
...Happy reading^^...
Natasya menaruh belanjaannya di meja makan,pagi ini moodnya sangat butuh di tambah ia bertemu dengan Cecil,gadis yang membuat hidupnya menderita selama 3 bulan 2 tahun yang lalu.rena yang melihat Natasya hanya diam terduduk di meja makan pun menghampiri sang sahabat.
"kamu kenapa sih na,dari tadi pagi nggak mood Mulu,aku juga di cuekin!"Natasya menatap Rena yang sedang duduk di depannya dengan bibir yang mencebik.
"maaf ya ren,Nana cuma nggak mood aja nggak tau kenapa,maaf ya"Rena dengan cepat merengkuh sahabatnya itu,ia sangat tau Natasya itu bagaimana.pasti ia sedang memikirkan sesuatu lagi.
"lengan kamu gimana?"
"udah nggak sakit kok"
"Nana Rena Ayo kebelakang"Mark datang sambil membawa beberapa belanjaan mereka dan membawa nya ke belakang.disana sudah ada papa Lee yang sedang menyiapkan alat alat mereka.mark yang sedang menyiapkan daging melihat Natasya yang tampak lesu sambil membersihkan sayuran lantas menghampiri adiknya.
"nanti malam kita kerumah sakit jenguk mama Juno mau nggak?"Natasya sontak menatap kakaknya dengan antusias,ia pun mengangguk lucu membuat Rena yang berada di sampingnya terheran heran.bisa bisanya ekspresi nya berubah hanya karena mendengar kata Juno.
"Juno siapa sih kak?yang kemarin ya?"
"iya"Rena tampak berfikir,ia seperti pernah mendengar nama itu.ah iya!perempuan gila kemarin yang menyekap Natasya menyebut nama juno.rena pun beranggapan bahwa perempuan itu mempunyai hubungan dengan Juno dan Natasya sudah menjadi korban.
"pasti nata mikirin itu"batin rena.ia melihat Natasya yang sudah kembali ke mood biasanya membuat ia berfikir lagi bahwa sang sahabat menyukai Juno dan begitu pun sebaliknya.ia bersyukur jika itu terjadi supaya Natasya bisa sepenuhnya melupakan Ali.
##
Ali terduduk dengan wajah datar di samping sang mami.sungguh ia sangat ingin pergi dari rumahnya saat ini.di depannya sudah ada Cecil dengan senyum manis nya sambil mengobrol dengan sang papa.
"andai saja kemarin Ali nggak sekolah di London ya,pasti hubungan kalian makin erat sekarang"ucap mama Cecil sambil menatap Ali dan Cecil bergantian,semua orang di ruangan itu tersenyum kecuali Ali.
"kita kan sudah sepakat untuk tak membahas itu,lagian sekarang waktunya kita memulai hidup baru iyakan?"Cecil tersenyum mendengar ucapan mami ali.ali pun makin muak karena ia merasa tak di hargai pendapatnya ketika semua orang membahas hubungan antara keluarga tanpa persetujuan darinya.
"kalau aku keberatan?"ucap Ali membuat orang sontak menatapnya.cecil sudah was was dengan Ali sedari tadi karena ekspresi lelaki itu.
"aku tak keberatan jika kalian ingin menjalin hubungan persaudaraan,tapi tanpa melihatbatkan hubungan apapun.sudah cukup membuatku merasa tak nyaman 2 tahun yang lalu.aku ingin menjalani hidupku sendiri,dan aku sudah tak ingin di rugikan lagi.saya mohon maaf undur diri"Ali dengan lantang dan dengan wajah tenang meninggalkan meja makan membuat semua orang tak bisa berkata apa apa lagi.orang tuanya pun langsung mengerti dengan maksud sang anak seperti itu,tapi mereka juga tak bisa memungkiri jika saat ini mereka tengah malu kepada calon besan bisnis mereka.
"saya minta maaf atas perlakuan anak saya,ini sudah di luar kendali saya.sudah 2 kali ini sebuah perjodohan di batalkan,dan saya sudah tak bisa berbuat apa apa lagi ketika anak saya juga sudah tak bisa menerima perjodohan ini"
"om!coba di bujuk dulu Ali nya om pasti dia mau kok"Cecil menatap papa Ali dengan wajah memohon,tapi papa nya juga ikut bersuara.
"ya sudah...saya juga sudah tak bisa berbuat apa apa lagi ketika pihak laki laki sudah angkat tangan.kami akan tetap menjalin bisnis walaupun tak bisa mengeratkan hubungan kekeluargaan kita.kalian sudah besar dan patut untuk memilih jalan hidup kalian"ucapan papa nya sangat membuat Cecil bersedih karena tak memperjuangkan perjodohan ini.andai saja Ali menerima ini,pasti semuanya akan berjalan dengan lancar.
"kalau begitu mungkin kita bisa melanjutkan acara makan siangnya tanpa ali,kan Cecil juga sudah membantu Tante untuk belanja tadi pagi"ucap mami Ali mencoba untuk menghibur dan mencairkan suasana yang sempat tegang.ia menatap Cecil dengan senyum lembut dan tulus.
##
"kamu kok repot repot sih,kan disini juga ada kantin"Natasya tersenyum melihat Juno yang tengah mengomel sambil mengunyah makanannya.
"jadi aku nggak boleh nih bawain kakak makanan?aku udah cape cape Lo masak ini buat kakak sama om"Juno menghentikan kunyahannya dan menatap Natasya dengan tatapan bersalah.
"kakak minta maaf ya,kakak cuma nggak mau kamu kecapean..dan makasih juga atas makanannya ya"ucap Juno sambil mengelus pucuk rambut Natasya yang membuat pipi nya merona.
"gimana kabar Tante?"
"ya udah membaik sih,tapi dia belum sadar"Natasya mengangguk pelan sambil menatap mama Juno yang sedang terbaring lemah.juno menyudahi acara makannya ketika wadah itu telah kosong.natasya yang melihatnya pun langsung membersihkan tempat mereka makan dan memberikan tisu pada Juno.
"kalau besok aku kemari lagi boleh nggak kak?"
"ya boleh dong"Juno tersenyum lembut menatap wajah gadis yang sangat ia kagumi itu.wajah yang selalu membuatnya rindu.bahkan baru beberapa jam mereka pisah ia sudah sangat rindu.
"gimana acara nya tadi?seru nggak?"Natasya langsung merubah ekspresinya menjadi cemberut.
"seru apanya!nggak ada kak Juno"
"ih kok gitu,kan masih ada Rena Mark sama papa kamu"
"ya kan beda kalau ada kak Juno,apalagi kak Juno tiba tiba udah nggak ada di rumah"
"kamu kangen ya sama kakak?"ucap Juno dengan senyum jahilnya yang berhasil membuat wajah Natasya kembali memerah.juno mengelus wajah halus tersebut sambil menatap kedua mata Natasya yang juga menatapnya.
"kakak cuma mau terus dekat dengan Nana,jujur aja kakak tuh suka sama Nana..kalau Nana..suka nggak sama kakak?"Natasya sontak membulat kan matanya.ia tak menyangka jika Juno akan mengungkapkan perasaannya di saat seperti ini.ia pun tak bisa menatap balik mata Juno yang sangat intens menatapnya.jujur saja ia juga sudah sangat nyaman bersama juno.tapi di lain sisi papanya juga melarangnya untuk berpacaran.
"eh....gimana ya kak"
"soal papa kamu ya?"Natasya mengangguk pelan sambil menatap keluar ruangan.juno tersenyum lalu menggenggam kedua tangan Natasya.
"ya aku nggak akan ngajak kamu pacaran,kakak cuma ngajak kamu buat berkomitmen aja sama kakak,kalau kamu bakal tunggu kakak buat lamar kamu dan kakak akan tunggu kamu ketika kamu udah siap"ucap Juno sambil menatap lekat wajah natasya.sungguh ia sangat berharap Natasya berkata iya.detik berikutnya Juno merasa perutnya di penuhi kupu kupu ketika Natasya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.ia pun langsung memeluk tubuh mungil itu dengan erat.
"aduh kak Nana nggak bisa nafas!"dengan segera Juno melepaskan pelukannya dan tersenyum senang ke arah Natasya.
##
Ciyuuuu