
...Happy reading^^...
Natasya menuruni tangga dengan langkah riang,senyum nya tak pernah lepas sedikitpun.ia sudah kembali menjadi dirinya sendiri setelah apa yang ia alami akhir beberapa bulan yang lalu.mark yang melihatnya pun tak bisa menyembunyikan perasaan gembiranya.
"hati hati na ntar jatuh"Natasya tiba di depan Mark dan mencium pipi kakak nya tersebut.
"pagi kak melk!"Mark mengusap kepala adik tersayang nya itu lalu mengikuti langkah Natasya menuju meja makan.disana sudah ada sang papa yang sedang membuat teh hangat.
"pagi papa!"ucap Mark dan Natasya bersamaan.
"pagi sayang sayang nya papa"
"kok papa yang bikin teh?biasanya bibi yang buatin papa"Natasya mengahampiri papa nya yang berada di pantry dan membantunya untuk menuangkan air panas ke cangkir sang papa.
"bibi tadi buru buru katanya keponakan dia yang dari Jogja mau datang jadi papa izinin untuk pulang dulu"Mereka berdua pun berjalan menuju meja makan yang sudah ada Mark disana sedang mengoleskan selai kacang ke roti.
"gimana kuliahnya sayang?"
"baik kok pa teman teman Nana juga semuanya baik"sang papa tersenyum senang lalu melahap roti bakarnya.
"ingat ya na masa kuliah dan masa sekolah SMA itu beda loh,kamu harus betul betul pilih pilih teman"Natasya mengangguk mendengar nasihat Mark yang sudah lebih berpengalaman.
"oh ya kak kapan kapan ajak kak putri ke rumah ya,aku pengen ajakin dia buat bikin kue"
"iya,nanti kakak ajak dia weekend ini"
"Yeay!"
"oh iya papa juga mau bilang kalau papa bakal kunjungan ke Korea hari ini dan jadwalnya 1 Minggu,nggak apa apa kan papa tinggal dulu sayang?"Natasya merubah ekspresi wajahnya,sekarang ia kembali sedih.
"di tinggal lagi"
"nggak apa apa pah sudah biasa sih Mark ngejagain bayi kucing"tawa Mark sedikit membuat Natasya menatapnya kesal.masa dia di samakan dengan kucing.
"nanti Nana ajak Rena buat nginap aja supaya Nana nggak kesepian,soalnya kak Mark pasti pulangnya lambat"
"ih siapa bilang kakak begitu"
"ya kan sekarang sudah ada kak putri,jadi kakak pasti mau usaha buat ngedeketin kak putri kan!?"
ucapan Natasya sukses membuat Mark menutup matanya sejenak dan menghembuskan nafas pelan.sebenarnya sang papa tidak tau tentang hubungan Mark dan putri dan ucapan Natasya barusan membuat sang papa mengangkat kedua alisnya sambil menatap Mark.
"benar Mark?"
"eh..."Mark menggantung kalimatnya membuat sang papa tersenyum lembut.
"nggak apa apa kok kalau kamu mau perjuangin cinta kamu,tapi ingat ya jangan melewati batas"
Mark tersenyum senang,akhirnya ia tak perlu lagi sembunyi sembunyi jika ingin makan siang ataupun mengajak putri jalan jalan di luar jam kerja.
"iya pah"
##
Mobil Mark terhenti di halaman kampus Natasya yang juga mantan kampusnya,setelah berpamitan dengan sang papa tadi di rumah dan natasya yang meminta oleh oleh makanan Korea.
"nanti pulangnya sama siapa?"
"mungkin sama Rena kak,soalnya Rena udah bawa mobil"Mark mengangguk mengerti lalu mengelus belakang kepala Natasya.
"telfon kakak kalau ada apa apa ya"
"siap komandan!"Natasya tersenyum lalu mencium pipi kakaknya sebelum keluar dari mobil.
"na!"Natasya mengalihkan pandangannya dari mobil Mark ke arah suara yang baru saja memanggilnya.disana sudah ada Rena yang baru saja memarkirkan mobilnya dan berlari ke arah Natasya.
"nggak usah lari ren,aku juga nggak bakal kemana mana kok"Rena masih mengatur nafasnya sejenak lalu merangkul Natasya.
"ke kantin yuk gue belum sarapan tadi soalnya telat bangun"mereka berdua pun berjalan menuju kantin yang ada di bagian di belakang gedung.
"kok bisa telat bangun sih"
"oh iya gimana kalau nanti pulang kuliah kita ke mall,gue mau beli sesuatu nih buat gebetan gue"seketika Natasya menghentikan langkahnya dan mnatap tak percaya ke arah sahabatnya itu.
"gila ya Lo!semalam abis vc an sama kak Reyhan dan sekarang mau beli in barang buat gebetan Lo!udah nggak sehat nih anak"ucap Natasya tak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya itu.
"ihh gue tuh mau beliin dia hadiah soalnya kemarin udah bantuin gue buat benerin mobil gue yang mogok,untung ada dia tau kalau nggak mungkin gue udah sampai malam nyampe dirumah"jelas Rena membuat Natasya menatapnya dengan tatapan selidik.
"beneran?"
"iya na suer"Rena mengangkat kedua jarinya membentuk v membuat Natasya tertawa.
"iya Nana percaya kok"
"ok deh yuk buruan udah lapar banget nih gue"
##
Bibi Tina adalah pembantu di rumah Natasya sejak 10 tahun yang lalu,dia sangat di percaya oleh papa Lee untuk menjaga dan merawat Natasya sejak kecil.bibi Tina juga sudah tidak mempunyai suami maupun anak karena ia memang mandul,sedangkan sang suami sudah meninggal 12 tahun yang lalu.
Dan sekarang ia sedang berada di kediaman Lee dengan membawa seorang pria remaja yang polos.itu adalah keponakannya yang di maksud oleh papa Lee.
"nanti kamu tidur disini ya"
"iya bude"
"oh iya di rumah ini cuma ada non Natasya,tuan Mark sama tuan Lee jadi kamu harus jaga sikap, mengerti nak?"
"iya bude Arya mengerti"
"ya sudah kamu istirahat saja dulu,pekerjaan di rumah juga sudah beres semua.nanti bude manggil kamu kalau bude butuh sesuatu"
"baik bude"bibi Tina meninggalkan kamar yang berukuran sedang itu lalu menutup pintunya.sedangkan pria yang bernama Arya tersebut langsung membereskan pakaiannya untuk di masukkan ke lemari.
##
Hari sudah siang dan jadwal kuliah Natasya pun sudah habis,sekarang ia menunggu Rena di parkiran mobil yang agak teduh.tadi juga ia sempat saling kirim pesan dengan Juno yang sedang melaksanakan KKN nya di kota sebelah.
"Rena lama banget sih udah jam 2 juga"omel Natasya sambil menatap jam yang bertengger di tangan kirinya.
"sorry ya na lama!"Rena berlari dari arah belakang membuat Natasya berbalik.
"kok lama sih,biasanya juga cepat"
"tadi dosennya telat datang,yaudah yok"dengan cepat mereka memasuki mobil Rena dan meninggalkan area kampus.
"sekalian makan siang juga ya,lapar banget nih gue"
"iya iya"
"oh ya na Lo tau nggak dosen yang ngajar gue tadi"
"ya nggak lah"
"dia ganteng banget na!ya ampun ngalahin oppa Lo yag di Korea itu"ucapan Rena sukses membuat Natasya menatapnya dengan sengit.
"heh jaemin gue ganteng ya asal Lo tau!bahkan kak Juno aja masih kalah sama ketampanan jaemin!"ucap Natasya tak mau kalah.
"yaelah ngapain si loh masih belain si jaemin jaemin itu!orang dia nggak kenal Lo juga haha"
"ih ngeselin banget sih lo Rena!!"dengan kesal Natasya memukul mukul lengan Rena yang masih menyetir itu.
"aduh na sakit iya iya jaemin Lo ganteng kok udah ya!"sontak Natasya menghentikan pukulannya di lengan Rena yang membuat Rena menghela nafas lega.
"awas ya Lo bilang jaemin nggak ganteng lagi!Nana aduin sama kak Reyhan kalau Rena selingkuh!"Rena sontak menatap Natasya dengan mata bulatnya.
"heh jangan na!yaelah iya iya!"Natasya tersenyum Menang lau kembali fokus ke ponselnya.
##