Ustadz Nikah Yuk

Ustadz Nikah Yuk
Masih tentang Rujuk



Sejenak Aisyah mengingat tentang kajian yang didengarnya saat malam. Dimana kajian itu membahas tentang rujuk.


"Afwan ukh? Kenapa diam lagi? Kan sudah tidak ada yang berbicara." ucap Ratna yang tiba-tiba berdiri dan langsung duduk kembali.


"Toyyib. Bagaimana jika seorang suami meminta untuk rujuk saat talak satu atau talak dua, dan masa iddahnya sudah berakhir? Maka jawabannya, bisa rujuk tapi dengan aqad dan mahar yang baru. Sedangkan jika sudah talak tiga, ketika suami minta rujuk. Maka rujuk bisa, dengan syarat. Istrinya harus menikah dulu dengan laki-laki lain, dan dengan dasar suka sama suka. Bukan dengan keterpaksaan, atau alasan karena ingin kembali kepada suami pertamanya."


"Naam. Syukron ukhty."


"Wa iyyaki. Ada lagi yang lain?"


"Afwan, ana ukhty mau bertanya." Ratna berdiri, sedangkan Adrian menulis pertanyaan dari para Santriyah dan akan membahas jawaban dari Aisyah.


"Naam ukhty tafadhol."


"Ukhty kan sekarang suka banyak tuh pasangan, yang istrinya pulang ke rumah orang tuanya. Ya sekitar beberapa bulan gitu ukh, atau bahkan tahunan. Nah, tahun berikutnya pengen kembali lagi ke suaminya. Gimana? Apa bisa rujuk?"


Aisyah tertawa kuda, semua orang bingung. Termasuk Adrian yang menautkan kedua alisnya.


"Anty kenapa?" tanya Ratna yang juga bingung


"Nggak ukh, lucu aja pertanyaannya. Memangnya kenapa kalau istrinya pulang? Terus kenapa harus rujuk? Memangnya suaminya menalaknya?"


Semua orang mengingat pertanyaan Ratna, yang tidak mengatakan kata talak dipertanyaanya.


"Oh iya." Batin Ratna.


"Suaminya nggak menalaknya, tapi si istri pulang ke rumahnya karena ada masalah. Kebanyakan orang-orang seperti itu. Terus nanti mereka pulang lagi ke rumah suaminya."


"Selama suaminya tidak mengatakan talak, hubungan mereka tetap suami istri. Jadi, kalau mau pulang ke rumah suaminya gak apa-apa pulang, gak usah disangkutpautkan dengan rujuk. Karena kata rujuk, hanya ada ketika talak diucapkan. Bukan karena istri pulang ke rumah orang tuanya."


"Terus gimana ukh biar kata talak itu gak terucapkan? Karena kan perceraian itu dibenci Allah?"


"Ketika menikah itu, kita harus berkomitmen. Jangan sampe kata talak itu terucapkan. Kalau bisa bungkus aja, terus ikat, lalu buang ke Laut. Jadi, gak akan pernah terbuka." ucap Aisyah, sontak semua orang tertawa. Adrian sendiri hanya manggut-manggut.


"Itu saja ukh, Syukron."


"Naam Afwan ukh."


"Ustadz sudah ya?" Lirih Aisyah, melirik ke Adrian .


"Pertanyaan ana, anty bisa menjawab seperti itu sumbernya darimana?" Menatap Aisyah.


"Tentu bukan argumen ana ustadz, ana semalam belajar sambil mendengarkan kajian tentang khitbah, nikah, dan talak. Makanya ana ketiduran, mungkin yang lain nyangkanya ana ketiduran karena terlalu fokus belajar biologi. Padahal ana belajar qurdis juga."


"Anty merujuk kepada ustadz yang mana?"


"Banyak. Semalam ana kajian ustadz Syafiq Riza, ustadz."


"Naam. Jawaban dari ukhty Aisyah tadi bisa difahami gak?"


"Bisa ustadz, fahimtu." ucap semua santriyah.


"Jadi ana gak harus membahasnya lagi ya."


"Afwan ustadz, boleh nggak satu pertanyaan saja. Tadi ukhty Aisyah keburu udahan ustadz." tanya salahsatu santriyah, yang duduk dikursi paling belakang.


"Naam tafadhol."


"Ustadz jadi gini, banyak pasangan yang bermudah-mudahan dalam bercerai. Lalu, mereka ingin kembali lagi. Namun, karena istrinya udah terlanjur pulang ke rumahnya dan orang tuanya melarang anaknya untuk menerima rujuk, permintaan suaminya gimana ustadz?"


"Naam. Orang tua tidak boleh ikut campur dalam masalah keluarga anaknya. Termasuk hal rujuk. Kenap sih Allah sampe menurunkan ayat tentang rujuk? Jawabanya, karena Allah tidak mau sampe ada perceraian. Sehingga, pasangan yang sudah menikah dan memutuskan untuk bercerai. Mereka dikasih waktu dulu untuk merenung, kapan waltu itu? Waktunya itu disaat masa iddah. Jadi, masa iddah itu bukan waktu untuk menunggu agar mereka bercerai saja. Tapi memang diwaktu itu Allah ngasih kesempatan untuk pasangam saling merenung, saling introspeksi, apakah jalan untuk mereka berpisah benar-benar baik apa nggak.


Dan ketika mereka memutuskan untuk rujuk, maka orang tua dan orang disekitarnya harus mendukungnya. Karena rujuk merupakan hal yang baik. Dan dwngan rujuk mereka tidak jadi bercerai, yang perceraian sendiri dibenci oleh Allah.


Lalu pertanyaan tadi, gimana kalau oran tua melarangnya? Nah, kenapa orang tua melarangnya? Pasti ada alasan. Namun, kalau suaminya pelaku dosa besar, ahli maksiat, tidak pernah sholat, peminum khamer. Maka wajar kalau orang tua melarangnya. Tapi sebaliknya, kalau suaminya sholeh. Maka jangan sekali-kali oran tua melarangnya untuk rujuk. Bahkan peran ikut campur orang tua, harusnya dengan cara mendamaikan mereka. Allahu a'lam."


"Naam ustadz, ana faham sekarang. Jazakallahu khair ustadz."


"Naam. Wa iyyaki. Udah, masalah rujuk sudah selesai ya! Jadi minggu depan tinggal ulangannya saja, bab taaruf, khitbah, nikah dan talak. Faham?"


"Fahimtu ustadz."


"Naam. Waktunya istirahat. Assalamualaikum." Adrian berlalu keluar.


"Waalaikumsalam wa rahmatullah."


"Aduh, buku diary ukhty Ais benaran dibawa. Semoga ukhty Ais lupa deh." Batin Amina, menatap kepergian Adrian.