
...Happy reading^^...
Mark dan Juno kini berdiri di depan ruangan UGD,setelah kecelakaan yang tak terelakkan tadi mereka langsung membawa tubuh tak berdaya Devina ke rumah sakit yang sama dengan natasya.kondisi Devina sangat memprihatinkan membuat Mark dan Juno langsung merasa bersalah.setelah hampir 20 menit lamanya dokter pun keluar membuat 2 pria itu langsung menghampirinya dengan wajah cemas.
"bagaimana dokter?"
"maaf,anda keluarga pasien?"Mark dan Juno saling bertatapan langsung menggeleng.
"bukan dok,kami hanya membawa nya kemari saat dia kecelakaan"
"kalau begitu bisa hubungi keluarga pasien?karena ini sangat darurat kami harus melakukan tindakan dengan persetujuan keluarga pasien"ucap sang dokter yang membuat Juno langsung merogoh ponselnya.
"sebentar dok saya tanya teman saya dulu"Juno menjauh dari ruangan UGD untuk menelpon teman devina.sedangkan Mark hanya bisa menghela nafas kasar.kenapa jadi seperti ini,bukan hal seperti ini yang ia inginkan.
setelah beberapa menit Juno kembali dengan wajah lega.
"orang tuanya sudah menuju kemari dok"
"baguslah saya harus masuk dulu untuk mengecek kondisi pasien,jika orang tuanya sudah tiba langsung saja hubungi suster yang sebelah sana"ucap sang dokter sambil menunjuk ruangan yang berada di pojok lorong.
"baik dok"Mark dan Juno kembali terduduk di kursi tunggu.mereka menghela nafas panjang.
"kok jadi kek gini sih Mark"
"hahhh gue juga nggak tau Jun"
##
esoknya...
Cecil terduduk ditengah tengah orang tuanya,di depan mereka sudah ada papa Lee dan juga mark yang memandang Cecil dengan amarah yang di tahan.
"em..kalau boleh tau anda perlu apa ke rumah kami siang siang begini?dan kenapa anak saya harus bertemu dengan kalian?"ucap papa Cecil pada akhirnya.
"saya meminta maaf karena sudah datang tiba tiba ke kediaman anda,dan saya kemari hanya ingin menyampaikan sesuatu yang mungkin anak anda tau maksud saya"ucap papa Lee membuat ketiga nya bingung.cecil mengerutkan keningnya,ia tak mengenal 2 pria yang ada didepannya saat ini.
"kami keluarga Natasya"mata Cecil membulat sempurna,ia tiba tiba merasakan detak jantungnya berdebar kencang sekarang.ia kembali panik dan merasa takut.mamanya yang sadar pun berusaha menenangkan anaknya.
"kenapa sayang?kamu tidak apa apa?"Cecil terdiam,ia menunduk untuk menghindari tatapan Mark yang sangat tajam.
"Natasya siapa ya pak?kami tidak mengenal sosok itu"
"dia adalah adik saya dan anak anda telah membuat nya hampir meregang nyawa!"Mark tak bisa lagi menahan emosinya,dengan cepat sang papa menggenggam tangan sang anak agar bisa lebih tenang.kedua orang tua Cecil terkejut setengah mati,mereka berusaha untuk tidak percaya perkataan itu.
"apa maksud anda?!anak saya tak pernah berbuat seperti itu!"mama Cecil berusaha membela sang anak,sementara Cecil hanya terdiam sambil menahan isakannya.
"sayang..apa yang mereka bilang salah kan?kamu tidak salah kan sayang?"Cecil tak bisa lagi menahan air matanya.ia sudah pasrah akan semuanya.reaksinya itu membuat kedua orang tuanya sangat terpukul dan menatap Cecil tidak percaya.
"apa maksud kamu Cecil!jelaskan sama papa!"
"Cecil minta maaf ma pa!!Cecil salah!Cecil jahat pa!!"Cecil dengan cepat duduk di depan sang mama sambil bermohon mohon.air matanya sudah sanga banyak membasahi pipinya.
Kedua orang tuanya sangat terkejut sehingga mereka tak bisa berkata apa apa lagi.mereka mencoba menetralisir semua nya.
"Cecil salah pa!Cecil minta maaf!Cecil takut mah!!tolong Cecil!"dengan frustasi Cecil menaruh kepalanya di paha sang mama yang sudah berlinang air mata.
"papa kecewa sama kamu Cecil!kenapa kamu lakukan itu!"
"papa sudah!jangan membentak Cecil!"sang mama memeluk kepala anaknya itu.ia tak tega anaknya di bentak oleh papa nya sendiri.
"Cecil cemburu pah!Cecil nggak mau Ali ngejauh dari Cecil!!Cecil cinta sama Ali ma!"tangisan Cecil tak berhenti barang sedikitpun.ia menatap mamanya dengan memohon.sang papa mengusap wajahnya frustasi.
"maaf tuan saya rasa anda harus berdiskusi dulu tentang masalah ini dengan keluarga anda,besok kami akan kembali dengan pengacara dan anak anda harus bersiap untuk di bawa ke pengadilan"ucap Mark final,Cecil makin menggeleng keras,ia sangat takut di penjara.
"kami permisi"papa Lee membungkuk sopan lalu keluar dari rumah Cecil di ikuti oleh Mark.
"papa sangat kecewa dengan mu Cecil!kamu harus bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan!"
"papa!seharusnya papa membela anak papa sendiri!kenapa malah memojokkan Cecil!"
"siapa yang memojokkan Cecil ma!jelas jelas dia salah!mereka juga tak akan ke rumah jika mereka tak punya bukti!sekarang tinggal bagaimana keputusan Cecil!ia harus bersiap siap untuk di bawa ke kantor polisi dan mengakui kesalahannya!"sang papa sudah tak tahan dan melangkah keluar dari rumah.sedangkan Cecil,gadis itu masih sesegukan di bawah kaki mamanya.ia berpikir jika hidupnya kini tiada arti.
"ma..Cecil harus gimana ma?"tangis Cecil tertahan melihat sang mama yang hanya bisa diam sambil menatap kosong.
"Cecil udah kecewain mama sama papa..Cecil anak yang kurang ajar..Cecil nggak layak buat ada di keluar ini ma!Cecil nggak layak hidup!"sang mama yang melihat anaknya penuh dengan kepasrahan pun memeluk anaknya tersebut dengan sayang.
"tidak sayang..kamu anak mama satu satunya yang berharga buat mama,jangan berkata seperti itu sayang,kita akan sama sama melewati ini semua ya"Cecil makin terisak di pelukan sang mama,ia bersyukur masih ada sang mama di sampingnya.ia gak bisa membayangkan jika tak ada seorang pun yang menyemangatinya di saat seperti ini.
##
kondisi Devina kini masih koma,sedangkan di samping nya kini sudah terduduk sosok wanita berusia 50 an yang sedang menatap Devina dengan rasa iba.
Juno dan Natasya kini berdiri di depan kamar inap Devina dengan Natasya yang terduduk di kursi roda.
"kadang aku bisa jadi pendendam kak,tapi aku tak bisa jika harus berbuat jahat kepada orang lain.aku sepenuhnya belum bisa membuat keputusan ku sendiri,bahkan untuk hidupku.aku masih bergantung pada orang orang terdekatku.jika seperti ini aku harus kembali untuk mengikhlaskan semunya,walaupun itu berat tapi akan kucoba agar aku bisa hidup tenang"Juno dengan seksama mendengar ucapan Natasya yang membuat nya makin sadar jika gadis di depannya saat ini sungguh berhati mulia.ia tak henti hentinya mengucap rasa syukur telah mengenal Natasya lebih jauh.
"jadilah dirimu sendiri na,aku suka kamu apa adanya"Juno berjongkok di depan Natasya sambil menggenggam kedua tangan mungil tersebut.
##