
...Happy reading^^...
Cecil terduduk di depan hakim,kini pandangannya kosong.ia pun tidak bisa melakukan apa apa karena bukti bukti semua sudah jelas.bahkan beberapa teman sekolahnya juga hadir di persidangannya.kedua orang tua Cecil kini hanya bisa memandang anaknya dengan rasa iba.mereka tak bisa apa apa untuk membela anak mereka.di sisi lain papa Lee dan Mark tengah terduduk di sebelah pengacara mereka serta Rena dan teman kelasnya yang duduk di belakang Cecil.
"dan akhirnya semua akan menerima takdirnya masing masing,entah itu di awal ataupun di akhir"batin Rena sambil menatap Cecil yang menunduk lesu.
Flashback....
Rena dan Cecil kini duduk di halaman belakang kantor kejaksaan.walaupun kini mereka tak saling menatap satu sama lain melainkan menatap pepohonan yang rindang.
"kenapa Lo manggil gue kesini"ucap Cecil pada akhirnya.rena menatap sinis ke arah Cecil yang menurutnya sangat arrogant.
"Lo itu ya,udah di kasi keringanan malah ngelunjak,gue mau ngomong soal Natasya sama Lo"
"nggak ada yang perlu di omongin lagi sih,gue juga udah Nerima hukuman gue"ucap Cecil dengan wajah datar nya yang membuat Rena tak habis pikir.
"asal Lo tau ya,gue adalah orang paling pertama protes saat Natasya mencabut tuntutan papanya sendiri!dan Lo biasa biasa aja soal itu!?Lo bener bener ular ya!di kasi hati minta jantung Lo!"
"ya gue harus apa Rena!!Lo tau sendiri sifat sahabat Lo itu Kek gimana!bukan salah gue kalau dia mencabut tuntutan nya ke gue!dan gue rasa dia kek gitu karena mau cari perhatian aja sama Ali iya kan!!"
"Lo jangan bawa bawa nama Ali ya!Ali sendiri yang ngedeketin Natasya!"
"iyakah?!kalau nggak ada Natasya Ali mungkin masih sama gue!Ali nggak akan pernah ninggalin gue!"
"sadar Cecil!Ali nggak pernah suka sama Lo!Lo yang terobsesi sama dia!dan Natasya adalah korban dari keegoisan Lo!gue masih bersyukur karena jaksa nggak akan menerima pencabutan papa Natasya"ucapan Rena yang terakhir sukses membuat Cecil mengerutkan keningnya.
"apa?Lo bilang apa tadi!?"senyum miring Rena mengembang,kali ini dia harus benar benar membuat Cecil terpuruk.
"kak Mark nggak akan begitu saja meloloskan orang yang udah berani nyentuh adik nya cil!dan gue yakin Lo pasti akan membusuk di penjara!"setelah itu Rena meninggalkan Cecil sendirian.cecil pikir tuntutan nya akan ringan karena ia mendengar jika Natasya mencabut nya.tapi ternyata Mark tidak akan meloloskannya.dan itu membuat Cecil sangat frustasi dan pusing.
"sekarang apa!gue nggak bisa apa apa!dan Ali juga udah ninggalin gue!"air mata Cecil jatuh begitu saja.
flashback end....
##
Natasya kini terapi di bantu oleh Juno,mereka sekarang berada di taman rumah sakit yang sangat asri.kata dokter udara segar dan pikiran jernih akan membuatnya makin semangat untuk terapi.
"ih cewek kakak pinter ya udah bisa jalan"Natasya menyenggol pinggang Juno karena sudah menggodanya.
"apaan sih kak!emang Nana anak kecil baru belajar jalan!"
"ya tapi emang kan ini kamu lagi belajar jalan,kek bayi"tawa Juno menggelegar membuat Natasya merengut.
"tau ah kak Juno ngeselin!kalau gini caranya Nana nggak akan bisa terapi kalau pikiran kesal terus gara gara kak Juno"ucap Natasya dengan bibir yang mencebik dan itu sukses membuat Juno mencubit kedua pipi yang sudah mulai gembil itu.
"iya iya kakak minta maaf deh,nanti Kaka traktir ice cream,mau?"dengan senyum cerah Natasya menganggukkan kepalanya.
"awas aja kalau boong"
"iya nggak akan,ini lanjut lagi jalan nya"Natasya kembali menggerakkan alat bantu jalannya dan menggerakkan kakinya dengan sangat lancar.
"coba dulu nggak pake alat bantu"dengan perlahan Juno menyingkirkan benda tersebut sehingga Natasya berdiri tanpa alat bantu.dengan wajah takut Natasya menatap Juno.
"jalan na"
"ih kak Juno,ini masih kaku nggak bisa"
"iya begitu na!lagi!"dengan pelan Natasya melangkah ke arah Juno dan setelah tiba ia langsung ambruk ke pelukan Juno dengan senyum mengembang.
"Nana bisa kak!!Nana bisa!!"ucap Natasya penuh kebahagiaan di pelukan Juno.
"iya kamu bisa!"
##
Rena dan Mark kini berjalan di koridor rumah sakit setelah urusan di pengadilan selesai.mereka memutuskan untuk makan siang di ruangan Natasya bersama Natasya dan Juno.
"oh ya ren Lo masih berhubungan ya sama rehan?"ucap Mark tiba tiba.
"iya kak,bahkan kita udah jadian hehe"
"eh?beneran?wah gercep juga ya Lo"
"iya dong,cowok ganteng kayak kak Reyhan harus di keep kak,nanti mubazir kalau di diemin"tawa Mark menggelegar mendengar ucapan Rena.dengan cepat ia membekap mulutnya sendiri.ia baru ingat ia sedang di rumah sakit sekarang.
"tapi Lo bisa LDR juga ya,emang nggak kangen"
"ya kangen sih kak,tapi mau gimana lagi,gue harus nunggu dia selesai kuliah dulu"Mark mengangguk mengerti,ia jadi mengingat si puteri.
"oh iya kak Soal Devina itu gimana?"
"ya kita harus tunggu dia sadar dulu sih baru bisa di proses"
"dia nekat juga ya,kayak si cabe cabe an Cecil!
"gue juga nggak nyangka,mereka kek gitu cuman karena cowok"
"ya kalau cinta udah buta mau gimana lagi kak"
"tapi nggak gini juga dong,masa mau ngebunuh orang sih"
Rena hanya tertawa pelan lalu membuka pintu ruangan natasya.di dalam sudah ada Natasya yang bermain ponsel sementara Juno masih di kamar mandi.
"kak Mark!Rena!"
"kakak bawa makanan kesukaan kamu nih"Mark mendekati brankar Natasya dan menaruh kantongan plastik di meja samping Natasya.
"nih aku juga bawa makaron kesukaan kamu na"
Natasha berbinar melihat bungkusan itu lalu segera membukanya.
"makasih ya kak melk,Rena!tau aja Nana laper"
"ya udah kita makan bareng yuk"Rena langsung mengangkat meja yang ada disudut ruangan untuk di taruh di samping brankar Natasya.di lain sisi Juno keluar dari kamar mandi membuat Mark menatapnya.
"woy bro makan dulu yuk"
"eh udah pulang ternyata,wah kebetulan nih lagi laper juga"
"yaudah kak makan dulu"Juno pun bergabung dengan mereka.dan siang itu mereka menikmati makan siang di selingi dengan candaan dan tawa.natasya sangat bersyukur karena di kelilingi oleh orang orang baik dan sayang padanya.tapi ia juga sedikit merasa bersalah pada Ali,karena sebelum pergi ia sempat menyatakan perasaannya pada natasya.tapi secara halus ia tolak.semoga Ali bisa mendapatkan pasangan yang baik nantinya,itu doa natasya untuk Ali.
##