
...Happy reading^^...
Natasya membuka pintu ketika Rena sudah pergi dari halaman rumahnya.hari Ini sangat melelahkan baginya karena Rena terus saja membawa nya untuk menyusuri seisi mall yang sangat besar itu.ia pun merebahkan badan nya ke sofa ruang tengah dan menutup matanya sejenak.saat Natasya asik bersantai,tiba tiba ia mencium aroma wangi dari dalam dapur.
"hhmm...baunya enak sekali,apa bibi sudah pulang?"gumam Natasya lalu berjalan menuju dapur.setelah ia membuka pintu matanya sontak membelalak karena kini yang sedang menyantap makanan di meja makan adalah seseorang yang tidak ia kenal.
"kau siapa?"tanya Natasya yang masih berdiri di dekat pintu,ia pun langsung was was karena lelaki itu tampak sangat kelaparan.
"astaga!maaf nona!saya lancang!"dengan cepat lelaki itu membawa piring makannya ke arah wastafel dan segera mencuci tangannya.
"hah?kamu siapa?"Natasya mendekati pria yang sedang takut menatap matanya tersebut.
"eh...saya...saya..."
"astaga Arya!kamu kok keluar Ndak bilang bude sih"bibi Tina datang sambil menenteng belanjaan membuat Natasya berbalik menatapnya.
"bibi ini siapa?"bibi Tina mendekati Arya dan langsung menepuk lengan Arya dengan pelan.
"maaf ya non Nana ini keponakan bibi yang tadi bibi jemput di stasiun,tadi udah bibi bilangin jangan keluar sebelum bibi panggil,tapi eh dia malah keluar,maafin bibi ya non"ucap sang bibi merasa bersalah,sedangkan Arya masih tertunduk.natasya pun mulai mengerti saat melihat di wajah Arya masih ada sisa nasi.sekarang ia yang merasa bersalah karena telah mengganggu seseorang melahap makanannya.
"ah tidak apa apa bibi mungkin dia lagi kelaparan,bibi seharusnya memberikan dia makanan"ucap Natasya dengan wajah khawatirnya.bibi Tina menatap Arya dengan seksama lalu melihat sisa nasi yang masih berada di dekat bibirnya.
"tadi saya keluar terus Ndak liat bude,jadi saya masuk saja ke dapur ini.saya minta maaf non"Arya membungkukkan badannya ke arah Natasya,Natasya tersenyum lalu berjalan menuju kulkas dan mengambil sebuah kue yang ada di dalamnya.
"Ndak apa apa kok Nana punya kue nih kamu makan ya"
"ih Ndak usah non itu kan makanan non,bibi bawa Arya dulu kebelakang ya"
"ih bibi Nana ngasih ini ke Arya kok,nggak apa apa ayo kita makan bareng"Natasya meletakkan kue donat itu ke meja lalu mengajak Arya untuk duduk di sampingnya.bibi yang melihatnya pun tersenyum haru karena dari dulu sampai sekarang majikannya itu sangat baik sekali terhadap siapapun.
"kamu tidak usah sungkan ya,ini makan aja"Natasya menaruh kue donat tersebut ke depan Arya yang masih terdiam.
"yaudah le makan aja itu,non Nana itu memang baik orangnya"Arya tersenyum kecil lalu memakan kue donat tersebut membuat Natasya tersenyum senang.
"bibi juga kesini dong,makan sama Nana"sang bibi yang di panggil pun langsung duduk di samping Arya dan menerima kue yang di berikan Nana.
Mereka bertiga menikmati kue donat di temani teh hangat yang di buat oleh bibi tina.mereka banyak bercerita dari awal Arya datang ke jakarta dan tujuan Arya datang ke sini.natasya cukup paham jika Arya datang kerumahnya untuk bekerja.apalagi kata bibi Tina Arya adalah anak yatim piatu yang tinggal bersama neneknya.arya sendiri baru saja lulus SMA seperti dirinya tapi ia tak melanjutkan kuliah karena kendala ekonomi.
##