YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
19



...Happy reading^^...


Mark memasuki minimarket dekat rumahnya,ia baru saja pulang dari rumah sakit.ia harus kembali ke rumahnya karena ada berkas papanya yang ketinggalan untuk ia bawa ke hotel malam ini.saat ia sibuk memilih cemilan tiba tiba seseorang berdiri di sampingnya.mark yang orangnya peka pun langsung menoleh.


"eo?kau"ucapan Mark membuat gadis itu menoleh dan sama terkejutnya.


"oh tuan Mark"


"eh tidak usah pakai tuan"


"ah haha iya"ternyata gadis itu adalah anak Miss ratna.ia tampak memakai pakaian mini dress dengan balutan gardigan toska.


"belanja bulanan?"Mark menatap keranjang gadis tersebut yang diisi oleh beberapa keperluan nya.


"iya..anda sendirian?"


"iya"


"oh ya..sekitar 2 Minggu lalu saya melihat anda di cafe dengan ekspresi cemas dan khawatir,apa semuanya baik baik saja?..ah jangan tersinggung aku hanya bertanya karena mama sendiri merasa khawatir melihat anda saat itu"gadis itu menampakkan wajah sedikit penasaran.mark hanya tersenyum kecil.


"adikku kecelakaan"


"apa?!nona Natasya?"


"iya,tapi sekarang dia baik baik saja"


"astaga,mama sangat khawatir dan ternyata ada hal buruk yang terjadi.apa dia masih di rawat?"


"iya,dia masih di rumah sakit"


"di rumah sakit mana?aku ingin menjenguknya dengan mama nanti malam"


"oh bagaimana jika aku kirimkan lokasinya saja"


"tapi aku tak mempunyai nomor mu"


"kalau begitu bisa aku minta nomormu?"gadis itu tersenyum malu lalu memberikan nomornya ke mark.bisa saja kau Mark modusnya.


"oh ya satu lagi,kau tidak usah terlalu formal padaku,kau bisa menyebut namaku saja.aku yakin umur kita tak jauh beda"gadis itu lagi lagi tersenyum.


"baiklah..Mark"


"namamu putri kan?"


"iya"


"baiklah...kalau begitu mau ku antar pulang?"


"eh tidak usah!aku di antar oleh supir"kali ini modus Mark gagal membuatnya menggaruk tengkuk yang tidak gatal.


"baiklah,kalau begitu aku duluan..sampai ketemu di rumah sakit"


"iya hati hati"Mark tersenyum lembut lalu berjalan menuju kasir,sementara putri masih memilih beberapa barang untuk keperluannya.


##


Devina yang sudah tak pernah melihat Juno akhir akhir ini merasa makin marah pada natasya.padahal dulu saat ia tak sengaja ketahuan selingkuh Juno sangat mencintai dan menyayanginya,dan ia rindu pada sosok baik dan penyayang itu.


Saat Devina keluar dari kantin,ia tak sengaja melihat Juno dan Mark baru saja turun dari tangga dan tak sengaja mendengar perkataan mereka.ia pun bersembunyi di balik tembok.


"hari ini Lo kerumah sakit kan?"tanya Mark membuat Juno mengangguk mantap.


"memangnya gue pernah absen ngunjungin calon pacar gue"ucapnya sangat pede membuat Devina mengerutkan keningnya.ia berpikir siapa yang di maksud Juno calon pacarnya.apakah gadis yang kemarin.


"eits memangnya Natasya pernah ngomong ya"


"hei jangan salah!kita udah berkomitmen Mark!dia udah Nerima gue walaupun kita nggak pacaran dulu"


"iya deh yang si paling Bucin"


Saat Mark dan Juno sudah jauh dari pandangan Devina,gadis itu pun berfikir sejenak.


"apa gadis itu di rumah sakit?"Devina tersenyum miring,di otaknya sudah bermunculan rencana rencana jahat.ia pun mengikuti Mark yang sudah lebih dahulu keluar dari gedung fakultasnya.sedangkan Juno ia masih mengurus beberapa berkas untuk kegiatan KKN nya nanti.


##


Natasya kini sedang terapi bersama seorang suster di dalam kamarnya menggunakan penyangga.ia sudah mulai bisa menggerakkan tangannya,sedangkan kakinya masih harus di latih lebih.


"ya begitu Natasya!terus"ucap sang suster yang terus melatih Natasya untuk menggerakkan kakinya.dengan sekuat tenaga natasya melangkah walaupun kakinya sungguh berat untuk di gerakkan.tapi ia masih semangat saat mengingat janji papa nya kemarin.


"kalau kamu cepat sembuh nanti kita sekeluarga akan liburan di jepang selama seminggu"


"terima kasih ya suster"


"iya,kalau begitu saya pamit dulu ya,sepertinya kakak mu juga akan segera datang"


"iya,tadi dia sudah ada di jalan kok"


"bye bye cantik"Natasya tersenyum ke arah sang suster yang perlahan lahan menghilang di balik pintu.


Natasya merasakan hening,semua orang belum datang dan ia merasa sangat bosan.ia pun membuka ponselnya dan mengetikkan sesuatu.


...kak Juno...


^^^"kakak jam berapa jengukin Natasya?"^^^


"mungkin 2 jam lagi na,soalnya kakak masih di gedung fakultas nih kamu mau di bawain apa nanti?"


^^^^^^"terserah kakak aja,tapi Nana lagi pengen makan eskrim kak🥺"^^^^^^


"ih nggak boleh na,perbanyak makan buah dulu ya sama sayuran,supaya kamu cepat sembuh"


^^^"ihh..tapi Nana lagi pengen kak"^^^


"hufft iya iya,nanti kakak beliin tapi cuma 1 ya"


^^^"Yeay!!!makasih kak Juno"^^^


"okedeh kamu istirahat aja ya,Mark juga pasti udah nyampe tuh"


Setelah chat terakhir Juno,Natasya melihat pintunya terbuka dan menampakkan Mark yang tersenyum lembut padanya.


"kak melk!"


"udah terapinya?"


"udah kak"Mark menaruh beberapa barang di sofa lalu menghampiri natasya.ia terduduk di samping brangkar dan mengelus lembut pucuk kepala adiknya.


"berarti saatnya makan"hidung Natasya di cubit pelan oleh Mark membuat anak itu tertawa geli.mark mengambil kotak yang tadi ia bawa dan menaruhnya di meja,ia dengan telaten menyuapi adiknya tersebut.


"aku nggak bisa bayangin kalau kakak udah nikah terus udah nggak bisa suapin Nana kalau Nana sakit lagi"tiba tiba mata Natasya memanas mendengar ucapannya.entah kenapa ia jadi melow melihat kakaknya yang sangat menyayanginya.mark yang mendengar ucapan adiknya langsung merubah ekspresinya menjadi datar.


"siapa bilang kakak akan begitu,kamu itu satu satunya adik kakak yang paling kakak cintai,walaupun kakak nanti udah nikah kamu tetap harta kakak yang paling kakak jaga seumur hidup"Natasya tak dapat lagi menahan air matanya.ia sangat menyayangi kakak dan papanya.mereka adalah satu satunya keluarga Natasya yang sangat ia cintai.bahkan mungkin Natasya rela kehilangan segalanya dari pada harus kehilangan ke2 orang tersebut.


"udah jangan nangis lagi sekarang habisin makanannya,supaya kamu cepat sembuh dan kita liburan ke jepang"


"oh ya kak,kok kita liburannya ke jepang sih bukan ke Korea"


"hahh...kalau kita liburannya ke Korea yang ada nanti kamu malah pergi tuh nyari bias kamu si jaemin jaemin itu terus nggak ingat pulang"Natasya hanya tersenyum bodoh menanggapi ucapan kakaknya.karena mungkin saja ia akan melakukan hal serupa ketika sudah berada di korea.kalian tau sendiri kan kalau Natasya sangat menyukai nct,apalagi na jaemin.


"ih nggak lah sekarang tuh jaemin udah jadi orang nomor 2 di hati aku"Mark menatap adik nya dengan alis berkerut.apalagi ini?apa adiknya halu lagi.


"kali ini siapa lagi?Jaehyun?atau si Jeno itu?"


"salah!!kakak salah!"


"terus siapa?"


TOK TOK TOK


Ketukan pintu membuat Natasya menghentikan omongannya.seketika mereka berdua menatap pintu yang terbuka dan menampakkan sang papa yang baru saja pulang bekerja.


"haduh papa kalah start lagi"ucap papa Lee setelah pintunya sudah ia tutup dan mendekati brankar natasya.natasya dan Mark tersenyum mendengar ucapan sang papa.


"iya nih kak melk curang!mentang mentang dia belum punya pacar Nana yang jadi korban bucinnya"


"ih siapa bilang kakak belum punya,sebentar lagi juga bakal punya kok"


"eh memang suda ada ya Mark?"papa Lee pun ikut kepo dengan urusan cinta anaknya.


"hehe...masih usaha pa"


sontak Natasya dan papanya tertawa terbahak bahak mendengar ucapan lirih mark.mereka bertiga pun menghabiskan waktu untuk sekedar bercanda dan bermain hingga malam menjemput.


##


sorry for typo^^


ciyuuu