
...H E L L O !đź‘‹...
...~ H A P P Y R E A D I N G ~...
...***...
Hari ini adalah hari yang paling menyebalkan bagi Acha, bagaimana tidak menyebalkan kalau hari ini tepatnya dihari pertamanya kedatangan tamu bulanan, dirinya juga harus mengikuti pelajaran olahraga. Mungkin kalau materi, Acha akan biasa saja. Masalahnya ini lari, lari weh!
Dengan wajah masam, Acha ikut baris dibarisan yang entah siapa saja. Walau sudah hampir 3 bulan sekolah di ZHS, bukan berarti Acha mengenal teman sekelasnya. Jangan kan teman sekelas, nama guru-guru yang pernah ngajar dikelasnya saja Acha tidak tau siapa mereka semua.
"Cha, lo kenapa?" Yujin yang kebetulan berdiri di samping Acha langsung bertanya saat melihat wajah masam gadis itu.
Acha menolehkan kepalanya lalu mencebik kesal, "Gue lagi kedatangan tamu nggak diundang jadi males ngapa-ngapain." Keluh nya sembari membungkuknya punggung nya ke depan.
Siswi didepan Yujin—Adele, terkekeh kecil. "Perut lo sakit gak? Mau izin aja ke UKS?" Tanya Adele yang agak kasihan dengan wajah masam Acha yang sangat tidak bertenaga untuk melakukan olahraga.
Kepalanya menggeleng, "Hari ini kan ada pengambilan nilai masa gue izin gak ikut?" Tanya Acha balik.
"Ya bilang aja sakit, nanti juga Pak Guru nya paham kok." Ucap Yujin yang diangguki oleh Adele.
"Gak ah, ikut aja."
"Ya, terserah itu mah."
30 menit sudah berlalu, mereka pun telah menyelesaikan praktek balap larinya dan diwaktu yang tersisa ini mereka gunakan untuk beristirahat. Acha duduk dibawah pohon dengan Adele dan juga Yujin yang ikut bersama dengan nya.
"Si Rhaline keluar dari sekolah, kalian tau?" Tanya Adele seraya membaca sebuah gosip terbaru yang tersebar di grub kelasnya.
Yujin yang sedang minum menatap Adele lalu menggelengkan kepalanya, "Gak. Emang nya kenapa dia keluar?"
Adele menggeleng, "Gak tau. Tapi si Aurel juga ikut keluar, kalo Aurel katanya keluar karena pindah keluar kota ikut bonyok nya yang pindah tugas dari kerjaan nya." Ucap Adele sambil membaca gosip terbaru yang lainnya.
Sedangkan Acha hanya diam sambil memainkan tutup botol minumnya, kenapa dirinya jadi mengingat tentang obrolan seseorang sewaktu di rooftop? Tentang seseorang yang mau menjebak Maxime dengan mengatasnamakan kehamilan nya.
Apa Acha perlu ikut campur? Sepertinya tidak. Anggap saja itu semua menjadi pelajaran untuk Maxime agar dia berhenti bermain-main dengan wanita. Acha juga merasa tak berhak kalau harus ikut campur, jadi biarkan saja Maxime menyelesaikan masalahnya dibalik layar.
"Gak kerasa ya njir, bentar lagi kita ujian terus naik ke kelas dua belas." Ucapan Yujin yang berhasil membuat Acha tersentak kaget.
Benar juga, sebentar lagi dirinya akan melaksanakan ujian kenaikan kelas dan Arlan ujian kelulusan. Kemana lelaki itu melanjutkan sekolahnya? Apa tetap di Indonesia atau malah diluar negeri? Mengingat hal itu, Acha jadi merasa sedih.
Hampir seluruh sanak-saudara keluarga Zeneouska, mereka pasti melanjutkan kuliah diluar Indonesia. Kalau Arlan sampai benar-benar kuliah diluar negeri, apa Acha siap LDR? Menjaga hati dan rasa percaya nya untuk Arlan. Karena hubungan jarak jauh sangat mudah retak kalau kurangnya kepercayaan.
Apalagi, Arlan begitu tampan yang pastinya akan banyak perempuan yang terus berebut mencoba menganti kan posisinya. Membayangkan kemungkinan buruk yang akan terjadi, Acha tak bisa menyembunyikan kekhawatiran didalam hatinya.
"Cha, Cha, woy Cha!"
Lagi-lagi, Acha dibuat tersentak kaget saat Yujin meninggikan suaranya. "Kenapa?" Tanya Acha seraya menatap Yujin.
"Bengong mulu! Itu loh, nanti sore ada tanding basket dan sekolah kita yang jadi tuan rumah nya," Ucap Yujin yang langsung diangguki oleh Acha.
"Ya, terus?"
"Lo gak mau nonton? Arlan juga ikut tanding loh, dia kan leadernya." Ucap Adele.
"Ikut deh."
Sore harinya, Acha sudah siap dengan outfit simple andalan nya, tidak lupa juga dengan masker yang menutup setengah wajah nya dan rambut panjang nya yang dibiarkan tergerai.
...Kini Acha memilih menuggu taksi didepan rumah milik Arlan, Arlan? Pemuda itu tidak pulang sejak semalam, sebenarnya Acha khawatir takut pemuda itu kenapa-napa tapi karena nomornya yang tidak bisa dihubungi, Acha pun berusaha biasa saja. ...
Setelah taksi yang dipesan nya datang, Acha pun segera masuk dan berlalu menuju ZHS. Setibanya di ZHS, Acha langsung berjalan sambil melirik kesana-kemari mencari dimana keberadaan Yujin dan juga Adele.
Hingga tatapan Acha terhenti pada dua orang gadis, gadis berambut warna coklat dengan outfit celana jeans pendek diatas lutut yang dipadukan dengan hoodie crop top, dia Yujin. Dan juga Adele yang memakai rok jeans diatas lutut dengan kemeja yang dimasukan.
Tanpa membuang waktu lagi, Acha pun menghampiri kedua gadis itu dan mulai berbincang-bincang sebelum pertandingan dimulai. Ketiga gadis itu sesekali tertawa hingga ucapan Adele berhasil membuat tawa dibibir Acha lenyap begitu saja. "Lo gak dateng sama Arlan?"
"Ngak, kenapa?" Tanya Acha.
Yujin menunjuk seseorang dengan dagunya, "Tuh ada cewek kecentilan."
Arlan terlihat sedikit panik dan langsung menyentak tangan gadis itu dari lengannya sedangkan Acha yang melihat itu hanya bisa tersenyum tipis lalu mengalihkan pandangannya, "Udah mau mulai tuh. Yuk kesana," Ucap Acha seraya mengandeng tangan Yujin dan Adele.
Mereka bertiga pun duduk di kursi penonton bagian depan sesuai permintaan Adele yang ingin melihat Mas Crush secara jelas. Ketiganya duduk bersampingan dengan Acha yang duduk ditengah. Tiba-tiba, Acha menundukkan kepalanya.
Mood nya benar-benar berantakan dan semakin berantakan karena pengaruh tamu bulanan nya, Acha menggigit bibir bawahnya menahan tangis karena disaat-saat seperti ini atau tepatnya disaat dirinya sedang datang bulan, mood nya sangat mudah berubah dan sulit ditebak.
Makanya disaat Acha hanya melihat Arlan bersama perempuan walau tau Arlan akan menolak kehadiran perempuan itu, tetap saja Acha merasa sedih karena pengaruh mood nya yang lagi ambyar. Tak lama, Acha terpaksa mengangkat kepalanya saat pertandingan dimulai.
Mata Acha terus mengikuti kemana perginya Arlan yang sibuk mendribble bola hingga wajah Acha mendadak pucat pasi saat perutnya terasa seperti dililit dengan kuat. Acha meringis pelan yang berhasil membuat Yujin mengalihkan pandangannya.
"Cha, lo kenapa? Perutnya sakit?" Tanya Yujin dengan nada panik nya yang berhasil membuat Adele ikut menoleh.
"Astaga, muka lo pucat banget! Lo belum makan?" Tanya Adele yang juga ikut panik.
Acha mengangguk mendengar ucapan Adele, "Belum disuruh makan sama Ayang." Jawab Acha ditengah rasa sakitnya.
Pletak!
"Babi! Makan mah makan aja jangan sampe kayak gini, lo sendiri kan yang kesakitan!" Omel Yujin seraya membantu Acha berdiri lalu memapah gadis itu dibantu Adele.
Bibir Acha mencebik kesal mendengar omelan dari Yujin yang tidak ada habisnya, "Lo mau makan apa? Biar gue beliin," Ucap Adele sambil terus memapah Acha.
"Daging babi pake sayur kol," Celetuk Acha yang kembali mendapat jitakan di keningnya dari Yujin.
"Anjing! Beliin bubur aja, Del." Ucap Yujin yang semakin membuat bibir Acha maju beberapa senti.
Adele mengangguk dan segera pergi untuk membeli bubur sedangkan Yujin kembali melanjutkan langkah nya dengan Acha yang setia dirinya papah menuju UKS. Belum sampai di UKS, Yujin sudah lebih dulu jatuh saat ada yang mendorong nya.
Karena Yujin jatuh, sontak Acha juga ikut jatuh. Acha kembali mencebikkan bibirnya kesal karena merasa pedih pada bokong nya, sedangkan Arlan yang memang terus memperhatikan Acha sejak tadi pun langsung berlari ke arah Acha tanpa perduli tentang pertandingan basket nya.
"Sayang!"
Arlan segera menggendong Acha ala bridal style saat mendengar ringisan dari gadis itu, tak ingin membuat gadisnya semakin kesakitan, Arlan pun segera berjalan cepat menuju UKS meninggalkan Yujin yang kini hanya bisa meratapi nasibnya. Sudah jatuh, tidak ada yang menolong pula.
"Akh! Arlan,"
Langkah cepat Arlan mendadak terhenti saat dirinya mendengar suara yang lumayan Arlan kenali, Arlan menoleh ke sumber suara dimana ada Rania atau gadis yang datang bersama nya tadi kini tengah rebahan diatas tanah. Acha melirik kemana mata Arlan memandang lalu mendengus pelan.
"Arlan perut aku sakit," Rengek Acha yang membuat Arlan langsung mengangguk.
"Lo! Iya elo, bawa dia ke UKS!"
Mendengar ucapan Arlan, Acha tersenyum senang karena dirinya yang akan selalu jadi pemenang. Acha menatap Rania dengan senyum mengejek, Elo mau gantiin posisi gue? Ngak bisa say! Batin Acha.
Selepas kepergian Acha dan Arlan, seseorang mengepalkan tangan nya erat dengan kilatan kebencian yang menyorot menatap kemana Acha dan Arlan pergi. "Apa yang harus jadi milik gue, tetap akan menjadi milik gue."
Di UKS, Acha memilih diam saat Arlan terus menyuapi nya sambil mengomel tiada henti. Acha menutup mulutnya saat perutnya sudah kenyang, "Udah! Acha udah kenyang," Ucap Acha yang langsung diangguki oleh Arlan.
Mata Acha terus menatap ke kiri kanan tempat UKS hingga pandangan nya terhenti pada seseorang yang tengah berdiri didepan pintu UKS. Acha memejamkan matanya sejenak lalu meminta Arlan untuk sedikit membungkuk agar dirinya bisa membisikkan sesuatu.
"Kenapa, sayang?" Tanya Arlan tapi tak urung dia menuruti permintaan Acha.
Setelah memastikan kalau posisi yang dia atur sempurna, Acha pun menarik satu sudut bibirnya lalu berbisik tidak jelas hingga seseorang itu mengepalkan tangannya erat. Karena kalau dari pandangan seseorang itu, Acha terlihat seperti sedang mengecup pipi Arlan dengan waktu yang cukup lama.
Kening Arlan berkerut, tak mengerti tentang apa yang gadisnya bisikkan. "Kamu ngomong apa?" Tanya Arlan yang dibalas gelengan dari Acha.
Sedangkan seseorang itu menatap Acha dengan pandangan penuh kebencian. Acha? Jelas tidak perduli. Karena menurutnya, hama seperti seseorang itu akan sangat mudah untuk dikalahkan. Tinggal pancing, selesai.
"Gak lama lagi, lo akan jadi milik gue seutuhnya, Arlan."
...***...
Siap memulai konflik??
Aku baik loh ini, belum kasih konflik yang berat dan untuk kali ini juga gak berat kok konflik nya. Percaya deh, hehe.
Spam komen yuk, Dude!