YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
16



...Happy reading^^...


20 menit sebelum kejadian...


Natasya keluar dari kelasnya bersama rena.jam sudah menunjukkan pukul 3 sore kurang 20 menit dan mungkin Mark juga sedang dalam perjalanan untuk menjemputnya.saat ia sudah menuruni tangga tiba tiba seorang siswi menahan mereka.


"kak rena di panggil pak Budi di ruang guru"ucap siswi kelas 10 tersebut yang sukses membuat Rena menyerngit heran.


"siapa yang bilang?"


"tadi barusan kak di panggil"Natasya dan Rena saling tatapan,ia merasa tidak pernah berbuat kesalahan tapi kenapa di panggil guru BK.


"ya udah ren pergi aja dulu,aku tunggu di gerbang aja"


"ok deh,makasih ya dek"siswi itu pun dengan langkah cepat meninggalkan rena dan natasya.sepeninggal Rena,Natasya langsung berjalan menuju gerbang.disana ia melihat Ali sedang berdiri di seberang jalan sambil melahap sebuah ice cream.


"Ali!"panggil Natasya membuat Ali berbalik.


"Nat sini!"Ali pun melambaikan tangannya agar Natasya menyusulnya.keadaan jalan raya yang rame membuat Natasya sedikit kewalahan.sedangkan di sisi lain seseorang menatap ke arah Natasya dengan tatapan benci.orang tersebut langsung menginjak gas dan membawa mobil tersebut mendekati Natasya.Rena yang baru saja keluar dari gerbang sekolah pun melihat mobil tersebut berlari dengan kencang ke arah Natasya.


"NATASYA!!!"


BRAKKKKK


Ali berbalik mendengar teriakan dan suara gaduh di belakangnya,dan kejadian selanjutnya ia mematung melihat tubuh Natasya yang sudah bersimpah darah di pinggir jalan raya.


"NATA!!!!"Ali segera berlari ke arah tubuh tak berdaya tersebut di susul dengan Rena dan siswa siswi yang berada di lokasi yang sama.semua orang panik dan ada juga yang langsung mengejar mobil tadi.


"Nana!!!!Nana!!bangun na!!"Ali langsung memangku tubuh Natasya yang sudah tak sadarkan diri dengan darah yang memenuhi kepala gadis tersebut.


"Nana!!Nana!!"tangis Rena pecah saat melihat tubuh itu bersimpah darah.


"Ali bawa Natasya ke mobil gue cepat!kita kerumah sakit sekarang!"salah satu teman kelas Ali menghampiri mereka dengan mobil yang sudah terparkir di samping Rena.


"astaga Natasya kasian banget"


"dasar ya tuh mobil main kabur aja!!"


"kak Natasya kasian banget"


"iya,mudah mudahan dia baik baik aja ya"


Ali dan Rena sudah naik ke mobil teman kelas Ali dan langsung menuju rumah sakit.dengan tangis yang masih deras Rena mencoba menghubungi Mark.


"halo ren"


"kak..Natasya kecelakaan kak!"dengan isakan Rena mencoba untuk tenang dan berusaha untuk berbicara


"apa!!"


"kak mending ke rumah sakit sekarang ya kak"


sambungan mereka di putuskan oleh Mark,Rena langsung menyimpan ponselnya dan menggenggam tangan Natasya.


"na bertahan ya na"


Sedangkan Ali hanya bisa terdiam sambil mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil tersebut.ia Matian Matian menahan air matanya ketika melihat tubuh tak berdaya itu sedang ia peluk.


"aku mohon bertahan ya na"batin Ali sambil menatap ke depan.


##


Di sisi lain mobil yang menabrak Natasya tengah terparkir di pinggir jalan dekat taman kota.gadis tersebut mengeratkan pegangannya di stir mobil dan berusaha menetralisir nafasnya yang tersengal Sengal.ia tak menyangka jika ia baru saja melakukan sesuatu yang berbahaya.bahkan mungkin ia bisa menghilangkan nyawa seseorang.


"apa yang udah gue lakuin!"Cecil menatap pantulan dirinya di cermin depannya.ia pun bingung lalu mengambil ponselnya yang ada di tas sekolahnya.ia menghubungi seseorang.


"halo kak"


"pokoknya jangan sampai ada yang tau kalau tadi gue yang nyuruh Lo buat manggil Rena ngerti!"


"i..iya kak"


Cecil memutuskan sambungannya lalu meremas kepalanya frustasi.


##


Mark dan papa Lee dengan terburu buru turun dari mobil mereka dan menghampiri Rena serta Ali yang menunggu di depan ruang UGD.


"kak mark!!"Mark segera memeluk tubuh Rena yang bergetar.papa Lee menatap anaknya dari jendela,matanya begitu sendu menatap sang anak yang tak berdaya.tangis Rena tak berhenti membuat papa Lee menghampiri nya dan mengelus kepala anak itu untuk menenangkannya.


"Nana bakal baik baik aja kok ren,dia anak yang kuat"ucap Mark mencoba untuk meyakinkan dirinya sendiri serta mereka semua yang ada di depan ruangan tersebut.papa Lee menyadari kehadiran Ali yang sedari tadi berdiri dengan tangan dan baju yang masih ada noda darah Natasya.


"terima kasih nak sudah membawa Natasya kemari"ucap papa Lee sambil mengusap pundak Ali dengan lembut.


"saya minta maaf om,saya nggak bisa jaga Natasya"Ali hanya bisa menunduk karena ia sudah tak bisa menahan air matanya.papa Lee pun tersenyum lembut lalu memberikan sapu tangan ke pada Ali.


"om sudah sangat bersyukur ada kamu sama Rena yang langsung membawa Natasya ke rumah sakit,sekarang kamu bersihkan dulu badan kamu ya"


"i..iya om"sepeninggal Ali papa Lee langsung menghadap sang dokter yang baru saja keluar dari ruangan UGD.


"bagaimana keadaan anak saya dok?"ucap papa Lee dengan raut wajah khawatir.sang dokter menghela nafas.


"kita harus segera melakukan tindakan operasi,benturan di kepalanya sangat keras sehingga darah yang keluar sangat banyak"


"lakukan lah dokter!selamatkan adik saya!!"Mark berdiri dari tempatnya.


"ambil darah saya saja dok"Mark,papa Lee dan Rena menatap Juno yang Baru saja datang dengan keadaan yang berantakan.saat Mark tengah di perjalanan ia langsung menghubungi Juno yang sedang berada di rumahnya.


"golongan darah Lo apa Jun?"


"O juga"


"kalau begitu ambil darah saya juga dok"papa Lee mengelus kedua pundak lelaki muda tersebut.


"kalau begitu ayo ikut saya"Mereka berdua pun mengikuti dokter untuk melakukan pemeriksaan sebelum mendonorkan darah.sedangkan Rena kembali terduduk bersama papa Lee di depan ruangan.


Ali yang sudah beres membersihkan badannya pun kembali bergabung dengan rena.rena menatap Ali sejenak lalu menundukkan wajahnya.ia benar benar takut selama perjalanan tadi tapi Ali selalu mengingatkannya untuk selalu berdoa agar Natasya baik baik saja dan terus tenang.


"lebih baik kalian pulang saja dulu,nanti orang tua kalian khawatir,kalian juga pasti belum makan siang kan?"


"tapi om.."


"Rena..kamu lebih baik pulang dulu ya,nanti kan bisa kembali lagi"


"ya udah deh om Rena pulang dulu ya,nanti Rena balik lagi kok"


"iya nak"rrna menyalami papa Lee bersama dengan Ali.


"om saya pulang dulu ya,nanti saya juga balik kesini"


"iya makasih ya nak"sepeninggal Ali dan Rena papa Lee hanya bisa menghembuskan nafas panjang lalu memandang Natasya dari balik pintu .ia sangat terpukul dan merasa sudah gagal menjaga anak perempuannya itu.


"maafin papa nak,kamu bertahan ya"


##


Rena dan Ali berjalan menuju parkiran yang di mana teman kelas Ali masih menunggu.


"eh dit Lo masih disini?gue kira tadi Lo udah balik duluan"


"ya nggak lah,masa gue ninggalin kalian berdua..lagian gue tadi nggak di bolehin masuk kan,yaudah gue tunggu disini aja.btw keadaan Natasya gimana?"


"dia mau di operasi"Rena berucap dengan lesu sambil masih tertunduk.


"mudah mudahan operasinya lancar ya"


"aamiin"ucap Rena dan Ali berbarengan.


"kalau gitu kita pulang bareng aja,lagian rumah kalain juga searah kan?"Rena mencuri pandang ke arah Ali yang masih terdiam.


"iya sih"jawab Rena seadanya.


"gue sih mau ngambil motor ditsoalnya ketinggalan di sekolah,Lo antar aja rena pulang"


"oh yaudah sekalian aja kan kita ngelewatin sekolah"


"yaudah yuk"


##


Mark dan Juno keluar dari ruangan khusus pendonor,2 kantong darah sudah terisi.


"gue shock banget pas Lo telfon tadi"


"gue juga Jun,gue nggak bisa ngeliat Nana kek gitu"Juni dengan sigap merengkuh pundak sang sahabat guna menenangkannya.


"kita banyak berdoa aja semoga operasi nya lancar"


"oh ya kabar nyokap Lo gimana?"


"udah mendingan sih,dia juga udah sadar,makanya tadi gue sempat pulang buat ngambil keperluan dia"Mark mengangguk kecil lalu melihat sang papa terduduk di kursi ruang tunggu sambil menatap ruangan sang anak.mark pun duduk di samping sang papa lalu memeluknya.


"mending papa pulang aja dulu bersihin diri,biar Mark yang jaga Nana disini"


"nggak Mark,papa pengen liat Nana,papa nggak mau ninggalin Nana Mark"Juno menatap sendu kearah papa Lee lalu duduk di samping kanan pria itu.


"om pulang aja dulu,nanti biar Juno dan Mark yang jaga Nana disini.om juga belum makan dari tadi,Nana bakal aman kok om"papa Lee menatap Juno dengan mata yang bengkak sehabis menangis.ia merasa bersyukur banyak orang baik yang menyayangi anaknya.


"ya sudah...papa ke rumah dulu buat ngambil keperluan Nana,kalian jaga Nana ya"


"iya pa"


"iya om"papa Lee meninggalkan 2 pria tampan tersebut untuk pulang ke rumah,ia harus mengisi tenaga dan mengambil keperluan anaknya selama di rumah sakit nanti.


Mark dan Juno kini terduduk dengan lesu,apalagi mereka baru saja mendonorkan darah mereka.


"operasi Nana di mulai jam berapa?"tiba tiba Juno berdiri dan menatap Natasya dari kaca pintu.


"jam 6"


"kita juga perlu isi tenaga dulu Mark,habis donor kan kita harus banyak minum air putih kata dokter"


"yaudah yuk ke kantin"Mereka berdua berjalan ke arah kantin,masih ada setengah jam untuk menunggu operasi Natasya.


##


Sorry kalau ada typo,ciyuu^^