YOU'RE DESTINY

YOU'RE DESTINY
22



...Happy reading^^...


Takdir itu rahasia tuhan yang sudah di tulis kan sebelum kita lahir di dunia ini.apapun takdir mu ya kamu harus menerimanya.banyak atau tidak nya suka yang kamu alami itu tergantung bagaimana kamu menyikapinya.


Natasya tengah tertidur di pelukan sang papa,sejak kejadian tadi ia tak berhenti menangis dan lelah sendiri.sudah pukul 11 dan mark,Juno serta Rena sudah berada dalam ruangan inap Natasya.


"eh...maaf ya om kak Mark,sebenarnya..."Rena menggantung kalimatnya yang membuat Mark,papa Lee dan Juno menatapnya dengan penasaran.


"saya tau siapa orang yang udah nabrak Natasya om"sontak Mark terkejut mendengar ucapan rena.kenapa bisa Rena tau sedangkan diri nya tidak.


"siapa ren"Juno menatap serius ke arah Rena.


"dia satu sekolah sama aku pas SMP kak,dan dia mantan Ali"Mark mengusap wajahnya sedangkan papa Lee mengelus rambut Natasya dengan sayang.ia sungguh tak tega melihat anaknya yang rapuh tersebut menjadi korban.


"kok kamu bisa tau ren?"


"tadi siang aku ketemu sama teman sekelas kak,kebetulan dia itu anak dari ibu yang jualan di depan sekolah.terus kan di toko nya itu ada cctv yang mengarah ke jalan kan,terus teman aku ini kemarin cek cek cctv di rumah dia..ya udah dia liat videonya Natasya pas di tabrak dan plat mobil itu aku tau banget kak karena 2 hari yang lalu aku ketemu sama cecil"jelas Rena membuat Mark merasa sangat marah mendengar nya.


"jadi namanya Cecil?"Rena hanya mengangguk.


"kita bahas itu besok aja ya nak,sekarang sudah malam dan kalian juga harus istirahat"ucap papa Lee yang membuat ketiganya harus menuruti perkataan pria dewasa tersebut.


"nak Juno sekalian antar Rena ya,ini sudah sangat malam"


"iya om,yuk ren"


Juno dan Rena keluar dari ruang inap Natasya,sedangkan papa Lee mencoba untuk membaringkan Natasya kembali ke brankarnya.


"kita harus cari tau pah siapa yang udah mencoba berbuat keji terhadap Nana!Mark nggak akan ngelepasin orang tersebut pah!"


"iya nak,kita akan mencari tau semua orang yang terlibat,tapi sekarang kamu istirahat dulu ya,papa nggak mau kamu juga ikutan sakit"Mark menatap papanya dan menghampiri pria itu.dengan cepat ia memeluk papanya itu dengan penuh sayang.


"maafin Mark pah,Mark nggak bisa ngejaga adik Mark"


"jangan ngomong gitu sayang,papa nggak pernah nyalahin kamu"


##


Rena dan Ali kini berdiri di depan kelas Ali yang masih sepi.


"ada apa ren?"


"liat ini Al,gue tau Lo pasti hapal kan plat mobil ini"Rena menunjukkan sebuah video yang di dalamnya terdapat plat mobil cecil.mata Ali membulat,ia tau persis plat mobil itu karena Cecil sering memakainya jika berkunjung ke rumahnya.


"ini kan plat mobil Cecil,terus hubungannya apa?"


"mobil ini yang udah nabrak Natasya!"Ali terdiam,ia masih shock dengan perkataan Rena barusan.bagaimana bisa Cecil melakukan itu semua.


"Lo yakin ren?"


"gue yakin kok Al,gue udah cek cctv nya Dimas teman kelas gue!..atau jangan jangan Lo masih mau ngebelain Cecil ya!?"


"nggak gitu ren!gue cuma mau Lo pastiin semuanya sebelum ambil tindakan!jangan sampai Lo di tuduh sebagai pencemaran nama baik"


"nggak Al!gue nggak asal nuduh!dan gue bakal bawa perkara ini ke polisi"setelah itu Rena meninggalkan Ali yang masih berdiri di tempatnya.


##


Natasya sedang di suapi oleh sang papa,sedangkan Mark memilih untuk memijat kedua betis Natasya.


"ih Nana kayak orang tua"ucap Natasya membuat kedua pria kesayangannya itu tertawa.


"nenek nenek sih tepatnya"tawa Mark menggelegar membuat sang papa ikut terbawa suasana.sedang Natasya menekuk wajahnya mendengar ucapan sang kakak.


"Nana tuh udah sembuh pah dan bisa makan sendiri juga"


"sekolah Natasya gimana pah,Natasya nggak ujian kayak teman teman lainnya"tiba tiba wajah Natasya menjadi sedih mengingat sekolahnya yang terbengkalai.ujian sekolah dan ujian nasional pun ia lewatkan.


"ya nggak apa apa sayang,itu ada toleransi dari pihak sekolah dan dinas pendidikan kok,papa udah ngurus itu semua.sekarang kamu harus fokus buat sembuh dan supaya bisa nyelesaiin semua ujian kamu ya"Natasya hanya mengangguk patuh karena mulutnya masih penuh dengan makanan.


"jadwal terapinya jam berapa pah?"


"30 menit lagi suster akan kemari,kamu beresin ini dulu ya Mark papa mau ngabisin suapan Nana dulu"


"iya pa"Mark berdiri dari duduknya dan membereskan tempat mereka tidur.30 menit lagi jadwal terapinya akan tiba dan Natasya juga sudah harus minum obat.


Setelah selesai membereskan beberapa barang yang berserakan Mark langsung keluar dari ruang inap karena ingin mengambil sesuatu di mobil.tapi saat ia melewati ruangan dokter yang menangani Natasya ia terhenti karena panggilan seseorang.


"tuan Mark?"


"ah iya dokter"


"papa anda di mana?"


"masih di ruangan adik saya dok"


"saya sudah mengecek cctv tadi pagi dan saya melihat ke janggalan di ruangan adik anda,jadi saya ingin papa anda juga ada disini untuk membicarakan hal ini"Mark terdiam sejenak


"kalau begitu saya panggil papa saya dulu dok"


"baiklah saya tunggu di ruangan saya"


"baik dok"Mark terpaksa kembali ke ruangan inap Natasya dan bersamaan dengan itu Juno juga baru saja tiba.mereka bertemu di lorong ruang inap Natasya.


"Mark!"Juno berlari menghampiri Mark yang harus aja ingin membuka pintu rumah inap Natasya.


"dari mana?"


"dari ruangan dokter,bagus deh Lo disini ayo masuk"Mark langsung masuk membuat Juno bingung dengan ucapan mark.ia pun ikut masuk dan melihat Natasya dan sang papa sedang bercanda satu sama lain.


"pah"Mark dan Juno mendekati brankar Natasya.


"dokter pengen ketemu sama papa,katanya ada yang mau di sampaikan"


"ya udah,Nana disini dulu ya sama Juno papa sama kak Mark keluar dulu"


"iya pa"papa Lee mengecup kening anaknya tersebut lalu keluar bersama Mark menuju ruangan dokter.sedangkan Juno langsung terduduk di samping Natasya dan tersenyum pada gadis tersebut.


"gimana?udah enakan?"


"udah kok kak"Natasya tersenyum saat Juno mengelus rambut gadis tersebut.


"udah terapi ya?"


"belum kak,ini suster baru aja mau kesini"


"tapi kamu udah baikan kan?kakinya udah bisa di gerakin sedikit sedikit?"


"sedikit sih,tapi masih berat"Juno menggenggam tangan Natasya lalu menatap wajah gadis yang di cintai nya itu.


"kamu harus semangat ya buat sembuh,kamu kan punya cita cita buat di gapai kan?nanti kamu nggak bisa liat jaemin"ucapan Juno sukses membuat Natasya tersenyum haru.jantungnya juga tak bisa ia kendalikan,sungguh kencang detak jantungnya saat ini.entah kenapa ia juga tak bisa jika tak melihat lelaki yang sudah hampir 1 bulan menjaganya di rumah sakit itu barang sehari.juno mengelus pipi yang agak menirus itu dengan lembut.


"kakak minta maaf jika kakak nggak bisa jagain kamu"Natasya memegang tangan Juno yang mengelus pipinya.


"kakak sudah ada di sini adalah kebahagiaan ku juga kak,Nana nggak mau yang lain yang penting kak Juno ada disini sama Nana"mata Natasya berair membuat Juno langsung memeluknya.


"kakak pasti akan selalu di samping kamu na"


##