Ustadz Nikah Yuk

Ustadz Nikah Yuk
Salah Tingkah



Sore hari sekiatar pukul 17:15 WIB


Saat itu, Adrian dan Ashraf sedang mengantri untuk membeli tiket kereta. Mereka akan ke Bogor memakai KAI Commuter Line dari Stasiun Manggarai, tepatnya H7 Jl. Manggarai Utara, RW.1, Manggarai, Kec. Tebet, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12850


Namun, saat mereka akan masuk ke dalam kereta dan Ashraf akan menempelkan kartunya. Tiba-tiba Adrian ditarik oleh beberapa ibu-ibu yang sepertinya mereka habis melaksanakan senam aerobic.


"Ada apa ini?" Adrian menepis tangan salahsatu ibu-ibu, karena kaget Ashraf pun tidak jadi menempelkan kartunya.


"Pak, mau ke Bogor kan?" tanya petugas yang mengatur pintu masuk.


"Iya pak," ucap Ashraf sambil berusaha menarik tangan Adrian.


"Lima menit lagi kereta jalan pak." teriak Petugas tersebut.


"Bu? Maaf, ada apa ini?" tanya Ashraf keras, ibu-ibu yang memegang tangan Adrian dengan kencang pun melepaskannya. Untuk Adrian masih memakai sweeter panjang, jadi ibu-ibu tidak menyentuh kulitnya.


"Hanya mau minta foto, foto bareng sebentar gak apa-apa kali mas. Hehe." ucap salahsatu dari mereka, sedangkan Adrian sendiri mendekat ke arah Ashraf.


"Pak Dokter Adit Ayo!" Serbu ibu-ibu lagi, kali ini dengan Ashraf.


"Yaudah, ayo buruan! Tapi jauhanya ibu-ibu,"


"Udah ya ibu-ibu, kami harus segera ke Bogor. Bentar lagi keretanya jalan."


"Iya iya, terimakasih Pak Dokter Aditya Surya Pratama." ucap para mereka.


Tak lama kemudian, Kereta pun jalan. Mereka berdua duduk dikursi paling belakang.


"Anta kalau pulang gak pernah minta jemput tadz?"


"Nggak tadz, dirumah pada sibuk terus. Ada ade satu juga, dia kuliah."


"Ikhwam wa Akhwat, tadz?"


"Akhwat,"


"Massya Allah, sudah lulus?"


"Katanya lagi nyusun skripsi,"


"Jurusan apa?"


"Geofisika."


"Massya Allah," Ashraf mengukir senyum dibibirnya.


"Anta kenapa?" Adrian mengulum senyum.


"Penasaran aja," Mendengar jawaban Ashraf, Adrian hanya manggut-manggut.


"Para Penumpamg yang kami hormati, sebentar lagi kereta akan berhenti di stasiun Cawang. Bagi Anda yang akan mengakhiri perjalanan mohon bersiap-siap, dan periksa barang bawaan." Suara Announcer.


Tak lama kemudian beberapa orang-orang turun, dan ada juga yang naik.


Nb: Announcer : Orang yang bertanggung jawab untukĀ mengumumkan terkait dengan jadwal kereta api dengan memberikan layanan terbaik dengan menggunakan teknik penyampaian.


Disebelah tempat duduk Adrian ada yang kosong, karena yang sebelumnya duduk sudah keluar. Tiba-tiba, seorang ibu hamil duduk disebelahnya. Dia terlihat sangat cantik, ditangannya membawa berkas, serta berpakaian dinas. Tak sengaja, dia melirik ke arah Adrian dan Ashrap.


"Loh? Pak Dokter? Pak Dokter Aditya ya?" tanya nya penasaran, para penumpang yang lain, yang tadinya asyik bermain hp, langsung meliriknya.


"Oh, bukan-bukan bu. Doker Aditya siapa?"


"Oh bukan berarti ya, tapi kok mirip sih? Pak Dokter Aditya Surya Pratama loh? Dokter muda tampan dari Bogor. Emang mas nya siapa namanya?


"Saya Adrian bu," jawabnya sedikit menunduk.


"Baru pulang kuliah tante." jawabnya singkat.


"Masnya juga sama?" Melirik ke arah Ashraf.


"Iya tante." tersenyum sebentar.


"Kuliah dimana mas?"


"Di KSA tante," Adrian terus menyenggol kaki Ashraf.


"KSA?" Si Tante bertanya-tanya.


"Madinah ya? Kerajaan Saudi Arabia." timpal seorang bapak-bapak pakai kacamata, yang duduk disebrang.


"Iya om, alhamdulillah."


"Kalian udah lulus kayanya ya?"


"Iya om, Alhamdulillah." ucap Ashraf.


"Soalnya kalau udah bawa-bawa koper, kaya saya dulu. Saya kuliah di Jakarta, pas lulus pulang ke Surabaya bawa-bawa koper. Naio kereta kurang lebih 12 jam."


"Saya juga dari Surabaya, om." ucap Ashraf.


"Loh? Mau mudik kesana?" Si bapak kaget, karena Ashraf naik kereta bukan jurusan Jawa.


"Nggak om. Ini mau ke rumah teman dulu."


"Dimana rumahnya?" tanya Si tante yang mengelus-ngelus perutnya. Membuat Adrian semakin menekan kaki Ashraf.


"Kenapa mas?" Melihat tubuh Adrian yang sedikit menekan Ashraf.


"Oh ehh Saya dari Bogor, tante."


"Mas? Mas nya ganteng banget, mas yang satunya juga manis. Mau gak pegang perut saya? Kebetulan bayi saya laki-laki."


Mimik Adrian yang sudah menegang semakin memerah.


"Untuk apa bu?" tanya Ashraf pura-pura.


"Maksdunya, biar gantengnya nular ya bu?" tanya si bapak.


"Iya pak, hehe. Mau?" Si tante menatap ke mereka.


"Ya Allah, bukan muhrim." batin mereka.


"Gak mau ya?" tanya Si tante sedikit cemberut.


"Euu. Euu." Wajah mereka berdua semakin tegang dan memerah.


"Bercandaaaaa. Kita bukan muhrim." ucap Si tante. Merekapun sangat lega.


"Saya guru biologi, gak ada istilahnya orang yang hamil terus lihat orang yang ganteng, lalu suruh elua perutnya, yang katanya bakal ikutan ganteng. Gak mungkin, itu mitos. Cantik, gantengnya bayi tergantung orang tua dan keturunanya. Iya kan?" tanya si ibu.


"Iya benar-benar bu," ucap Ashraf, sedangkan Adrian hanya mengangguk.


Pengumuman:


Bab 4. Broken Home, ada Revisi yah!


Jadi, tokoh Alvin tuh, tokoh utama di Novel Jodohku Sang Pewaris. Dan di Novel ini, sedikit menceritakan masa lalunya. šŸ¤—