YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
18



...Happy reading^^...


"Cecil?"gumam Rena saat menatap Cecil yang tengah terduduk sambil menatap ponselnya dengan bingung.


"siapa sih ni orang?"ucap Cecil dengan kesal lalu mematikan sambungan telfon.sedangkan Rena sudah menatap Cecil dengan tatapan tajam.kenapa Cecil melakukan semua ini sedangkan yang ia tau Cecil tak bersekolah di sekolah mereka.ia harus mencari tau!


Rena masuk ke cafe dan langsung berdiri di samping meja cecil.cecil yang sadar pun mendongak sambil menatap Rena dengan terkejut.ia berdiri dengan cepat.


"Lo ngapain disini!?"


"seharusnya gue yang tanya sama Lo!apa maksud Lo buat isengin gue sama anak kelas 10!"Cecil langsung gelagapan, kenapa rena bisa tau.ia harus mencari cara untuk bisa lepas dari Rena.


"kenapa Lo nuduh gue!emang Lo punya bukti?!"


"Lo nggak usah ngelak lagi cil!"Rena terdiam sebentar,ia baru menyadari sesuatu.ia pun menatap Cecil dengan sangat tajam dan penuh amarah.


"APA JANGAN JANGAN LO YANG NGEBUAT NATASYA JADI KEK GINI!!!?"Cecil membulatkan matanya,ia melihat ke sekitarnya dan semua orang kini menatap mereka.ia harus segera pergi dari sini.dan dengan sekali dorong ia bisa menjatuhkan Rena ke lantai dan langsung berlari meninggalkan cafe.


"Cecil!"Rena mencoba mengejar Cecil yang sudah pergi dengan mobilnya.ia terengah menatap mobil Cecil yang sudah melaju.


"ini udah nggak bisa di biarin!"


##


Ali membuka pintu ruangan Natasya dengan pelan,di dalam sudah ada Natasya dan seorang suster yang membantunya terapi.


"Ali"ucap Natasya pelan,Ali tersenyum lembut lalu mendekati brankar Natasya.


"apa kabar Nat"


"baik"Natasya tersenyum,Ali menaruh bunga yang ia bawa di meja samping brankar.ia juga membawa bubur dan beberapa buah.


"baik nona Natasya,hari ini cukup untuk terapinya ya,sekarang anda bisa beristirahat"ucap suster tersebut sambil tersenyum lembut.


"terima kasih sus"suster tersebut membereskan peralatan nya dan keluar meninggalkan Ali dan Natasya.


"kamu sendirian aja Nat?"


"kak Mark belum datang,terus papa masih di kantin kayaknya"Ali mengangguk kecil lalu duduk di samping brankas natasya.


"ujian kemarin lancar nggak?"Ali mengangguk mendengar pertanyaan Natasya,bisa bisanya Natasya memikirkan masalah ujian sedangkan dirinya masih sakit.


"kamu nggak usah pikirin masalah ujian dulu,kamu kan masih dalam pemulihan..oh ya gimana perkembangannya?kamu udah bisa ngangkat tangan kamu?"Ali menggenggam tangan Natasya dengan pelan.


"masih berat dikit,tapi udah mendingan kok"tiba tiba saja suasana menjadi canggung,baik Natasya maupun Ali mereka tiba tiba terdiam karena sudah kehabisan kata kata.


"aku nggak nyangka bakal di rumah sakit selama ini"Natasya berucap sambil menatap infusnya yang masih tertancap.


"yang penting sekarang kamu baik baik aja Nat,kamu harus fokus buat sembuh"


"makasih ya Al,papa udah cerita sama aku..pas di hari aku ke tabrak kamu yang bawa aku kesini bareng Rena"


"iya Nat,nggak usah berterima kasih..seharusnya aku yang berterima kasih sama kamu karena udah bertahan"Ali menatap Natasya dengan serius membuat Natasya menjadi salah tingkah sendiri.ia pun mengalihkan pandangannya ke arah pintu.di sana sudah ada Juno yang berdiri sambil membawa beberapa kantong plastik.


"kak juno"


"oh ada teman kamu"Juno tersenyum lalu masuk dan menyimpan barangnya di sofa yang kosong.setelah itu ia hendak keluar membuat Natasya bingung.


"loh kak Juno mau kemana"Juno berbalik lalu menatap punggung Ali sejenak.


"kakak mau ke dokter dulu,kebetulan mama mau check up jadi sekalian aja.kamu juga nggak sendirian kan,ntar kakak balik kok"Natasya terlihat murung membuat ali menghela nafas pelan.


"yaudah deh jangan lama ya"


"iya"


Sepeninggal juno Ali masih betah terdiam membuat Natasya heran.


"em....Rena nggak ikut ya Al?"Ali terkesiap lalu menggeleng kecil.


##


Mark dan Rena berjalan menyusuri koridor rumah sakit,tadi Rena menelpon Mark untuk di jemput di cafe dekat sekolah.karena kebetulan Mark juga lewat disitu.tapi selama perjalanan Rena hanya diam,ia tak mau mengungkapkan semuanya sebelum ia tau sendiri yang sebenarnya.dan ia harus mencari tau itu segera.


Mereka berdua bertemu papa Lee dan ujung koridor bersama dokter yang menangani Natasya.


"halo om"


"hai nak Rena"


"kalau begitu saya permisi dulu tuan Lee"


"oh iya dok"dokter tersebut berjalan ke arah yang berlawanan dari Mark dan Rena.


"papa dari mana?"


"dari kantin tadi"


"terus nana sama siapa?"


"tadi waktu papa tinggalin dia lagi terapi sama suster"


"ya udah ren ayo masuk"mereka ber 3 masuk ke ruangan Natasya,tapi Ali juga baru saja mau keluar sehingga mereka bertemu di pintu.


"eh ada nak Ali"Ali tersenyum sambil membungkuk sedikit ke arah papa Lee.mark menatap Ali sejenak,ia sudah tau siapa Ali dari cerita rena.tapi sekarang pandangannya ke Ali sudah berubah setelah ia membawa Natasya dengan cepat ke rumah sakit dan sering mengunjunginya.


"kak Melk!"Natasya tersenyum senang melihat kakaknya itu,Mark yang mendengar suara Natasya langsung menghampirinya setelah sebelumnya ia tersenyum pada Ali.


"udah mau pulang Al?"tanya Rena setelah melihat beberapa bungkus sampah yang Ali pegang,itu adalah bekas bungkus bubur yang ia bawa untuk Rena.


"iya nih ren,Natasya juga udah makan..aku harus cepat pulang soalnya mama nyariin juga"


"makasih ya nak Ali sudah menemani Natasya"


"iya om sama sama,kalau begitu saya pamit dulu om"


"iya nak,hati hati ya"Ali keluar dari ruangan Natasya membuat Rena langsung menutup pintu.ia berniat duduk di sofa tapi alisnya tiba tiba berkerut menatap 2 buah pelastik yang penuh dengan makanan dan tisu basah.


"ini barang siapa na?"Natasya yang sedang berada di pelukan Mark pun menatap plastik yang berada disamping Rena.ia baru ingat jika tadi Juno datang,tapi kemana pria itu.


"itu punya kak Juno,tadi dia datang kesini pas Ali masih ada,tapi Nana udah nggak tau kak Juno kemana"ucapnya dengan wajah yang sedih karena Juno tidak kembali dari tadi.padahal ia sangat rindu dengan lelaki tersebut.


"ya udah kakak telpon ya"Natasya mengangguk kecil mengiyakan.sang papa yang sedang terduduk di samping brankarnya pun tersenyum sambil menggenggam tangan kanan natasya.ia sangat bahagia melihat kondisi anaknya yang membaik dengan pesat.


Baru saja Mark ingin menelpon Juno,tiba tiba orang nya datang membuat semua mata tertuju ke padanya.


"kak Juno!"juno tertawa melihat Natasya yang berada di pelukan Mark.


"dari mana sih Jun?"


"dari ketemu dokter,besok mama mau check up jadi bikin perjanjian dulu sama dokter"


"mama kamu udah baikan?"Juni tersenyum sambil mengangguk Kepada papa Lee yang berada di samping Natasya.


"iya om,dia cuman tinggal sering check kesehatan aja"


"kak Juno aku boleh makan ini nggak,kebetulan tadi aku belum makan"ucap Rena tiba tiba dengan ekspresi wajah yang di buat seimut mungkin.juno menatap Rena yang terduduk di sofa sambil memegang plastik yang tadi ia bawa.


"iya makan aja,itu juga buat kita semua kok kakak tau kalau kamu bakalan Dateng juga jadi beli banyak hehe"senyum Rena mengembang.


"ih makasih loh kak Jun,pengertian banget jadi cowok!pasti pacarnya beruntung banget deh"ucap Rena dengan sengaja sambil menatap Natasya yang sudah cemberut ke arahnya.ia ingin menjahili temannya itu.semua orang tau jika Rena ingin menjahili Natasya makanya mereka semua tersenyum kecil melihat wajah Natasya yang di tekuk.


##


sorry kalau ada typo^^


Ciyuuuu