YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
45



...HAPPY READING^^...


Juno memarkirkan mobilnya di pinggir jalan,ia masih emosi dengan apa yang barusan terjadi.ia pun meraih ponsel nya dan menghubungi Natasya.


"halo kak"


"halo na,kakak pengen banget ketemu sama kamu.kakak kangen"


"Nana juga kangen tau sama kakak,yaudah kita mau ketemu di mana?"


"kamu di mana sekarang?biar kakak jemput"


"Nana masih di kampus sih,baru aja mau pulang"


"yaudah kakak kesana ya tunggu kakak"


"oke kak hati hati"


Sambungan telfon mereka terputus dan Juno langsung menancap gas nya menuju kampus natasya.


Natasya yang baru saja mendapat telfon dari kekasihnya itu lantas tersenyum gembira dan berjalan menuju gerbang kampusnya untuk menunggu Juno.


##


Mark dan putri kini terduduk di restaurant dekat hotel Mark,mereka sedang makan siang dengan suasana yang sangat nyaman.


"Daddy kamu kapan pulang lagi ke Jakarta"


"em..kayaknya masih lama kak soalnya Daddy sibuk banget di sana,itu juga kadang kalau pulang nggak ngasih kabar dulu"


"kamu nggak apa apa kan kalau saya ajak makan bareng disini?"ucap Mark sambil menatap hati hati gadis yang ada di depannya sekarang.jujur ia sendiri tak tau bagaimana perasaan putri padanya karena gadis itu tak pernah berkata apapun.


"ya nggak dong kak,putri senang kok karena ada teman bicara juga"Mark mengerutkan keningnya tak mengerti.


"kenapa?"


"putri juga nggak tau kenapa kak,yang pasti putri pernah dengar mereka nggak suka kalau putri berada di dekat kak Mark terus.ya itu bukan kesalahan kak Mark sih makanya putri diam aja selama ini"putri tiba tiba tertunduk,hari ini ia bisa mengeluarkan uneg unegnya selama ini.


Jujur saja ia sebenarnya tak nyaman jika berada di dekat Mark di tempat yang ramai.ia merasa insecure dengan mark yang sangat berwibawa dan mendekati kata sempurna.sedangkan ia hanya gadis biasa yang masuk ke dunia kerja karena bantuan dari Mark sendiri.


"kenapa kamu bicara seperti itu?aku nggak peduli sama sekali tentang pemikiran orang orang tentang aku atau pun kamu put!aku kan dekat kamu juga karena atas dasar keinginan aku"


"tapi kak.."


"kamu nggak perlu khawatir,biar mereka menjadi urusan aku.kamu tinggal kerja dengan nyaman sebagai sekretaris aku,kamu ngerti?"putri diam saja mendengar ucapan Mark,ia menatap lelaki itu dengan tatapan pasrah karena mau bagaimana pun juga ia akan tetap kalah dengan ucapan Mark.


"pulang nanti aku singgah sebentar ya di toko mama kamu,pengen beli bunga"


"kak Mark..bisa tidak kak Mark untuk saat ini jauh dulu sama putri"Mark seperti tak percaya dengan ucapan gadis itu.kenapa tiba tiba ia berbicara seperti itu padanya.


"maksud kamu?"


"ya..demi kak Mark juga,aku nggak mau repotasi kak Mark buruk di depan karyawan hanya karena kak Mark dekat sama aku"seketika Mark langsung menghela nafas panjang dan meletakkan sendok garpu nya.


"kan aku udah bilang kamu jangan khawatir soal itu put,aku nggak peduli soal pemikiran mereka tentang aku,aku cuma mau kamu selalu ada didekat aku"


"nggak bisa kak,putri nggak bisa"


"nggak bisa kenapa?kok kamu hari ini aneh banget sih?kamu ada masalah ya?cerita sama kakak"


Seketika mata putri berkaca kaca membuat Mark langsung berdiri di tempatnya dan duduk di samping putri sambil mengelus pundak gadis itu.


"hey kenapa?kok nangis"ucap Mark lembut,putri tersenyum lalu menunduk.


##