
...HAPPY READING^^...
Natasya menuruni tangga dengan wajah yang masih sembab serta rambut dan piyama yang masih acak acakan.ia terbangun dari tidurnya karena sinar matahari yang masuk ke jendelanya.
Ia menatap seisi rumahnya yang tampak sepi.
"kak melk mana?"lirihnya lalu berjalan menuju dapur,disana ia melihat bibi Tina sedang berkutat dengan beberapa sayuran segar yang akan di masak.lalu tak sengaja ia mendengar suara bola yang terpantul dari arah belakang rumah.
Ia pun berjalan pelan ke arah belakang rumah dan mendapati kakaknya bersama Arya sedang asik bermain basket.terlihat Mark terengah engah dan duduk di kursi dekat pohon,Arya pun menyusulnya dan duduk di samping Mark.
Natasya mendekati 2 pria tersebut membuat Mark dan Arya menatapnya.
"eh udah bangun tuan putri"ucap Mark yang masih terengah membuat Natasya terkekeh pelan.
"kakak udah tua jangan main basket dulu,liat tuh sampai kecapean gitu"ucapnya sambil terkekeh membuat Arya juga tertawa tapi langsung terdiam saat Mark menatapnya dengan sinis.
"kakak masih kuat ya..kamu tuh yang belum cuci muka"Natasya sontak menatap kakak nya kesal lalu mengambil bila basket tersebut dari tangan Arya.
"main sama aku yuk ya"
"eh tapi.."
"udah main aja sama Nana,dia jago kok"ucap Mark membuat Arya mau tak mau mengiyakan ajakan natasya.ya memang Natasya baik dalam hal olahraga,walaupun badannya kecil tapi ia sangat jago dalam mempelajari sesuatu dengan cepat.seperti main basket,dia hanya iseng bermain dengan kakaknya sewaktu masih kecil tapi bisa langsung mencetak beberapa shoot.
Mark menatap adiknya itu bermain basket dengan Arya,ia tersenyum karena Natasya sudah kembali menjadi adiknya yang ceria dan periang.
##
Rena masuk ke minimarket,kondisi nya sudah membaik sekarang.ia pun berencana ke rumah Natasya tapi sebelum itu ia akan membeli beberapa cemilan untuk dirinya dan Natasya.
Saat ia tengah sibuk memilih cemilan mana yang akan ia beli tiba tiba seseorang menyenggol lengannya membuat nya hampir menabrak rak barang.tapi untung orang tersebut sigap menahan dirinya.
"maaf!saya tidak sengaja"ucap orang tersebut membuat Rena sontak menatap wajahnya.
Mata Rena membulat karena kini di hadapannya berdiri sang dosen tampan yaitu Rian.rena masih diam karena dosennya itu juga seperti tak mengenalnya.ya bagaimana bisa di kenal kalau dia saja memakai masker.
"ah iya tidak apa apa"ucap Rena lalu sedikit menjauh karena memang posisi mereka sangat dekat.
"kalau begitu saya permisi"Rena hanya mengangguk kecil lalu menatap kepergian Rian.tapi kening Rena langsung mengerut saat ia mendengar Rian menyebut nama Devina saat lelaki itu sedang menelpon.
"Devina?apa hubungan pak rian dengan Devina?atau mungkin bukan Devina sialan itu kali"gumam Rena lalu kembali fokus memilih beberapa cemilan.
##
Rena memarkirkan mobilnya di halaman rumah Natasya,gadis itu dengan cepat keluar dari mobilnya sambil menenteng beberapa kantong belanjaan.setelah pintu utama di buka oleh bibi Tina Rena langsung masuk ke dapur karena sudah di beritahu bibi Tina jika Natasya sekarang sedang di dapur.
"oh?kak putri?"ucap Rena saat melihat putri dan Natasya sedang sibuk membuat adonan kue.
"eh Rena"
"loh Rena?kok nggak bilang kalau mau kemari"
"wah wah wah para calon istri lagi bikin kue nih"
"emangnya kamu bukan calon istri?"putri tersenyum jahil pada rena.rena hanya terkekeh lalu mengambil sesuatu di plastik belanjaannya.
"gue beli ini nih na ice cream kesukaan Lo"Natasya berbinar melihat ice cream yang di beli oleh Rena.
"iihb makasih ya ren!"
"gue juga beli macaron nih siapa tau aja kak putri suka"putri tersenyum lembut pada Rena.
"makasih ya Rena"
"iih kak putri kok lembut banget sih,pantasan aja kak Mark langsung kepincut"ucap Rena yang membuat putri hanya tersenyum menanggapi ocehan anak itu.
"iyalah dari pada kamu yang barbar"Rena menatap kesal ke arah Natasya lalu mengambil sedikit tepung dan menaruh nya di pipi Natasya.
"aisss Rena!!"
Tawa Rena meledak membuat putri reflek ikut tertawa melihat wajah Natasya.
"lucu banget na!"Rena masih tak berhenti tertawa membuat Mark yang baru saja turun dari kamarnya langsung berjalan menuju dapur.
"awas ya Rena!!"Natasya langsung mengambil tepung yang ada didepannya lalu mencoba mengejar rena.lantas Rena berlari untuk menghindar dari Natasya.
"rasain nih!!"saat Rena sudah ada di depannya Natasya langsung melempar tepung tersebut,tapi nasib baik telah datang kepada rena.kini Mark berdiri di depan Natasya dengan wajah penuh tepung yang membuat putri dan Rena berhenti tertawa secara spontan sambil menutup mulut mereka.
Tapi lain hal nya dengan Natasya,ia malah tertawa terbahak bahak melihat wajah kakak nya itu.
"kakak lucu banget!"Natasya masih tertawa di tempatnya membuat Mark langsung menggelitik pinggan adiknya itu.
"aduh kak geli!!"sekarang Rena dan putri ikut tertawa melihat aksi kedua saudara itu.karena Mark tak berhenti untuk menggelitik Natasya.
"sudah kak sudah!Nana cape"
Mark menghentikan aksi nya yang membuat mereka terduduk di lantai.putri tersenyum lalu kembali membuat kue yang sempat tertunda.
"kalian kayaknya asik banget bikin kue nya"
"iya nih kak,kan kita mau makan makan sambil nonton film iyakan na?"Natasya mengangguk mengiyakan ucapan Rena.
Mark beralih menatap putri yang kembali fokus.ia tersenyum melihat calon nya itu,eh calon?.
"padahal tadi kakak baru aja udah mandi loh na"
"ya kan Nana juga nggak sengaja,itu juga salah Rena kok"
"eh kok malah jadi gue sih!"Natasya menjulurkan lidahnya ke arah Rena yang sukses membuat Rena kesal.
##