
...HAPPY READING^^...
Pagi ini Natasya bangun pagi pagi dengan mood yang sangat baik,walaupun lengannya terasa sangat nyeri tapi ia merasa bahagia entah kenapa.ia sudah membersihkan diri dan juga kamarnya.semalam ia sudah menghubungi Rena dan gadis itu mengiyakan.ia pun keluar dari kamarnya dan langsung ke dapur untuk melihat bahan bahan apa saja yang harus ia beli nanti.
"mau belanja sekarang nggak?"Mark datang lalu membuka lemari es dan menyeruput segelas air.natasya berbalik dan tersenyum.
"tunggu Rena dulu kak dia udah otw kesini kok"
"okedeh"
"eh!kak Juno mana?kok belum turun?masih tidur ya?"Mark mencuci bekas gelasnya minum lalu menghadap ke adek tercinta.
"semalam dia di telfon papanya,katanya mamanya tiba tiba masuk rumah sakit jadi tadi subuh dia langsung pamit"wajah berbinar Natasya tiba tiba berubah dengan wajah sedih.mark yang tak tega melihat sang adik seperti itu pun langsung merengkuh pundak Natasya.
"nggak apa apa kan?dia lagi berduka,kan masih ada Rena dan kakak yang bisa nemenin Nana di rumah BBQ an"Mark mencolek hidung Natasya guna menghibur adiknya tersebut.samar samar Natasya mengangguk dan berusaha untuk tersenyum.tiba tiba saja ia merasa mood nya berubah karena Juno tak bisa bergabung dengan mereka.entah perasaan apa yang di rasakan Natasya sekarang,ia tampak tak bisa berjauhan dengan Juno.
"Pagi semua!!!!"suara teriakan Rena dari ruang tamu membuat mereka terkaget dan langsung keluar dari dapur.
"pagi om Lee,pagi kak Mark!"papa Lee yang sedang membaca koran di ruang tengah pun hanya tersenyum membalas sapaan rena.ia sudah hampir hapal kebiasaan sahabat anaknya itu.
"pagi juga ren,udah siap kan belanjanya"Mark mengambil kunci mobilnya yang tergantung di tembok dekat foto keluarganya.
"siap dong!!asal sama kak Mark hehe"Natasya memutar bola matanya melihat kelakuan sang sahabat.
"aku aduin ke kak Reyhan tau rasa kamu ren!"Rena dengan cepat menghampiri Natasya yang sedang berdiri sambil melipat kedua tangannya did depan dada.
"ihh Nana apaan sih kan cuma becanda,kok pagi pagi mood Nana udah down gini sih"dagu Natasya di colek membuat sang empunya hanya menatap Rena dengan tatapan maut.
"udah ah ayo belanja!"Natasya mendahului Mark dan Rena keluar dari rumah menuju mobil.sedangkan sang papa hanya geleng geleng kepala,tidak habis pikir dengan mood Nana yang gampang berubah.padahal baru tadi pagi ia melihat anaknya itu tersenyum manis.
"yaudah selagi kalian belanja papa nyiapin peralatannya dulu ya"
"ok pah kita pergi dulu ya"
"iya hati hati"
Mark dan Rena menyusul Natasya ke mobil.disana sudah ada Natasya yang sedang mengotak Atik ponselnya dengan wajah cemberut.
"Natasya kenapa sih kak?kok pagi pagi udah sensi gitu,nggak biasanya"tanya Rena sebelum masuk ke mobil.
"lagi ngambek kali sama pacarnya"jawab Mark sambil menaikan bahunya,setelah itu ia masuk ke mobil membuat Rena bingung.antara ingin percaya tapi ia jelas sangat tau sifat Mark yang jahil.apalagi yang ia tau Natasya tidak di perbolehkan untuk pacaran.
##
Ali menuruni tangganya dengan malas,hari ini orang tua Cecil akan berkunjung untuk makan siang ke rumahnya dan naas nya ia harus menuruti kemauan sang mama untuk tidak kemana pun hari ini.padahal ia ingin sekali mengajak Natasya untuk jalan jalan ke taman.
"eh anak mami udah bangun"
"papa mana ma?kok nggak keliatan?"sang mami yang sedang menyiapkan sarapan pun hanya mengangkat bahunya.
"nggak tau,tadi ada kok di depan lagi baca koran"setelah meneguk air segelas Ali langsung melesat ke depan rumahnya.ia ingin meminta izin pada sang papa untuk jalan jalan hari ini.dan ternyata papanya sedang berbincang bincang dengan salah satu tetangga nya di luar pagar rumahnya,ali pun menunggu hingga percakapan mereka selesai.
Setelah menunggu sekitar 10 menit papa nya pun kembali masuk dan melihat sang anak tengah duduk di teras.
"loh Li ngapain disitu"
"ya nungguin papa lah,asik banget gossip nya"sang papa hanya memukul lengan sang anak dengan pelan.
"mana ada gossip,kamu ini"Ali hanya tersenyum bodoh lalu ikut papa nya untuk masuk kerumah.
"pa Ali mau ngomong"
"ee...boleh nggak ali keluar hari ini,Ali mau jalan jalan pa"
"mau jalan jalan kemana kamu?"
"ya keluar pah..Ali suntuk di rumah terus"
"kamu ini gimana sih,udah tau orang tuanya Cecil bakal datang kamu malah mau pergi.tanya mama kamu tuh"
"aduh pah!kalau mama pasti nggak ngizinin Ali"
"ya berarti papa juga"Ali menghela nafasnya kasar,dia bukan anak kecil lagi yang harus di atur atur.ia pun dengan kesal meninggalkan sang ayah menuju kamar nya dan membanting pintu dengan keras.sang mami yang selesai menyiapkan sarapan pun terkaget dan menghampiri sang suami.
"Ali kenapa pah?"
"dia mau keluar tapi papa larang"sang papa masih santai sambil membaca koran.
"kok nggak di izinin,siapa tau dia mau kerumah temennya kan"
"ya kan mami yang bilang sendiri kalau ali nggak boleh keluar rumah dulu soalnya orang tua Cecil bakal makan siang dirumah"
"oh iya ya"sang mami pun melangkah ke kamar Ali dan mengetuk pintunya.
"Ali sarapan dulu yuk sayang"
"nanti aja ma!"jawab Ali dengan ketus,sang mama hanya menghela nafas jengah dan melangkah pergi.
##
Natasya dengan mood yang tidak baik sedang memilih sayuran dan perbumbuan,sedang Mark dan Rena sibuk memilih daging.saat sedang serius memilih sayuran tiba tiba keranjangnya menabrak sesuatu yang membuat Natasya terkaget.
"oh maaf"mata Natasya sontak membulat mendapati Cecil dan seorang wanita dewasa di depannya.cecil yang masih mengingat wajah Natasya pun hanya menatap sinis kearah gadis tersebut.
"nggak apa apa nak"wanita dewasa itu tersenyum pada Natasya lalu kembali fokus memilih sayuran.sedangkan Cecil menunjukkan smirk nya pada Natasya.
"ketemu lagi ya kita...cewek gatel"ucap Cecil pelan sehingga wanita dewasa yang di sebelah Cecil tak mendengar ucapannya.natasya menyerngit tak suka.ia harus kuat dan terlihat biasa saja seperti yang di ajarkan Rena.
"kamu ngomongin diri kamu sendiri ya"ucapan Natasya sontak membuat Cecil makin naik darah.kalau saja mami Ali sedang tidak bersamanya mungkin dia sudah menjambak Natasya.
"dasar nggak tau diri!ngapain sih Lo datang ke kehidupan gue sama Ali!gue udah bahagia sebelum Lo datang,pembawa sial!"Cecil termakan emosi dan berucap dengan nada yang sedikit keras tanpa ia sadari.alhasil mami Ali yang sibuk memilih sayuran pun mendekati mereka.
"Cecil kenapa sayang?"Cecil pun gelagapan lalu berbalik menatap'calon mertuanya'.
"eh nggak apa apa kok Tante,kita ke kasir aja yuk kayaknya ini udah cukup deh"
"yaudah"mereka pun meninggalkan Natasya yang masih berdiri di tempat sambil menahan air matanya.tidak boleh!ia harus kuat dan tegar!Natasya yang dulu bukan Natasya yang sekarang.ia tak mau lagi menjadi beban untuk keluarganya karena kelemahan dia.
Setelah beres memilih sayuran dan perbumbuan ia pun menghampiri Rena dan Mark di bagian daging.
"ren Lo lupa ya kalau Nana alergi udang?terus ngapain nih udang ada di keranjang"ucap Mark saat Rena tak sengaja menaruh udang di keranjang mereka.
"eh sorry kak Mark!ke ikut tadi hehe"
"ya nggak apa apa sih kak,kalau Rena mau udang nggak apa apa kan aku bisa misahin buat daging aja"
"ya udah,tadi kakak cuma khawatir aja sama kamu,udah beres milih sayurannya?"Natasya mengangguk,Mark pun mengusap lembut kepala adiknya lalu mengajak mereka untuk ke kasir.
##
Ciyu next chapter....