ia tak mengerti kenapa tiba tiba putri mengatakan jika ia akan pergi dan tak akan kembali lagi.


Natasya menatap wajah Mark yang ada di pelukannya,kakaknya itu sebenarnya sangat manja.hanya saja itu tertutupi dengan sikapnya yang dingin kepada orang lain selain keluarganya.


"aku harus ketemu sama kak putri"gumam Natasya lalu menaruh kepala Mark dengan pelan ke bantal yang ada disampingnya.ia beranjak dari ranjangnya dengan sangat hati hati agar kakaknya tersebut tak terbangun.


##


Natasya sudah tiba di depan toko bunga mama nya putri.toko itu tampak sepi dan ada tulisan closed di salah satu jendela.tapi saat ia menatap ke segala arah tiba tiba mama putri keluar dari toko tersebut dengan sedikit buru buru.


"Tante?"mama putri sontak berbalik dan menatap Natasya dengan senyum ramah.


"eh nak Natasya,tumben sayang kamu udah baikan?"


"iya Tante,em..Tante cepat banget tutup nya"


"iya nih sayang Tante mau cepat cepat pulang ke rumah soalnya putri udah nunggu"


"kalau gitu aku boleh ikut Tan?aku pengen ketemu sama kak putri"


"oh iya ayo bareng tante saja"Natasya mengangguk lalu menghampiri pak Budi yang sedang duduk di dalam mobil.


"pak Budi nanti jemputnya di rumah kak putri ya nanti aku shareloc"


"oh iya non baik"


Natasya segera berlari ke arah mobil mama putri dan masuk ke dalam.mobil itu melaju meninggalkan toko.


##


"ayo sayang masuk"Natasya mengikuti langkah mama putri.ia pun duduk di sofa setelah Ratna mempersilahkannya duduk.


"Tante panggil putri dulu ya,kayaknya dia lagi siap siap juga"Natasya hanya mengangguk kecil sambil berfikir.kenapa putri bersiap siap?bukankah dia juga baru saja tiba dari hotel?.


Setelah 5 menit menunggu putri pun datang membuat Natasya langsung berdiri menghampirinya.ia menatap penampilan gadis lembut itu dari atas sampai bawah.


"kak putri mau kemana?"tanya Natasya membuat putri hanya diam lalu tersenyum kecil.ia menarik gadis itu untuk masuk ke kamarnya.


Setelah menutup pintu ia pun mengajak Natasya untuk duduk di pinggiran kasurnya.


"aku minta maaf Nana"


"kenapa kak putri minta maaf?memangnya kak putri salah apa?"


"apa kak Mark udah cerita sama kamu?"Natasya perlahan mengangguk membuat putri menghela nafas panjang.


"ini bukan mau aku na,ini bukan kehendak aku dan aku juga tidak mau memperdalam perasaan ini.aku tidak mau suatu saat nanti aku tidak bisa melupakan kakak mu yang sangat baik padaku.aku tidak mau dia terluka terlalu dalam dengan menyukai ku.aku tidak bisa melihatnya sedih seperti itu"Natasya mendengarkan dengan baik ucapan putri,dan baru kali ini juga ia mendengar putri berbicara panjang lebar seperti itu.


"tapi kak...kak Mark udah terlanjur sayang sama kakak"putri terdiam mendengar ucapan natasya.sebenarnya ia sudah tau dan sangat paham jika Mark begitu menyukai dan mencintainya.karena perlakuan manis pria itu membuatnya seperti melayang.tapi di lain sisi ia tak ingin membuat pria yang di cintai nya itu merasakan sakit yang begitu dalam jika ia tau putri mengidap penyakit serius.


"siang tadi kita makan di restaurant dan kak Mark terlihat sangat bahagia,kita memang jarang bisa jalan berdua karena kesibukan masing masing walaupun kita satu perusahaan.tapi aku bisa lihat di kedua mata kak Mark jika ia sangat senang.tapi aku hanya bisa membuat senyum itu luntur dengan sikap ku yang terlalu plinplan na"


"maksud kak putri apa?"


Putri tiba tiba membuka laci yang berada di samping ranjangnya.ia memberikan amplop cokelat itu ke natasya.natasya membuka nya dan terkejut melihat isinya.ia pun menatap putri dengan mata yang berkaca kaca.


"kak?....ini...beneran?"putri hanya mengangguk sambil tersenyum,tapi mata nya tak bisa berbohong.kedua mata beningnya berkaca berkaca kaca.


"aku leukimia na,dan udah stadium 2.malam ini aku akan berangkat ke London untuk nyusul Daddy disana.aku akan berobat disana sampai sembuh atau.....sampai aku udah nggak ada lagi"


Natasya langsung memeluk tubuh kurus putri dengan erat,air matanya langsung jatuh begitu saja mendengar ucapan putri.


"nggak kak!!kakak jangan bilang kek gitu!kakak pasti sembuh!Nana yakin kakak pasti sembuh"putri juga tak bisa menahan air matanya.ia tersenyum karena ia bisa bertemu dengan keluarga Mark yang sangat menyayanginya.walaupun mereka tak ada hubungan darah,tapi ia bisa merasakan kehangatan keluarga Mark.


"makasih ya na,makasih karena udah ngasih semangat buat kakak"Natasya melepaskan pelukannya lalu menatap putri dengan lekat.


"kak Mark udah tau?"putri menggeleng.


"aku nggak mau ngasih tau dia na,aku takut dia sedih"


"tapi kak,kak Mark udah sedih banget sekarang!dia harus tau kalau kakak mau pergi"


"jangan na!jangan kasih tau kak Mark,aku nggak mau dia lihat aku pergi,aku nggak bisa"Natasya terdiam menatap putri.di lain sisi ia kasihan kepada pada Mark karena begitu sedih,tapi dia juga tidak tega melihat putri yang memohon padanya.


"aku cuma bilang sama dia kalau aku mau ke London besok pagi,aku nggak mau jujur sama dia na,aku nggak sanggup"Natasya menghela nafasnya pasrah.ia sungguh dilema sekarang,oh tuhan beri Natasya petunjuk.


##