
...Happy reading^^...
Rena memasuki kamar inap Natasya dengan pelan,disana ia melihat papa Lee dan seorang suster yang sedang melakukan terapi pada Natasya.
"oh Rena!"Natasya tersenyum bahagia melihat sahabatnya itu.sedang Rena membalas senyuman tulus itu dengan senyum penuh keterpaksaan.
Ia menghampiri Natasya lalu memegang tongkat bantu Natasya.
"sedikit lagi na kamu pasti bisa!katanya mau ketemu sama jaemin"ucap Rena yang membuat Natasya makin semangat untuk mengangkat kakinya.sedikit demi sedikit ia mulai bisa berjalan tanpa harus di bantu sang suster.
"aku bisa!aku bisa pa!ren aku bisa!"ucap Natasya dengan sangat senang.sang papa yang berdiri di sampingnya langsung memeluknya dengan lembut.
"iya sayang kamu bisa!kamu harus selalu semangat ya"suster yang melihat itu hanya bisa menahan haru.bagaimana tidak,susah hampir sebulan ia merawat Natasya dan perkembangan anak itu sangat baik.
"kalau begitu sampai disini dulu ya terapinya dek Natasya,kalau bisa di sela sela istirahatnya juga di gunakan untuk melatih otot kakinya supaya tidak kaku ya"
"iya suster,terima kasih"
"kalau begitu saya permisi"sang suster pun meninggalkan kamar inap Natasya.
"wah..baru juga aku tinggal sehari udah bisa jalan aja na!tapi itu bagus Loh hebat!"Rena mengacungkan kedua jempolnya membuat Natasya mengangguk senang.
"kamu duduk dulu ya sayang,papa mau ke kantin dulu sebentar"papa Lee menuntun anaknya itu untuk duduk di brankar di bantu Rena.
"iya pah,lagian udah ada Rena kok yang jagain Nana..papa makan yang banyak ya supaya nggak sakit kayak Nana"
"haha iya sayang,nak Rena om keluar dulu ya"
"iya om"
Sepeninggal papa Lee Rena langsung mengambil kursi dan menempatkannya di samping brankar Natasya.
"kangen banget tau main sama kamu!"Rena mempoutkan bibirnya membuat Natasya tertawa gemas.ia juga sebenarnya sangat rindu masa masa sekolahnya dan bermain dengan Rena.
"tapi kamu pasti udah sibuk ren karena bakal daftar kuliah kan"
"iya juga sih na,tapi kan kita masih bisa main!nggak ada alasan apapun!"Natasya hanya mengangguk kecil,sampai kapanpun ia akan terus bersama sahabat nya itu walaupun nanti ia tak 1 universitas dengan Rena.
"na....sebenarnya aku mau ngomong sesuatu"tiba tiba ekspresi wajah Rena berubah,ia tertunduk karena tak kuasa jika harus menceritakan semuanya pada Natasya.
"aku udah tau semuanya ren"ucapan Natasya benar benar membuatnya bingung.
"hah?aku belum ngomong apa apa Loh na"
"kamu mau ngomong soal siapa yang nabrak aku kan,iya aku udah tau...dia....Cecil kan"mata Rena membulat,kenapa Natasya bisa tau.
"kok kamu bisa tau na?"
"pas tadi malam kamu cerita,sebenarnya aku kebangun tapi belum sadar sepenuhnya.soalnya aku ngantuk banget dan bodo amat.pas pagi pagi aku baru ngeh dan coba untuk ngelupain semunya.aku bakalan tetap berjalan di jalan ku ren,walaupun banyak yang mau buat aku jatuh...aku bakalan tetap dengan pendirian aku dan jalan ku sendiri...kamu pernah bilang kan sama aku kalau aku harus kuat dan bisa melawan semua rintangan nya...dan ya...aku akan mencoba hari ini dan seterusnya"ucapan Natasya sungguh membuat Rena speechless,bagaimana tidak Natasya yang ia kenal adalah gadis polos yang selalu ia lindungi dari orang yang selalu menganggu ya kini bisa bertahan dan mencoba kuat walaupun ia sedang tidak baik baik saja.ia dengan segera memeluk sahabatnya itu untuk yang kesekian kalinya dengan air mata yang tumpah.
"iya ren!kamu harus kuat dan tegar!buktikan sama orang orang kalau kamu gadis yang kuat!"
"ini juga berkat kamu ren!kamu itu sahabat sekaligus saudara aku yang selalu ada buat aku,aku sangat bersyukur bisa kenal sama kamu ren"Natasya membalas pelukan Rena.
Di lain sisi Ali yang baru saja mau memasuki ruangan natasya harus terhenti karena ucapan Natasya tadi.ia merasa malu pada dirinya karena gara gara dia Natasya mengalami pengalaman hidup yang buruk sewaktu masa mudanya.ia pun tak berani menatap wajah gadis itu dan kembali menutup pintu.ia berjalan mundur dan pergi dari ruang inap Natasya.
##
Mark dan Juno kini berada apartemen devina.tapi mereka mendapati apartemen itu kosong.
"apa dia udah pergi ya Mark!"
"ya ngga sih,dia tinggal di apart ini karena rumah dia jauh dari sini,sekitar 1 jam"
"ya udah kita langsung ke rumah nya aja dari pada ngulur waktu"
"tunggu Mark!mungkin dia masih di Jakarta,gue telpon teman gue dulu"Juno merogoh ponselnya dan mengetikkan 1 nama,sedangkan Mark merasakan ada getaran di saku kemejanya.ia menatap ponselnya yang punya 1 notifikasi dari putri.mark langsung tersenyum melihat pesan singkat itu.
...Tuan putri...
"kak Mark gimana keadaan Natasya?"
^^^"dia baik baik aja kok,kamu mau kerumah sakit?"^^^
"iya kak,tapi sendiri soalnya mama lagi keluar sama Daddy"
^^^"oh yaudah hati hati ya"^^^
"iya kak Mark"
Senyum Mark tak pudar melihat pesan putri,ini adalah ide nya,ia tak mau jika putri terlalu formal padanya makanya ia menyuruh gadis itu untuk memanggilnya kakak saja.lagian mereka hanya bede setahun.
Juno yang baru saja selesai menelpon temannya pun di buat terheran heran dengan Mark.
"Lo kesambet ya mark,tiba tiba senyum senyum nggak jelas banget"ucap Juno sambil menatap Mark dengan was was.
"apa sih nggak lah!terus gimana nih si Devina"
"ini gue baru aja nelfon teman gue yg kerja di club' dekat mall,katanya si devina ada Disana"
"jangan bilang mall tempat Lo mergokin dia selingkuh itu"
"nggak usah di ingatin ya"
Mereka berdua pun meninggalkan gedung apartemen tersebut menuju club' dekat mall.
##
Papa Lee yang baru saja selesai makan siang pun segera menuju ruangan anaknya,tapi saat berjalan di koridor ia melihat Ali yang berjalan sambil menunduk.
"nak Ali?"Ali tersentak,didepannya kini sudah ada papa Lee yang menatapnya sambil tersenyum.
"sudah ketemu Natasya?"
"ah?eh...itu..."Ali blank,ia seperti tak bisa mengucap apapun karena terlalu lama berfikir tadi.
"ayo bareng ke kamar Natasya"papa Lee menarik pelan lengan Ali untuk berjalan menuju kamar Natasya.ali yang pasrah pun hanya bisa mengikuti langkah papa Lee.
"tadi om pikir kamu bareng Rena"
"nggak om...Ali sendiri kok"
"terus kenapa di luar aja?"
"eh...tadi.."sumpah Ali tidak bisa berfikir sekarang,ia dibuat blank oleh papa Lee.
Sedangkan di dalam kamar Natasya dua gadis tersebut sedang bermain game dengan serius.ya walaupun game nya hanya game offline biasa.yang penting bisa mengusir kebosanan mereka.
##