YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
32



...Happy reading^^...


Rena memasuki rumah Natasya saat bibi Tina telah membukakan pintu untuknya.malam ini ia sengaja tidak memberitahukan Natasya jika ia ingin menginap,katanya surprise.


Saat ia ingin hendak naik ke atas kamar Natasya tiba tiba ia melihat sosok laki laki asing yang berjalan dari arah dapur ke arah belakang rumah.


"itu siapa?"gumamnya lalu melanjutkan langkahnya.


Natasya tampak rebahan di kamarnya sambil membalas pesan pesan Juno,ia tampak sangat rindu dengan lelakinya itu.padahal baru 2 hari mereka tidak bertemu,maklum ya kan yang bucin.


tapi Natasya harus di buat terkejut dengan ketukan pintu nya yang sangat keras membuat Natasya menyerngit bingung.ia pun bangun dan membuka pintunya saat ketukan itu berhenti.disana ia bisa melihat wajah Rena yang tersenyum bodoh dengan piyama bergambar buah strawberry.


"loh Rena?kenapa nggak ngabarin kalau mau kesini"


"biar surprise!udah ah gue mau rebahan dulu nih"Rena langsung memasuki kamar Natasya lalu menyimpan barang barang nya di sofa,dan dengan kebiasaan nya ia langsung berbaring di sisi ranjang yang lain.


"ada apa nih segala surprise,pasti di rumah nggak ada orang ya"


"ada kok mama sama papa"


"terus?"Rena memperbaiki posisinya lalu menatap Natasya.


"Lo ada keluarga yang lain yang gue nggak tau ya?"Natasya menautkan alisnya bingung,ini kenapa temannya jadi random seperti ini.


"nggak ada kok"


"tadi gue liat cowok di bawah,ganteng lagi"ucap Rena dengan wajah datar membuat Natasya menghela nafas jengah.


"itu Arya keponakan bibi Tina,dia kerja disini mulai tadi pagi"


"dia nginap disini?"


"iya,soalnya di rumah bibi Tina kamarnya cuma 1"Rena hanya mengangguk kecil lalu kembali rebahan dan bermain ponsel.natasya mengerutkan keningnya dan melemparkan bantal ke wajah Rena.


"nggak jelas banget ren"Rena dengan kesal melempar bantal itu kembali ke wajah Natasya.


"diam na gue lagi chattingan nih sama ayang"


"ayang Reyhan?"


"gimana sih ren jangan gitu dong,kamu kan udah ada kak Reyhan"


"ihh nggak apa apa kali na,yang penting kak Reyhan nggak tau"Natasya hanya menggeleng pasrah lalu bersandar di ranjangnya.ia kembali bertukar pesan dengan Juno yang sempat tertunda.


##


Mark menuruni tangga karena ia merasa kehausan,tadi ia sudah bertukar pesan dengan papanya jika bibi Tina membawa keponakannya untuk bekerja di rumahnya karena memang sekarang Mark tidak bisa lagi untuk sekedar memasak sarapan untuk dirinya dengan Natasya karena sekarang mereka sudah sama sama sibuk.jadi agar bibi Tina tidak kesepian dan kewalahan mengurus rumah besar itu sendiri maka ia di perbolehkan membawa seseorang untuk membantunya.


Mark membuka kulkas dan mengambil air dingin untuk dia minum.tapi saat ia berbalik tiba tiba Arya sudah ada di depan nya sambil membawa kain pel dan itu sukses membuatnya terkejut.


"astaga!!"


"eh maaf tuan!saya tidak sengaja membuat tuan kaget!"


"eh tidak apa apa,siapa namamu?"


"em saya Arya tuan,saya baru tiba siang tadi"Mark mengangguk lalu kembali menatap kain pel yang di bawa Arya.


"kamu mau ngepel?"


"iya tuan"


"besok saja,kamu istirahat saja dulu"Arya pun mengangguk kecil walaupun ia masih sangat canggung.


"kalau begitu saya permisi dulu tuan"


"oh ya...kamu jangan panggil saya tuan,cukup kakak saja,oh ya kenalkan nama ku Mark"Mark mengulurkan tangannya dan di terima oleh Arya dengan gugup.


"Arya tu..eh..kak Mark"Mark hanya tertawa gemas dengan anak lelaki yang seumuran dengan Natasya itu.sepertinya ia sangat polos,mungkin karena ia dari desa.


"ya sudah saya naik dulu"


"iya kak"Mark meninggalkan dapur dan Arya sendiri langsung kembali ke arah belakang untuk menyimpan kain pel dan masuk ke kamarnya untuk istirahat.


##