
...Happy reading^^...
Mark dan papa Lee sudah berada di ruangan dokter,mereka sama sama membahas tentang kejadian semalam yang menimpa Natasya.
"untuk itu anda harus melihat ini"sang dokter memperlihatkan laptopnya ke pada mereka berdua.di dalam video tersebut menampilkan seseorang yang keluar dari ruang inap Natasya dengan terburu buru dan juga wajah panik.ma4k menyipitkan matanya,ia sepertinya mengenal sosok wanita tersebut.
"video ini di berikan oleh pihak keamanan rumah sakit,dan mereka berkata jika wanita ini sempat bolak balik ke rumah sakit dengan hari yang sama"papa Lee menghembuskan nafas panjang lalu bersandar di kursi.sedangkan Mark,ia sudah mengingat sosok perempuan yang ada di dalam video tersebut.
"ini terserah anda tuan,bagaimana baik nya karena ini menyangkut nyawa anak anda juga"
"iya dok,kami pasti akan membawa ini ke jalur hukum"jawab Mark dengan tegas,sang papa hanya mengangguk setuju dengan perkataan anaknya,sang dokter tersenyum lega.
"apa saya boleh mengambil video nya dok?"
"oh tentu saja"
##
Cecil masih mengurung dirinya di kamar,bahkan ini sudah terhitung beberapa Minggu ia tak berbicara kepada kedua orang tuanya.setelah pulang sekolah ia akan langsung ke kamar untuk mengurung diri.ia masih terbayang bayang kesalahannya.tapi ia sendiri tak ingin meminta maaf karena rasa egonya terlalu tinggi.kedua orang tuanya pun terheran heran karena Cecil sendiri adalah anak yang periang di keluarganya.
"kami sudah membujuknya untuk sekedar keluar kamar dok,tapi ia tak mau.ia bahkan tak ingin berbicara pada kami"ucap mama Cecil sambil bergelimang air mata,sang papa hanya duduk disampingnya sambil terus memeluk dan mengelus lengannya.
"apa dia pernah mengalami hal hal yang tak mengenakkan akhir akhir ini"sang dokter masih setia bertanya untuk kesekian kalinya.ini sudah pertanyaan ke 20 dan ia masih belum melihat titik temu permasalahan Cecil.
"kami tidak tau dok karena Cecil sudah lama tak keluar kamar seperti itu,dia pun tak pernah cerita tentang masalahnya"sang papa menjawab karena mamanya sudah tak bisa berkata kata lagi saking sedihnya.
"baiklah pak,saya akan memeriksa beberapa jawabannya dengan dokter psikiater lainnya,karena....kami tidak bisa langsung menerka jika ini benar gangguan kejiwaan atau sekedar depresi ringan,apalagi anak bapak masih di bawa umur"jelas sang dokter membuat kedua orang tua Cecil hanya bisa mengangguk pasrah.
"kami sangat minta berharap dokter,tolong sembuhkan anak kami"
"iya pak,kami akan berusaha"
##
Mark memasuki kamar inap Natasya dengan sang papa yang ada di belakangnya.ia bisa melihat Natasya dan Juno sedang bercanda satu sama lain.sebenarnya ia ingin marah dengan Juno,tapi ia juga tau jika ini bukan salah Juno melainkan mantan juo yang masih obsesi dengannya.
"kok lama banget sih perginya,tadi Nana udah terapi dan Nana udah bisa jalan sedikit pa"ucap Natasya bahagia membuat sang kakak dan papa tersenyum senang mereka mendekati Natasya lalu mengelus kepala gadis tersebut.
"itu bagus sayang,kamu akan cepat sembuh"papa Lee mencium pucuk kepala Natasya dengan sayang.
"gue mau ngomong Jun,tapi nggak disini"Mark memegang pundak Juno membuat pria itu hanya mengangguk dan mengikuti Mark keluar dari kamar Natasya.
Setelah tiba di taman belakang Mark langsung menghadapkan dirinya ke Juno dengan wajah serius.
"kenapa Mark?"
"gue pernah bilang kan sama Lo,supaya Lo bisa jagain adek gue"Juno mengerutkan alisnya.kenapa Mark tiba tiba berucap seperti itu.sedangkan ia tau sendiri bagaimana Juno selama ini menjaga Natasya dan mengurusnya di rumah sakit.
"iya"
"Devina pelakunya Jun"ekspresi wajah Juno berubah drastis.
"apa?!"
Mark memperlihatkan video rekaman cctv tersebut ke Juno yang membuat Juno makin emosi melihatnya.
"Mark...gue...gue minta maaf Mark..gue juga nggak habis pikir sama otak Devina!gue nggak tau dia bakal berbuat sekeji itu Mark!"
"kalau kek gini caranya gue bakalan bawa Nana keluar negeri Jun,diluar Nana aman"Juno membulatkan matanya,ia tak sanggup jika berjauhan dengan Natasya.
"Mark!gue mohon Lo jangan ngambil keputusan saat Lo masih emosi kek gini!kita bicarain ini baik baik,dan gue sendiri yang bakal tuntut Devina kalau itu yang Lo mau,bahkan Lo nggak bilang pun gue juga bakal tetep tuntut Devina!ini demi Natasya Mark"ucap Juno sambil memegang kedua pundak Mark,ia tak ingin Mark mengambil keputusan jika itu menyakiti natasya.dia juga sudah menganggap Mark sebagai kakak nya sendiri.mark menghembuskan nafas panjang lalu menangkup wajahnya dengan kedua tangannya.
"gue kakak yang nggak becus Jun!gue jahat sama adek gue sendiri!!"Juno dengan segera memeluk tubuh Mark yang bergetar.ia tak tega melihat sahabatnya itu menyalahkan dirinya sendiri.ini murni takdir dari tuhan dan kita tak bisa mengubahnya.
##
Rena menatap ruang kelasnya yang sudah sepi,tak terasa ia sudah lulus SMA walau tanpa Natasya,ia sungguh sedih tak bisa merayakan kelulusannya bersama natasya.ia datang kesekolah karena ingin mengambil barang Natasya yang tertinggal di loker serta barang nya juga.air matanya seketika jatuh ketika mengingat janji nya bersama natasya saat baru menginjak kelas 3.
"nanti kita juga lulus bareng kan?"Rena bertanya saat mereka sedang menatap lapangan lewat jendela.natasya mengangguk antusias.
"iya dong ren harus!kita nggak boleh terpisah,dari kecil kan kita udah sama sama"
"iya na,kamu jangan tinggalin aku ya,kan kamu pintar banget"
"ih nggak dong!kan kamu juga pintar"
"pintar apa?"
"pintar nyontek! Haha"
Rena tertawa tapi air matanya terus mengalir,ia bahkan tak punya foto kelulusan bareng Natasya di kelas ini.ia pun segera keluar dari ruangan tersebut menuju rumah sakit.ia sudah sangat rindu dengan sahabatnya itu.
##
Ali berdiri didepan kamar Cecil,sebenarnya ia sangat ogah untuk datang kerumah gadis itu.tapi mamanya memaksanya untuk pergi karena mama Cecil bermohon kepadanya sambil menangis.ia pun tak bisa menolak karena kata mama Cecil ini adalah yang terakhir kali ia meminta tolong kepada Ali.
"ketuk saja nak Ali,ia ada di dalam"Ali perlahan mengetuk pintu bercat warna putih tersebut.
"Cecil ini gue Ali"
tak berapa lama pintu itu terbuka menampakkan Cecil dengan mata sembab dan rambut yang acak acakan.
"Ali!"dengan cepat Cecil memeluk tubuh tegap itu dengan erat sambil menangis sejadi jadinya,Ali sendiri hanya terdiam tanpa berniat membalas pelukan tersebut.mama Cecil hanya bisa menatap sendu anaknya,ia merasa sangat prihatin melihat kondisi anaknya yang seperti orang stres.
"Cecil sayang,kita makan dulu yuk,kamu dari tadi pagi nggak makan sayang"Cecil hanya menggeleng dan masih menangis dalam pelukan Ali.
"sebaiknya Lo makan dulu cil,sayangi diri Lo"ucapan Ali membuat Cecil perlahan melepaskan pelukannya dan beralih menatap sang mama.
"mama"Cecil beralih memeluk sang mama dengan erat membuat mamanya pun tak bisa menahan air matanya.
"kamu makan dulu ya sayang,nanti saja ceritanya kalau mau cerita"
"Cecil jahat ma!Cecil jahat!!"ucapan Cecil membuat sang mama bingung,sedangkan Ali yang sudah tau jawabannya lun hanya bisa menatap nya dengan datar.
"Cecil jahat!"
##