YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
11



...Happy reading^^...


Mobil Juno berhenti di halaman rumah Natasya,dan Natasya tiba tiba tersenyum melihat mobil kakaknya,pasti papa nya sudah sampai.


"kak mampir dulu yuk"


"boleh deh"


Mereka berdua pun keluar dari mobil dengan Natasya yang langsung berlari masuk kerumahnya.


"PAPA!!!"teriak Natasya sambil membuka pintu,ia seketika melihat papanya yang sedang berjalan dari lantai 2.sang papa pun tersenyum hangat melihat anaknya,dan sesegera mungkin ia menyambut anaknya dengan pelukan erat.


"papa Nana kangen banget sama papa!!"


"papa juga Nana!"


Juno terdiam melihat interaksi anak dan papa tersebut,sebenarnya ia sudah mengenal papa Lee dengan baik,hanya saja ia sedikit malu karena pulang mengantar Natasya.papa Lee pun melihat Juno yang sedari tadi berdiri di dekat pintu.


"eh ada nak Juno"pelukan Natasya terlepas dan berbalik menatap Juno dan menyuruhnya untuk mendekat.


"halo om,gimana perjalanannya?"sapa Juno sambil memeluk papa Lee dengan akrab membuat Natasya terheran.


"baik kok,udah lama ya nggak ketemu kamu"


"hehe iya nih om soalnya Mark sering ke apart sih"


"oohh pantesan"


"kalian udah saling kenal ya?"tanya Natasya dengan wajah bingung nya.sang papa tertawa ringan lalu mengelus kepala sang anak.


"iyalah,kamu nya aja yang nolep"Natasya langsung cemberut mendengar ucapan papa nya,sedangkan Juno sedikit tertawa membuat Natasya makin kesal.


"eh tunggu!kalian pulang bareng?"


"eh iya om,tadi Juno yang antar Nana"ucapan Juno membuat sang papa melirik Natasya dengan senyum menggoda.natasya yang sadar dengan tatapan ayahnya pun bingung.


"kenapa sih pa?"


"nggak apa apa sih,eh nak Juno duduk dulu yuk!Nana suruh bibi buat minuman ya,terus ke kamar aja langsung soalnya hadiah kamu papa taruh di kamar kamu"sang papa mengajak Juno untuk duduk di sofa ruang tamu sedangkan Natasya langsung berlari ke dapur setelah itu berlari ke kamarnya,ia sudah tak sabar melihat hadiahnya.


"Nana jangan lari lari astaga!"teriak sang kakak yang baru saja keluar dari kamar,tak habis pikir dengan adiknya itu.mark langsung turun ke bawah dan melihat Juno dan sang ayah yang sedang berbincang bincang santai.


Natasya membuka pintu kamarnya dan....


"AAAAAAA NA JAEMIN!!!!!"jerit nya saat melihat stand D biasnya yaitu jaemin nct yang berdiri di samping kasurnya.dengan cepat ia memeluk stand d tersebut,untung saja terbuat dari bahan mahal jadi tidak gampang patah.setelah puas mengagumi wajah sang bias ia kembali di buat menjerit ketika melihat album keluaran terbaru yang sudah langsung tertanda tangani oleh na jaemin.


"AAAAA PAPA MAKASIH!!!!"


sang papa dan kakak yang sudah memaklumi Natasya hanya tertawa sambil menggelengkan kepala mereka,sedangkan Juno sedikit speechless karena tak pernah mendengar Natasya seperti itu.


"dia sesuka itu ya sama KPop"ucap Juno setelah meneguk minumannya.


"haha nggak juga sih dia cuman HYPE sama nct,dia itu bahagia nya sederhana Jun"


"oh iya nak Jun,kapan kenal sama Nana?perasaan kemarin kemarin papa nggak pernah liat kamu jalan sama nana"


"oh itu baru 5 hari ini sih om,tapi Nana anaknya asik jadi bisa langsung akrab"


"bukan Nana yang asik pa tapi dia yang mepet terus"ucapan Mark membuat Juno sontak membulatkan matanya.tapi sang papa hanya tertawa renyah membuat Juno makin canggung.ia takut jika di tolak di awal,bagaimana ini tidak jadi calon menantu dong kalau begini.


"oohh...anak muda ya,ngomong ngomong orang tua kamu gimana?udah pulang dari Amerika?"


"belum om,mereka masih ngurus bisnis nggak tau deh pulang kapan"papa Lee mengangguk kecil,sedangkan Mark yang tau keadaan dan kondisi Juno saat ini hanya menatap sendu ke arah sahabatnya itu.


"gimana kalau ntar malam Juno makan malam bareng kita aja,sekalian nginap aja sih jun kan besok juga libur"ucap Mark sambil menepuk pundak Juno.


"ah iya bener tuh nginap aja nak Juno,sekalian kita weekend bareng bareng besok"


"eh nggak apa apa nih om"


"nggak apa apa kok,kita cuman ke villa doang nyari angin segar"Juno pun mengangguk setuju dan senang.ia berharap orang tuanya juga bisa mengajaknya seperti ini walau cuma sekali dalam hidupnya.tapi tidak,dari kecil ia hanya di urus oleh baby sitter.walaupun orang tuanya memberikan kasih sayang dan barang barang yang dia mau tapi tetap saja Juno ingin ada waktu bersama kedua orang tuanya.


"iya deh om"


"nice bro!kalau gitu simpan dulu barang barang Lo di kamar,gue mau kedepan dulu beli sesuatu"


Mark lalu meninggalkan Juno dengan papa Lee.


"yaudah nak Juno ke kamar Mark aja ya istirahat dulu,om mau ke kamar Nana sebentar"


"baik om"


Papa Lee beranjak menuju kamar anak perempuannya,sedangkan Juno berjalan ke ke kamar Mark untuk sekedar istirahat sebentar.walaupun ia juga ingin sekali mengunjungi kamar Natasya untuk sekedar menyapa.tapi tidak,ada pawangnya di dalam nanti di kira Juno mau berbuat apa apa lagi.


##


Natasya sekarang berada di mall bersama Rena karena tiba tiba Rena datang kerumahnya dan menyeretnya pergi dengan alasan membeli kado untuk Reyhan sebelum berangkat ke London.


"udah jam 5 loh ren,Lo belum ketemu juga barang nya?"ucap Natasya dengan nada lelah,ia berhenti sejenak untuk duduk di kursi karena merasa lelah berjalan kaki 30 menit lamanya.


"aduh Na aku belum Nemu nih,kamu ada rekomendasi nggak?"Natasya berfikir sejenak lalu melihat toko kemeja di dekat mereka duduk.


"yuk ikut aku"Natasya menarik tangan Rena untuk masuk ke toko tersebut.rena tampak takjub melihat isinya karena itu mengingatkan ia dengan Reyhan,reyhan memang sering memakai kemeja flanel.


"ok na bantu aku cari ini yang bagus ya"


"ok"


Saat Rena dan Natasya sibuk mencari kemeja,di sisi lain Devina menatap Natasya dengan tatapan tak suka.ia dengan cepat masuk ke toko tersebut dan tiba tiba menyeret Natasya ke ruang ganti.natasya yang kaget pun hanya pasrah di tarik dan dorong masuk ke ruang ganti,sedangkan Rena langsung mengejar mereka tapi Devina dengan cepat mengunci ruang ganti tersebut sehingga Rena hanya bisa berteriak dari luar.


"woy!!Lo apa in temen gue!buka!!"


Devina menatap tajam ke arah Natasya yang sedang menatapnya bingung.


"jadi Lo yang udah ngerebut Juno dari gue?!"


"apa apan sih kak,kakak siapa aku nggak kenal!"


"jangan berlagak sok polos!!Juno jadi ngejauhin gue gara gara Lo!"Natasya merasa air matanya akan jatuh,ia merasa dejavu.lengannya sakit karena terlalu di cekal hingga kuku Devina menusuk kulitnya.


"woy!!buka nggak!!perempuan gila!!pak pak satpam tolong dong teman aku di Sandra pak di dalam!!"Rena dengan segera memanggil satpam yang sedang berpatroli karena penjaga toko ya juga perempuan dan tak bisa apa apa.


"pak tolong dong pak,tadi ada perempuan yang tiba tiba nyeret pelanggan saya"ucap penjaga toko tersebut membuat pak satpam segera mengetuk pintu ruang ganti.


"mbak tolong keluar ya atau saya panggilkan polisi!"Devina yang mendengar nya pun langsung menatap Natasya dengan benci lalu melepaskan cekalannya di lengan natasya.pintu itu di buka dan Devina pun langsung keluar dan berlari secepat mungkin.rena yang melihat keadaan Natasya yang masih terdiam di dalam pun langsung menghampiri sahabatnya.


"adek nggak apa apa kan?kalau nggak apa apa saya mau ngejar perempuan tadi"


"Ng..nggak apa apa kok pak"


"ya udah saya keluar dulu"pak satpam pun keluar untuk mencari devina.sedangkan sang penjaga toko hanya bisa menatap dengan kasihan ke arah Natasya.


"na Lo nggak kenapa kenapa kan?nggak ada yang sakit kan?"tanya Rena dengan khawatir,ia pun mengecek seluruh badan Natasya dan tak sengaja menyentuh lengannya.


"Aww!"Rena menatap lengan Natasya yang memerah dan sedikit mengeluarkan darah.


"Na lengan lo!!"


"ih nggak apa apa ren,cuma luka dikit doang dan juga jangan pake Lo gue!!"


"nggak apa apa gimana,itu aja air mata Lo udah hampir keluar!udah pulang aja besok gue kemari lagi!mbak maaf ya saya harus bawa teman saya dulu ke rumah sakit"


"iya dek nggak apa apa,bawa aja temannya pasti masih shock itu"Rena pun membawa Natasya yang masih shock dengan air mata yang tertahan.


##


Mereka sudah sampai di rumah Natasya,dengan cepat Rena membuka pintu dan berteriak.


"om!kak Mark!"Rena langsung mendudukkan Natasya di sofa dengan keadaan Natasya yang masih terdiam.suara rusuh datang dari lantai 2 dan semua orang berbondong bondong untuk turun melihat keadaan.


"ada apa ren?"tanya Mark yang belum melihat keadaan Natasya yang sedang terduduk di ruang tamu.rena pun hanya bisa panik lalu mencari obat p3k di dapur.


"kak Nana ada di luar ajak ngobrol dulu dong!!"ucap Rena panik membuat papa lee,Mark dan Juno langsung berlari ke arah ruang tamu dan mendapati Natasya yang hanya terdiam dengan tatapan kosong serta lengan yang sedikit berdarah.


"Nana!!sayang kamu kenapa huh?ini kenapa sayang?!!"ucap sang papa sambil berjongkok di depan sang anak.ia tampak sangat khawatir melihat lengan Natasya dan keadaan Natasya yang hanya diam saja.


"Nana?kamu kenapa dek?"tanya Mark dengan lembut,Natasya menatap kakaknya dan sontak mendapati Juno yang juga sedang menatapnya dengan khawatir.tiba tiba saja air matanya jatuh membuat para lelaki itu makin khawatir.


"sayang?kenapa??siapa yang buat kamu begini?"


Natasya langsung memeluk ayahnya dengan erat lalu menangis sejadi jadinya.


"di obatin dulu om lengannya!"ucap Juno yang langsung mengambil kotak p3k dari tangan Rena yang Baru saja datang.rena hanya melongo karena terkejut,apalagi ia baru melihat lelaki asing ini.papa Lee melepaskan pelukan Natasya dan membersihkan lengan Natasya dari darah kering.


"ah!sakit!"


"iya sayang tahan ya"


"tahan ya dek"


"tadi tuh ada cewek aneh yang langsung narik Natasya om,terus di kunciin di ruang ganti!"ucap Rena membuat Mark menatapnya dengan amarah.


"apa?kok bisa!?kamu liat nggak mukanya?"


"nggak kak soalnya dia langsung lari pas keluar dari ruang ganti,mungkin Nana masih ingat deh mukanya"mereka pun menatap Natasya yang masih sesegukan sambil di perban lengannya.


"Nana ke kamar aja ya istirahat"papa Lee langsung membantu sang anak untuk naik ke kamarnya,ia ingin Natasya tenang dulu.sedangkan Rena,Mark dan Juno masih di tempat mereka.


"kok bisa sih!perasaan Nana nggak punya musuh deh,orang anaknya polos gitu!"ucap Rena heran,kenapa tiba tiba ada orang yang membuat Natasya seperti itu.


"kamu masih ingat nggak ciri ciri nya ren?"


"eh...ah!yang aku ingat sih dia rambutnya panjang terus warna nya darkbrown gitu kak,terus aku dengar juga kata kata dari cewek itu yang bilang'gara gara Lo Juno ngejauhin gue'gitu kak"sontak mata Mark dan Juno membulat.tidak salah lagi itu pasti devina.mark dan Juno saling tatap,yang ada di pikiran Mark sekarang adalah kalau Rena tau yang di maksud Juno itu adalah orang yang sedang berada di dekat mereka,pasti bakal ada perang ke dua.ia pun berinisiatif untuk mengusir Rena dulu dari rumahnya.


"eh ren mending kamu pulang juga deh,kamu pasti juga shock kan atas kejadian tadi"Rena hanya membuat wajah memelas lalu tak sengaja menatap Juno.


"kakak siapa ya?kok aku baru liat di rumah Nana?"ceplos Rena yang membuat Mark makin greget untuk mengusirnya pulang.


"eh kakak namanya Jun...."


"aduh ren pulang aja deh mending ya!itu supir kamu nunggu"Mark mendorong Rena keluar dari rumahnya dengan pelan.


"ih kak Mark!!Rena juga mau liat Nana!"


"entar malam aja kesini nya!mending kamu istirahat aja dulu"Mark dengan pelan mendorong Rena masuk kemobilnya.


"ih kok kakak perhatian?jangan jangan udah suka ya sama Rena!"tiba tiba Rena tersenyum menggoda membuat Mark menggeleng kecil lalu menutup pintu mobilnya.


"bawa pulang ya pak!"Mark berucap kepada supir Rena yang di balas dengan anggukan.


"bye bye kak Mark!"mobil Rena keluar dari halaman rumahnya,dan dengan cepat ia masuk kembali dan mendapati Juno yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan expresi gelisah.mark mengerti apa yang sedang di pikirkan Juno,pastinya pikiran mereka tertuju ke 1 orang saja.


"mending Lo kelarin deh urusan Lo sama Devina dulu Jun,gue takut dia malah makin jauh buat nyelakain adek gue"Juno menatap Mark dengan pasrah.


"gue minta maaf Mark,gue juga nggak mau sampai kek gini,apalagi dia nyakitin Nana"Mark menepuk pundaknya.


"gue pasti bantu Lo kok,tapi untuk saat ini gue mau Natasya tenang dulu,gue takut trauma dia balik lagi"ucapan Mark membuat Juno menatapnya dengan alis yang bertaut.


"trauma?"Mark mengangguk lalu meninggalkan Juno sendiri dan melangkah ke kamar adiknya.


"Natasya trauma kenapa?"gumam Juno sambil berpikir keras untuk bisa menghadapi Devina,cewek gila yang tiba tiba datang membuat masalah di kehidupannya yang mulai damai dan tentram.


##


Nckdnfosnfirhdknddksndkdjdhsusj


ciyuuuuu