
...Happy reading^^...
Natasya berjalan menuju kelasnya,hari ini Rena tidak masuk karena badannya panas.alhasil ia harus ke kampus sendiri karena memang Natasya tidak mempunyai teman selain Rena.
Pas saat ia mau belok tiba tiba ia menabrak seseorang yang sedang membawa beberapa buku dan membuat buku tersebut terjatuh ke lantai.
"astaga maaf!"Natasya lalu dengan sigap membantu untuk memunguti buku buku tersebut.
"eh pak Rian?"pria yang di sebut namanya itu hanya tersenyum lalu mengambil buku yang di berikan oleh Natasya.
"maaf ya pak saya tadi buru buru soalnya ada kelas"ucap Natasya dengan wajah khawatir.pria bernama Rian itu memperbaiki kacamata yang bertengger di hidungnya.
"tidak apa apa saya juga tidak liat jalan tadi"
"sekali lagi saya minta maaf ya pak,kalau begitu saya duluan"
"nama kamu siapa?"
"saya Natasya pak,mahasiswa baru"
"oh..,tapi kenapa kamu tau nama saya?"
"oh..itu saya pernah nggak sengaja denger dari teman satu fakultas pak"ucap Natasya sambil tersenyum ramah.
"ah iya"
"saya duluan ya pak"
"baik"
Natasya memang pernah dengar teman sefakultasnya membicarakan dosen tersebut karena parasnya yang rupawan.apalagi Rena juga pernah memperlihatkan foto nya pada Natasya.
Setelah Natasya pergi sang dosen berhenti melangkah dan berbalik menatap Natasya dengan tatapan yang tak bisa di artikan.senyum yang tadi melekat di wajah nya kini hilang di gantikan dengan ekspresi datar.
##
Mark dan putri kini berjalan menuju lobi hotel,memang sudah kebiasaan Mark yang menjemput putri untuk ke hotel bersama.
"oh iya put,hari ini kamu bisa nggak ke rumah?Nana kangen soalnya dia mau ngajakin kamu bikin cookies"
"oh iya boleh kok,aku juga udah lama nggak ketemu Nana"
"oh iya Daddy kamu udah balik ke London?"
"iya kak semalam berangkatnya"
"pantasan telfon aku semalam di abaikan"putri langsung menatap Mark dengan tatapan menyesal.
"maaf ya kak Mark putri nggak bermaksud,semalam emang putri lupa bawa hp buat nganter Daddy ke bandara"Mark hanya tersenyum kecil lalu mengelus rambut putri saat mereka sudah berada di depan lift.
"iya kak"putri menunduk berusaha menyembunyikan wajah nya yang memerah.
##
Rena terbaring lemah dikasurnya,kini ia menatap layar ponsel yang di dalamnya sudah ada wajah Reyhan.
"nggak tau kok tiba tiba jadi panas gini kak"ucap Rena dengan wajah cemberutnya yang pucat.
"kamu nih ya pasti kemarin nggak pernah istirahat,kalau pulang kuliah tuh mending istirahat jangan keluyuran Mulu"
"ih kok jadi marahin aku sih!kan aku nelfon kakak buat semangatin aku gitu"
"kamu sih ngeyel kalau di bilangin"
"sekarang di sana udah jam berapa kak?"Rena mencoba mengalihkan pembicaraan agar ia tak kena omel lagi.dia sangat lelah di omeli pacarnya sendiri dan orang tuanya hari ini.
"udah jam 12 malam sih"
"hah?terus kok kakak angkat telfon aku sih!mending kakak tidur deh jangan begadang!"
"kamu nih ya lagi sakit tapi masih bisa teriak kek gitu"Reyhan hanya tertawa kecil melihat tingkah pacarnya yang sangat menggemaskan itu.
"ya kakak juga sih mending tidur gih udah malam tau"
"kamu emang nggak kangen sama kakak,kita jarang loh komunikasi kek gini"Rena tiba tiba terdiam,ia sangat merindukan kekasih nya itu.tapi ia juga merasa bersalah karena masih melirik laki laki lain.
"ya kangen lah..masa pacar sendiri nggak kangen"
"kamu nggak bosan kan sama kakak?"
Jantung Rena tiba tiba berdetak kencang,kenapa Reyhan harus bertanya seperti itu.
"ya nggak lah kak!kok nanya kek gitu sih"
"nggak kok nanya aja,yaudah kamu istirahat ya supaya cepat sembuh"
"iya iya,kakak juga ya langsung tidur"
"iya sayangnya Reyhan,goodnight sayang"
"goodnight kakak"
Sambungan mereka pun terputus membuat Rena langsung terbangun dari baringnya dan bersandar.
"kayaknya gue harus curhat nih sama Nana,gue chat aja deh supaya ke rumah"Rena pun mengirimkan pesan ke Natasya agar sahabatnya itu menjenguk nya.
##