YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
10



...Happy reading^^...


Natasya menghampiri Ali yang sedang terduduk di meja paling sudut perpustakaan.ia melihat lelaki itu tengah mencatat beberapa materi untuk ujian nanti.


"Al kayaknya aku nggak bisa lama lama deh soalnya kan istirahat cuma 30 menit jadi aku cuman ngasih tau yang penting penting aja ya,nanti 15 menit sebelum bel masuk aku harus ke ruang kepala sekolah"ucap Natasya setelah ia duduk di depan Ali.


"nggak apa apa kok Nat,oh iya kamu kenapa di panggil pak kepsek?"


"oh itu,cuman mau ngurus sesuatu sih"Ali mengangguk mengerti,lalu Natasya memberikan sebuah buku yang di dalamnya adalah rangkuman penting untuk materi ujian.


"maaf ya Al cuma bisa bantu sedikit nanti kalau kamu masih nggak ngerti kamu bisa tanya kok sama aku"Natasya tersenyum hangat,Ali pun membalasnya lalu mengambil buku tersebut.


"eee...Nat...aku mau ngomong sesuatu"


"ya udah mau ngomong apa?"


Sejenak Ali terdiam lalu menatap mata bulat Natasya.


"aku mau meminta maaf dengan tulus sama kamu Nat,untuk kejadian masa lalu yang pernah kamu alamin.sunpah aku nggak ada niatan buat bikin kamu sakit hati,justru aku nggak bisa ngapa ngapain karena waktu itu aku juga di ancam sama orang tua aku kalau seumpama aku harus selalu membuat Cecil didekat aku.dan pada saat aku ngelawan mereka aku tiba tiba di pindahin ke London dan hubungan aku sama Cecil udah nggak baik."jelas Ali yang membuat Natasya terdiam.sesungguhnya ia juga sudah mulai melupakan kejadian tempo lalu karena memang tidak ada gunanya untuk mengingat lagi.


"nggak apa apa ko Al,aku juga udah lupain semua nya.yang lalu biarlah berlalu,yang penting sekarang aku bisa ngejalanin hidup aku dengan tenang.kamu juga nggak usah merasa bersalah lagi"Ali tersenyum senang,sekarang ia bisa lega karena Natasya sudah memaafkannya.dan mulai sekarang ia akan memulainya dari awal lagi dengan Natasya.


"kalau begitu kita bisa berteman kan"Natasya menatap tangan Ali yang terulur lalu tersenyum dan membalasnya.


"kita kan udah teman"lalu mereka berdua saling tertawa.


"nggak nyangka ya kita bisa satu sekolah lagi"


"iya"


"by the way kamu masih ingat nggak pas ngasih bekal nasi goreng ke aku"sontak Natasya memikirkan kejadian 2 tahun lalu saat ia memberikan bekal nasi goreng ke Ali.


"ah iya iya,aku ingat"


"itu tuh aku suka banget tau,sampai sekarang aku masih ingat rasanya"ucap Ali yang membuat pipi Natasya sedikit merona.dia tak menyangka jika Ali masih mengingat pemberiannya.


"makasih..itu aku bikin sendiri,aku pikir kamu nggak bakalan makan"


"aku makan kok,pas kita ketemu di tangga itu aku sebenarnya mau ngembaliin tempat kamu tapi kamu malah keburu pergi"Natasya terdiam,jadi selama ini ia hanya berprasangka buruk pada Ali tanpa tau kejadian sebenarnya.


"aah..aku nggak tau"ali tersenyum,ia mengerti keadaan Natasya saat itu.


"nggak apa apa kok,aku juga ngerti...oh iya ini udah mau bel loh"Natasya sontak melihat jam tangannya.


"astaga iya!ya udah Al aku pergi dulu!"


"iya Nat,makasih ya"


"hhmm bye!"


##


Juno meletakkan tas nya di kursi dekat Mark duduk,kini mereka bertemu di cafe dekat kampus untuk sekedar nongkrong.


"hah nyebelin banget sih si Devina"


"wess kenapa Lo Dateng Dateng ngamuk"Juno tak langsung menjawab,ia menyeruput es teh Mark sampai setengah.alhasil Mark hanya menatapnya malas.


"Lo tau ngga tadi gue ketemu Devina di kampus"


"ya emang wajar kan kalian ketemu,kita kan satu kampus gimana sih"Juno menghela nafas kasar dan menatap malas Mark.


"ya itu gue juga tau Mark,tapi kan kemarin kemarin gue klu ketemu dia kita sama sekali nggak ada interaksi,dia sibuk ngebucin sama pacar baru nya itu"


"terus dia ngomong apa pas kalian ketemu"


"dia ngajak balikan ya gue ogah lah!"Mark memperbaiki posisi duduknya dan menatap Juno.


"gue kasih tau ya Jun,Devina itu matre dan dia mau balikan sama Lo itu karena orang tua pacar nya kemarin bangkrut..gue di kasih tau sama Arkan,teman satu jurusan Devina"Juno menghembuskan nafas kasar lalu mengeluarkan ponselnya.


"Lo dengerin gue nggak sih"Mark merasa di acuhkan sekarang,bagaimana tidak Juno malah asik main ponsel.


"iya Mark gue dengerin,gue chat ayang dulu nih"


"ayang?"


"Natasya hehe"Mark menghela nafas pelan lalu menyandar kan punggungnya di senderan kursi.


"jatuh cinta banget Lo sama adek gue?"


"pake nanya lagi lu,lagian Lo nggak bilang bilang sama gue kalau papa Lo ngelarang Natasya pacaran!"


"ya Lo nggak nanya!"


"pokoknya gue bakalan nungguin adek Lo Mark sampai kapanpun,dan Lo harus ngasih gue restu"


"tega banget Lo sama sahabat sendiri!"


"nyenyenye...Lo kelarin dulu tuh urusan Lo sama Devina"ucapan Mark membuat Juno makin badmood.


"CK!kenapa di ingetin sih,malas banget sama tuh orang"


"Halah!liat tuh minuman gue habis gara gara Lo,pesanin lagi nggak!"


"iya iya bawel!"Juno pun beranjak untuk memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua.


Setelah beberapa menit Juno kembali sambil membawa makanan mereka.


"Rayhan belum Dateng ya?"


"belum nih,udah gue chat juga kayak nya masih di jalan deh"Juno mengangguk mengerti lalu memeriksa ponselnya.tadi dia mengirimkan pesan ke Natasya tapi belum di balas.


"jadi Reyhan bakal ke London ya,padahal tinggal beberapa semester lagi buat nyelesain S1 nya"


"dia itu suka banget belajar,dan dia sekalian mau lanjutin S2 nya disana"Mark masih fokus ke laptop nya membuat Juno menatapnya.


"Lo juga bentar lagi wisuda nih,wah...gue bakalan sepi banget nggak sih"Mark tersenyum mendengar ucapan juno.tentu saja ia juga akan sangat rindu dengan Juno,sahabatnya yang sudah ia anggap seperti adik sendiri.apalagi setelah ia lulus S1 ia akan langsung kerja di perusahaan hotel ayahnya.


"ya kan kita masih bisa ketemuan Jun,gue juga masih di Indonesia kok"


"iya juga ya,kita kan nanti jadi kakak dan adik ipar"


sekali lagi Mark menatap dengan wajah datarnya membuat Juno tersenyum bodoh.


"hehe pis"


##


Natasya melihat ponselnya,mata nya membulat melihat 2 pesan masuk oleh Juno 2 jam lalu.saking seriusnya belajar ia jadi tak menghiraukan ponselnya.jam juga sudah menunjukkan pukul 3 dan sudah saat nya untuk pulang.


...Kak Juno...


'hai cantik,nanti kakak jemput ya kita pulang bareng,mau kan?"


'kalau Nana nggak bisa nggak apa apa sih,lain kali aja'


Dengan cepat Natasya menghubungi Juno saat kelasnya sudah sepi.dan Rena sendiri sedang ada rapat PMR sehingga ia tidak bisa pulang dengan Natasya.


"halo kak"


"halo Nana,tumben nelfon"


"katanya mau jemput Nana"


"eh..emangnya kamu belum pulang ya?tadi kakak kira kamu udah pulang,ya udah tunggu kakak ya 5 menit"


"okee nggak usah ngebut juga kak"


"oke cantik"


Setelahnya sambungan mereka putus dan Natasya langsung turun ke gerbang setelah mengabari pak Budi.


Saat ia sudah ada di gerbang tiba tiba Ali sudah ada di sampingnya sambil membawa motor besarnya.


"Nat?"


"eh Al"


"pulang sama siapa?"


"eeh...udah ada yang jemput kok"


"oh kirain,ya udah aku duluan ya"


"okee"


Natasya bisa melihat motor Ali yang melaju pergi,dan tak lama setelah itu mobil Juno langsung berhenti di depannya.juno segera turun dari mobil dan tersenyum pada Natasya yang sedang berdiri di dekat pagar.setelah berada di dekat sang gadis ia langsung mengelus kepala Natasya dengan lembut.


"lama ya?"


"nggak kok kak,maaf ya tadi Nana nggak liat chat kakak soalnya sibuk belajar buat ujian nanti"Juno tersenyum hangat.


"iya nggak apa apa kok,ya udah yuk pulang"Natasya mengangguk dan masuk ke kursi depan saat Juno membukakan pintu.setelahnya mobil Juno berlalu dengan cepat meninggalkan area sekolah.tapi di sisi lain ada seseorang yang telah mengamati mereka berdua.


"oh...jadi dia pengganti gue di hati Juno!?awas aja Lo anak ingusan!"DEVINA.


##


nggak ada yang nungguin kan hehe