
...Happy reading^^...
Mark dan Juno segera masuk ke club' yang di maksud juno.didalam sangat bising membuat keduanya menutup telinga.mereka berdua memang tidak pernah masuk ke tempat seperti itu.mata Juno mengedar mencari keberadaan Devina.
"di sana Mark!"ucap Juno sambil menunjuk keberadaan Devina.
"samperin aja langsung"mereka berdua pun melangkah ke arah bartender di aman Devina duduk bersama seorang pria yang tak mereka kenal.
"Devina"ucap Juno walaupun masih bisa di dengar oleh devina.gadis itu berbalik dan membulatkan matanya melihat aura Juno dan Mark yang menatapnya tajam.
"Ju..Juno?eh...ada..a..apa ya?"
"ikut gue!"dengan kasar Juni menarik tangan Devina membuat pria yang bersama Devina langsung menarik tangan Devina yang menganggur.
"heh mau Lo bawa kemana sepupu gue!"ucap pria tersebut membuat Mark menghampirinya dan menatapnya tajam.
"ini urusan gue!dan Lo nggak berhak ikut campur!"ucap Mark dengan tegas.pria tersebut tampak tak ingin membuat suasana makin panas dan melepaskan tangan Devina.
"Juno!kamu mau bawa aku kemana Jun?lepasin tangan aku ini sakit!!"rengek Devina,tapi Juno tak peduli dan terus menggandeng Devina untuk keluar dari club'.
Mereka sudah tiba di parkiran dan Juno pun menyuruh Devina masuk kedalam mobil.
"masuk"
"kita mau kemana Jun?jawab gue!!"
"Lo bisa diam kan!tinggal masuk aja!"kali ini Mark yang berucap membuat Devina takut.ia sungguh takut jika di jebloskan ke penjara.
"Juno..jangan bawa gue Jun!gue salah!gue minta maaf jun!!Mark gue minta maaf Mark jangan bawa gue ke polisi!!"tangis Devina pecah,ia sudah sangat pasrah dan membuang gengsinya untuk meminta maaf.
"oh!jadi Lo udah ngakuin kesalahan Lo hah!"
"enak banget Lo minta maaf kek gitu setelah apa yang Lo lakuin sama adek gue Dev!!!Lo itu mau ngebunuh adek gue!!apa salah adek gue sehingga Lo ngelakuin hal keji seperti itu!"emosi Mark meledak membuat Devina makin mengeraskan tangisnya.ia menggeleng ribut sambil berjongkok.ia lantas memeluk kaki Juno.
"Juno!gue mohon Jun gur minta maaf!gur nggak bakal ngelakuin itu lagi Jun!"
"nggak Dev!Lo udah keterlaluan tau nggak!!Natasya nggak ada salah apa apa sama Lo!"
"dia salah!!!"Devina sontak berdiri dan menatap tajam ke arah Juno dan Mark.
"dia udah ngerebut Lo dari gue Jun!dia ngebuat Lo jauh dari gue!gue masih sayang sama Lo!!gue masih cinta sama Lo Jun!dia nggak berhak buat bahagia!gue benci sama dia!"teriak Devina sambil meremas rambutnya yang membuat Mark dan Juno makin emosi mendengar ucapannya.
"Lo yang salah Dev!!Lo yang selingkuh dari gue!dan itu udah lama banget!gue udah lama ngelupain Lo dan Natasya datang membawa kebahagiaan buat gue!"Juno tak kalah emosi membuat Devina terdiam.ia sungguh tak menyangka jika hidupnya akan semerana ini.padahal ia hanya ingin di cintai dan di beri kasih sayang.ia sungguh itu pada hidup Natasya.
"sekarang Lo masuk dan jelasin semuanya kepada polisi!"ucap Mark sambil membuka pintu dan hendak mendorong Devina masuk.
"nggak akan!!!!"dengan cepat Devina melepaskan cengkraman tangan Mark dan berlari menjauh dari mereka.
"Devina!!"mereka berdua berlari mengejar Devina yang berlari menuju jalan raya.
Dan tak di sangka tiba tiba ada sebuah mobil yang melaju ke arah Devina membuat gadis itu tak sempat menghindar.
"DEVINA!!!!"
##
Ali memandang Natasya yang sedang tersenyum melihat kupu kupu yang bertengger di salah satu bunga yang berada didekat mereka.
"aku minta maaf Nat"Natasya mengalihkan tatapannya ke arah lelaki tampan itu.
"kenapa minta maaf Al?"
"gara gara aku...semuanya gara gara aku"
Natasya menatap lelaki itu dengan tatapan yang tak dapat di artikan.
"kamu nggak usah nyalahin diri kamu Al,semua yang terjadi itu sudah takdir.kita nggak bisa melawannya.sekarang aku hanya perlu membuat takdir aku bisa lebih baik dengan semangat menjalani hidup.lagi pula aku masih punya banyak orang yang sayang sama aku"Natasya tersenyum ke arah Ali yang sukses membuat Ali makin merasa bersalah.ia sungguh tak menyangka jika gadis didepannya mempunyai hati yang sangat mulia.
"selain dari itu...aku mau pamit nat"Natasya menatap Ali tak mengerti.
"pamit?kamu mau pulang?"tanya Natasya dengan wajah polosnya.ali tersenyum kecil lalu menggenggam kedua tangan Natasya.
"aku bahagia bisa kenal sama kamu Nat,aku bahagia bisa berteman sama kamu,tapi aku mutusin buat kuliah di London..aku cuma pengen aku nggak ngerepotin siapa siapa lagi selagi aku disini"ucapan Ali membuat Natasya bingung.
"tapi Al...kamu baru beberapa bulan disini,lagian kamu ngerepotin siapa?"
"gara gara aku kamu dapat banyak masalah Nat"ucap Ali dalam hati.
"orang tua aku pindah ke London Nat,mereka berencana fokus buat bisnis yang ada di sana,aku juga nggak tau kapan pulangnya sih"
"yah...sekali lagi kamu ninggalin aku Al,tapi nggak apa apa kalau itu untuk masa depan kamu nggak apa apa kok,aku pasti selalu doa in kamu yang terbaik"
"makasih Nat,kamu emang teman aku yang paling tulus..kamu jangan lupa selalu ngabarin aku ya"
"seharusnya aku yang bilang kek gitu sama kamu Al,kamu jangan lupa ngabarin aku kalau kamu udah di sana,kan pasti kamu juga udah sibuk"mereka berdua tertawa bersama.sekali lagi Ali akan meninggalkan cinta nya lagi yang sudah lama ia tinggal.tapi kali ini ia tak berharap karena cintanya sudah di ambil oleh orang lain.
"bilangin juga sama Rena jangan galak galak,aku tuh sempat takut tau sama dia soalnya dia galak banget"Natasya tertawa lepas mendengar ucapan Ali.
"tapi Rena kek gitu karena dia peduli sama aku Al,dia juga sebenarnya baik kok"
"iya aku tau...aku...pengen ngasih ini sama kamu sebelum aku pergi"Ali mengeluarkan sebuah kotak kecil dari saku celananya.natasya menatap kotak itu dengan alis berkerut.
"ini apa Al?"Ali tak menjawab ia lalu membuka kotak itu dan memasangkannya di leher natasya.natasya hanya diam dengan perlakuan Ali yang tiba tiba.
"ini mungkin hadiah pertama dan terakhir aku buat kamu Nat,tapi aku mohon kamu terima ya"
Natasya menatap kalung berlian bertuliskan namanya itu dengan tatapan sedih.
"kamu jangan bilang kek gitu Al,kita pasti bakal ketemu lagi kok"
"aku harap juga kek gitu Nat,kamu jangan lupain aku ya"
Natasya mengangguk sambil tersenyum tulus ke arah ali.ia tak menyangka jika pertemuannya kali ini bersama Ali sangat singkat.
##