
...HAPPY READING^^...
Natasya dan Rena kini berjalan di koridor kampus,hari ini mereka hanya punya 2 kelas jadi mereka berencana untuk jalan jalan ke mall hari ini.sudah lama juga mereka tak pergi jalan jalan di karena kan kesibukan masing masing sebagai mahasiswa baru.
"eh ren gebetan kamu yang kamu ceritain itu gimana kabarnya?kok kamu nggak pernah cerita lagi sih"
"ya nggak gimana gimana sih,cuman malas aja"
"wah seorang rena malas dengan pria tampan?sungguh langka memang"Rena menatap temannya itu dengan sinis.tapi ada benarnya juga,akhir akhir ini setelah ia menelfon Reyhan ia jadi menjadi serba salah dan merasa bersalah dengan kekasih nya itu.pasalnya ia melampiaskan rasa rindunya kepada pria lain.padahal Reyhan sangat setia padanya.bahkan mungkin selalu mengabarinya setiap hari.
"udah deh jangan bahas itu dulu na,gue lagi badmood"
"ih Rena kenapa?kok jadi badmood sih,yaudah deh Nana traktir ice-cream ya"seketika wajah Rena berseri seri mendengar kata ice cream.
"giliran makanan aja kamu senyum nggak jelas"
"memang ice cream itu adalah obat badmood yang paling ampuh tau nggak na,yaudah deh yuk ke kantin"
Dengan langkah gembira Rena menarik tangan Natasya menuju kantin kampus yang agak jauh dari tempat mereka.
Saat perjalanan Rena tak sengaja melihat Rian yang berjalan sambil menatap ponselnya.seketika Rena terpanah dengan ke tampanan Rian yang notabene adalah dosennya sendiri.
"kok berhenti sih ren!"
"cuci mata dulu na"ucap Rena sambil menatap lurus kedepan,Natasya pun mengikuti arah pandang sahabatnya itu.seketika ia menghela nafas jengah.
"baru aja tadi dia bilang langka karena nggak mood bahas cowok tampan,eh ini ada di depan mata malah jatuh cinta lagi"sindir Natasya membuat Rena tak memperdulikannya dan terus menatap rian.
Rian yang sudah sangat dekat dengan mereka pun tak sengaja melihat Natasya yang berdiri sambil menatap sahabatnya itu dengan kesal.
"siang pak Rian"itu Rena,dengan gaya centilnya.sedangkan Natasya hanya bisa menyembunyikan rasa malunya di hadapan Rian dengan tersenyum kaku.
Natasya baru saja mau menjawab tapi langsung di sela oleh Rena.
"nggak ada pak,ini baru aja selesai kelas akhir"
"oh kebetulan,saya sedang ada urusan sebentar kalau boleh saya ingin minta tolong sama kalian untuk membawa beberapa tugas yang ada di perpustakaan ke ruangan saya"
"eh bisa kok pak,kita siap membantu"lagi lagi Rena menjawab dengan senyum manisnya.rian mengangguk kecil.
"terima kasih ya,nanti kalau kalian sudah ada perpustakaan kalian tinggal bilang saja ke pengurusnya tentang tugas fakultas kedokteran"
"baik pak"jawab Rena dan Natasya bersamaan.rian tersenyum manis lalu meninggalkan dua gadis itu.
Setelah kepergian Rian Rena masih saja menatap punggung pria itu dengan senyum yang masih terpancar jelas di mata Natasya.
"ekhm...ingat kak Reyhan ren!"
seketika senyum Rena menghilang dan di gantikan tatapan datar ke Natasya.
"sirik aja sih Lo na,gue itu lagi cuci mata soalnya di kampus ini ngga ada yang seganteng pak Rian!"
"ya tetap aja ren kamu harus ingat kak Reyhan juga,mau aku aduin kak Reyhan?!"
"ih apaan sih tukang Cepu!malas ah!"Rena berjalan mendahului Natasya menuju perpustakaan.
"ih ren tunggu! katanya tadi mau makan ice cream"langkah Rena terhenti dan berbalik menghampiri Natasya.
"yaudah ke kantin dulu baru ke perpus"Natasya memutar bola matanya dengan malas dan berbelok ke arah kantin bersama Rena.
##