
Waktu menunjukan pukul 01:15 WIB
Terlihat seorang gadis cantik memakai mukena, baru saja menutup Al Qur'an. Lalu dia menyimpan Al Qur'an tersebut dan kembali duduk di sajadah.
"Ya Allah? Ini udah mau pagi aja (melihat ke arah jam dinding). Gimana kalau besok orangnya datang lagi? Masa iya aku harus nyuruh bapa pagi-pagi pergi ke sawah? Kalau bapa sampe ketemu orangnya gimana? Bapa pasti shok. Aku benar-benar sangat bingung. Lagi kenapa ibu gadein empang gak bilang-bilang? Pusing jadinya." Batin Aisyah, sambil menutup tangan dengan keadaan kaki bersila.
"Oh iya. Besok malam kan acara ldks. Kenapa aku bisa sesantai ini? Apa karena aku ngantuk banget? Padahal sebelumnya rapat osis dulu." Gerutunya, sambil membawa hp yang lagi dicas.
Disisi lain, Adrian sedang tidur memakai selimut yang hanya sebatas pusar. Dia menggunakan kaos oblong putih. Terlihat bentuk tubuhnya yang sangat atletis dan rupanya yang benar-benar sangat tampan.
"Hah? Gak salah? Ustadz Adrian chat aku?" Tersenyum, tidak menyangka.
"Assalamu'alaikum!" Chat singkat dari Adrian.
"Wa'alaikumsalam wa rahmatullah, ustadz afwan baru balas. Hpnya lowbat tadi." Chat terkirim.
Tring
Adrian yang tak sengaja mengubah posisi, mendengar hpnya berbunyi. Dia masih menutup matanya, namun menautkan alisnya.
Tring
"Ustadz ada perlu apa?" Chat terkirim kembali.
"Jam berapa ini?" Bangun dengan mata terpejam.
"Masih setengah dua." Melihat jam dihpnya, lalu membuka chat yang masuk.
"Aisyah?" ucapnya, sambil membuka chatnya.
"Gak apa-apa. Anty kenapa belum tidur?"
Dreet
Chat masuk ke hp Aisyah
"Siapa lagi? Malam-malam chat." ucap Aisyah yang membuka laptopnya, sambil stel murotal.
"Hah? Ustadz Adrian? Jam segini? Wah, emamg ustadz ya. Pasti lagi tahajud." Sambil senyum-senyum.
"Ana kebangun. Ustadz tadi ada perlu apa?" Balas Aisyah.
"Hem. Balas jam segini, ganggu orang saja."
"Is. Yasudahlah gak usah dibalas lagi." ucap Aisyah, hanya ngerad chat Adrian.
Krik
Krik
"Kok gak balas lagi ya?" Batin Adrian, tapi udah di read, sambil minum air putih.
Krik
Krik
Krik
"Masih belum balas?" Batin Adrian, yang sudah mengambil wudhu.
"Kenapa gak balas lagi?" Send.
Tring
Aisyah yang sedang mengetik di laptop, melirik hpnya.
"Katanya ganggu." Send.
Krik
Krik
"Lah, malah dia yang ilang." Batin Aisyah, sambil bergidik bahu dan melanjutkan mengetik.
Waktu menunjukan pukul 03:05 WIB
"Selesai juga nih, jadi ready buat besok." Menutup laptopnya.
Tring
"Afwan lama."
"Wah baru balas lagi." Batin Aisyah.
"Laa ba'sa ustadz."
"Ana tak sengaja baca buku diary anty yang paling belakang. Itu juga ana baca sekilas saat dikelas."
"Jadi baca nya masih kurang? Terus mau minjem lagi buku diary nya?"
"Ana tidak sedang bercanda."
"Haduh." Batin Adrian, menepuk jidatnya.
"To the point saja."
"Ya?"
"Mana norek anty?"
"Norek itu apa?"
"No. Rekening."
Deg
"Untuk apa ya?"
"Butuh uang delapan juta kan?"
Deg
"Bahkan aku belum kepikiran kesana." Batin Aisyah.
"Ustadz mau meminjamkannya? Afwan, ana jadi malu ustadz." Membuang dan menarik nafas berkali-kali, karena menahan malu.
"Mana norek?"
"Mohon dijawab dulu ustadz! Afwan."
"Anty bisa kembalikan kalau sudah ada, ana hanya membantu ya. Tidak bermaksud lebih."
"Ustadz mau berfikir apapun terserah, tapi hari ini ana benar-benar sangat bersyukur alhamdulillah." Menyimpan hpnya, dan langsung bersujud.
"Mimpi apa aku ini Ya Allah? Subhanallah, walhamdulillah, walaillahaillallah, wallahuakbar, walahaula walakuata illah bilahilahil aliyul dziim." Aisyah mengucapkannya sebanyak tiga kali, lalu dia membalas chat Adrian lagi.
"1745151098x. Itu ustadz nomornya! Usatdz syukron udah ngasih pinjem, ana gak tahu harus melakukan apa lagi."
"Anty bisa tidur, nanti ana kirim struknya."
"Tidur?" Batin Aisyah,
Deg
"Pantes. Ana salah ketik, harusnya ana gak tahu harus mengatakan apa lagi. Ah, malu banget." Batin Aisyah.
Krik
Krik
Tring
"Foto?" Batin Aisyah, sambil mengunduh foto yang dikirim Adrian.
"Ustaaaaaaaaadz. Ini benar?" Mata Aisyah berbinar, melihat struk dari Adrian yang mentransfer uang sebanyak sepuluh juta.
"Afwan ustadz, kan hanya delapan juta." Send.
"Siapa tahu anty masih butuh. Uang santai kok." Send.
"Ah masa ustadz Adrian tahu, kalau ibu ada utang ke bank emok?" Tertawa kuda.
"Syukrin ustadz udah bantu. Oh iya ustadz, ana malu kalau ketemu usatdz nanti."
"Kenapa malu?"
"Malu aja."
"Gak usah malu. Biasa ajalah. Afwan, kalau sudah tidak ada bahasan ana akhiri dulu chatnya. Assalamualaikum."
"Hem. Waalikumsalam wa rahmatullah." Send, langsung dibaca Adrian.
"Gak sopan. Kenapa pake tanda jin ungu?" Balas Adrian, saat melihat ada emoticon berwarna ungu dengan tanduk dua diatasnya.
Deg
"Kok bisa?" Teriak Aisyah.
"Afwan ustadz, sepertinya ana terlalu senang. Bekas balas chat ke yang lain emoticon jin itu. Afwan ana salah." Send, hanya di read sama Adrian.
Krik
Krik
"Yah, diread doang." Aisyah cemberut sambil menyimpan hpnya.
Padahal Adrian buru-buru pergi ke luar kamar untuk sahur. Karena saat itu, dia akan melaksanakan puasa ayyamul bidh atau puasa dipertengahan bulan islam. Tepatnya ditanggal 13, 14, dan 15 dibulan islam.
Nb: Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15 (dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih.