Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 9_ NEVER GIVE UP



Empat tahun kemudian....


Shiyun sudah lulus dari kuliahnya. Meskipun dia sudah tidak memiliki keluarga, tetapi dia tetap mampu untuk bisa masuk dan bertahan di universitas terbaik di kota Los Nevera.


University Petra of Los Nevera, merupakan salah satu universitas bergengsi dikota Los Nevera. Hampir sebagian besar lulusan universitas ini menjadi tokoh-tokoh besar yang sukses.


Shiyun masuk universitas ini dan mengambil jurusan arsitektur dan desainer perhiasan. Jurusan desainer perhiasan ini, merupakan jurusan yang hanya ada di University Petra of Los Nevera.


Keluarga Shiyun yang sudah tidak peduli dengan kehidupan Shiyun sejak penandatanganan pemutusan hubungan keluarga empat tahun lalu benar-benar tidak tahu Shiyun melanjutkan pendidikan tingginya di univeritas terbaik dan bergengsi di kota Los Nevera.


Pada siang hari di Clannad Cafe, yang letaknya tidak jauh dari perusahaan FG (Perusahaan desain perhiasan). Di FG Company inilah Shiyun bekerja dan menjadi salah satu desainer unggul perusahaannya.


"Ah, akhirnya kamu datang juga Shiyun...Aku pikir kamu lupa lagi dengan janji kita...!" ujar Fara, teman sekaligus sahabat Shiyun sejak kuliah.


"Eh...Maaf ya Fara. Aku terlalu asik dengan kerjaan jadi tidak ingat dengan janji kita...!" balas Shiyun sambil merasa bersalah karena kemarin tidak datang ke cafe sesuai janjinya.


"Kamu itu ya, wanita karir...Lulus kuliah tercepat, 3 tahun sudah bisa lulus dengan IP yang cukup tinggi. Baru lulus sudah di kontrak oleh salah satu perusahaan desain perhiasan terkenal dikota Los Nevera. Lalu kamu meninggalkan sahabatmu ini setelah berkarir....!"


"Eh....Ayolah Fara, kamu juga berhasil lulus dalam 3 tahun. Kamu juga sudah bekerja di badan firma hukum terkenal. Kita kan impas jadinya. Lagi pula siapa yang mau menelantarkan sahabat sepertimu....?" balas Shiyun membujuk.


"Ok...ok kamu bisa membujukku sekarang Shiyun, tapi kalau kamu begitu lagi aku tidak ingin mengangkat teleponmu....!"


"Sip....setuju" balas Shiyun semangat sambil menyunggingkan senyumannya.


"Oh iya Shiyun, bukankah kontrakmu dengan perusahaan FG akan berakhir bulan depan. Lalu apakah kamu tidak berniat mencari perusahaan lain untuk menjadi pekerja tetap....?" tanya Fara.


Shiyun yang baru selesai menyeruput kopinya langsung angkat bicara "Aku juga inginnya seperti itu, tapi sayangnya bulan depan aku sudah dikontrak oleh perusahaan Zeemperor, dan aku tidak bisa menolak kontrak tersebut dalam perjanjiannya."


Fara yang sedang menyeruput kopi sambil mendengarkan omongan Shiyun, langsung tersedak dan terbatuk-batuk.


"Hei Fara....! Ada apa ? Kamu baik-baik saja kan ? Ayo cepat kita kerumah sakit!" tanya Shiyun yang terkejut melihat Fara tersedak.


"Shiyun....! Aku tidak perlu kerumah sakit Okay... Kamu menjalin kontrak dengan perusahaan besar Zeemperor...?"


"Hmm, iya. Memang kenapa ?" tanya Shiyun datar sambil memakan sticknya.


"Hei, Shiyun...Apa kamu tidak tahu perusahaan itu sangat terkenal diberbagai negara dan merupakan salah satu perusahaan terbesar di negara kita. Kudengar sangat sulit menjalin kontrak kerja dengan perusahaan Zeemperor ini...!" jelas Fara.


"Aku tidak tahu soal itu, aku sudah lama tidak memperhatikan berita...! Lagi pula aku tinggal menjalin kontrak saja lalu bekerja. Untuk apa pedulikan berita...!"


"Kamu saat kuliah sangat antusias dengan berita yang terbit, kenapa tiba-tiba tidak suka...? Sudahlah. Oh iya Shiyun aku masih ada urusan jadi tidak bisa berlama-lama. Sangat disayangkan...."


"Huh, yasudah lebih baik kamu segera berangkat".


"Ok. Terimakasih Shiyunku....Bye....Aku menyayangimu"


Shiyun hanya menatap Fara yang berlari dan kemudian hilang dari tatapannya.


Aku tidak ingin mengetahui berita, karena aku tidak mau melihat Lonza bersama Cherry. Entah kenapa setiap kali aku melihat berita mereka berdua bersama membuat hatiku terasa sakit.... (batin Shiyun).


Semenjak Lonza bisa melihat, ia sudah belajar memanajemen perusahaan keluarga Flores dengan baik. Sehingga diusianya yang ke-20 tahun ia berhasil membawa perusahaan Flores menjadi salah satu perusahaan terkenal dinegara walaupun tidak sebanding dengan Zeemperor.


Selain itu Cherry berhasil mewujudkan mimpinya untuk menjadi model terkenal. Cherry juga sudah bekerja sama dengan beberapa brand terkenal lainnya. Perusahaan Floyd juga berjalan seperti biasanya walaupun tidak ada peningkatan.


Cherry yang seorang model dan selalu bersama dengan Lonza seorang CEO perusahaan besar Flores yang tampan tentu akan menyita perhatian media. Hingga akhirnya banyak berbagai perusahaan majalah dan berita yang mengatakan bahwa Lonza dan Cherry memang pasangan yang serasi.


Saat Shiyun membaca berita itu disetiap paginya, ia merasa hatinya sangat sakit. Shiyun masih memiliki rasa pada Lonza, yang dulu berjanji untuk hidup bersama dan setia untuk menjaga Shiyun.


Selama empat tahun terakhir juga Shiyun berusaha untuk membuat Lonza mengingat kembali kenangan masa lalunya saat bersama Shiyun.


Setiap kali Shiyun melihat Lonza, Shiyun selalu memberanikan diri untuk mengajak Lonza ngobrol dan bercerita. Walaupun sekarang sudah sangat sulit bertemu Lonza. Tetapi Shiyun tidak putus asa, karena ia tidak bisa melupakan Lonza.


Keesokan harinya. Shiyun tinggal di apertemen yang lebih baik dan tidak jauh dari kantornya. Kehidupannya membaik sejak ia mulai bekerja.


"Hari ini hari libur. Aku tidak perlu tergesa-gesa. Tapi hari ini aku harus menyelesaikan sketsa perhiasan ku. Lebih baik aku membuat sarapan dulu saja" ujar Shiyun bermonolog.


Lalu Shiyun pergi kedapur dan membuka kulkas. Saat membuka pintu kulkas, dilihatnya lah kulkas yang kosong melompong.


"Ya ampun. Aku tidak pernah seteledor ini. Akhir-akhir ini banyak sekali pekerjaan dan tidak sempat pergi membeli bahan makanan...!"


Shiyun pun bergegas untuk pergi ke Supermarket yang tidak jauh dari apartemennya. Ia hanya menggunakan celana training dan jaket, dengan rambut terikat satu kebelakang seperti kuda poni.


"Tidak apa-apa kan berpenampilan seperti ini. Lagi pula ini hari libur" ujar Shiyun sambil menatap pantulan dirinya dicermin.


Lalu Shiyun pun berjalan menuju Supermarket. Tidak lama kemudian ia sampai. Dia memulah-milih bahan makanan yang dibutuhkannya. Lalu segera membayarnya.


Tanpa berpikir panjang Shiyun pun berlari ke arah Lonza, "Lonza...!" panggil Shiyun.


Mata Lonza menyipit, setelah mengetahui itu Shiyun dia mulai memasang mimik wajah tidak suka.


"Lonza...! Kamu sedang apa disini...? Apa ada waktu untuk berbicara lagi...?" tanya Shiyun yang mengikutinya dibelakang.


"Kamu tidak perlu tahu....?" balas Lonza datar.


"Hmm, kalau begitu apa kamu ada waktu. Kita bisa mengobrol dulu...!"


Lonza langsung berhenti berjalan. Lalu dia terdiam sejenak. Shiyun merasa bahwa Lonza akan menolak ajakannya.


Tiba-tiba Lonza langsung menarik kasar tangan Shiyun.


"Au...!"


Lonza menyuruh Shiyun naik mobilnya. Lalu Lonza mengemudikan mobilnya dengan cukup cepat dan menuju sebuah apartemen.


"Lo...lonza kita mau kemana...?" tanya Shiyun gemetar.


"Apartemenku...!" jawab Lonza datar.


Tidak lama kemudia mereka sudah berada diparkiran. Lonza turun duluan dengan cepat. Saat aku baru membuka seatbelt ku, tiba-tiba Lonza membuka pintu mobil dan menarikku keluar.


"Cepat ikut aku....!" perintah Lonza sambil menarik tangan Shiyun secara paksa.


Shiyun yang tidak tahu harus bagaimana dan berkata apa, hanya bisa diam mengikuti irama jalan Lonza yang cepat karena Lonza menarik tangan Shiyun.


"Sudah sampai, ini apartemenku. Cepat masuk....!" ujar Lonza.


Apartemen Lonza sangat luas dan mewah. Tentu ini apartemen yang sangat mahal. Tetapi mengingat latar belakang Lonza. Apartemen ini tidak seberapa baginya.


"Lonza....kenapa kamu bawa aku kesini?"


"Kamu bilang apakah aku ada waktu luang untuk berbicara denganmu....! Sekarang aku jawab ada, bahkan banyak....Bagaimana ? Apakah kamu puas....?" teriak Lonza sambil bertanya.


"Lonza aku hanya bertanya padamu. Kamu bisa mengatakan tidak jika kamu sedang sibuk."


"Shiyun, aku menghargaimu karena pernah menjadi bagian dari keluarga Floyd. Tetapi kamu selalu mendekatiku, dan menghabiskan waktuku hanya untuk mendengarkanmu membual tentang masa lalu kita yang hidup bersama dan bersahabat....!"


Shiyun terkejut dengan omongan Lonza.


"Shiyun, kamu mendekatiku pasti ada tujuan. Wanita sepertimu pasti hanya menginginkan uang dan kekayaan saja kan...?" teriak Lonza.


Mata Shiyun membulat tidak percaya dengan omongan Lonza tentang dirinya.


"Lonza, aku hanya ingin kamu mengingatku. Aku hanya ingin kamu lebih menghargaiku, jangan selalu merendahkanku" balas Shiyun dengan nada yang tidak kalah dari Lonza.


"Mengingatkan...? Kamu pikir aku percaya perkataanmu....? Dengar Shiyun Alister mulai saat ini jangan pernah berharap bahwa aku akan percaya lagi padamu....Lebih baik kamu cepat keluar dari apartemenku...!" teriak Lonza kesal.


Shiyun pun melangkahkan kedua kakinya dengan berat dari apartemen Lonza. Kedua bola matanya tampak mulai berkaca kaca.


Saat Shiyun keluar, tiba-tiba Cherry muncul.


"Shiyun...? Kenapa kamu bisa keluar dari apartemen Lonza....?" tanya Cherry terkejut.


Shiyun hanya diam tanpa kata. Saat Lonza melihat Cherry ada disana, tiba-tiba Lonza langsung mengendalikan emosinya.


"Cherry...Bukankah aku menyuruhmu untuk menungguku" ujar Lonza pada Cherry dengan intonasi yang begitu ramah.


"Huh, ternyata kamu menyuruhku menunggumu untuk berurusan dengan Shiyun...." balas Cherry kesal.


"Tentu....Aku ingin dia tidak mengikutiku lagi, dan berhenti menggagu kita. Kamu jangan suudzon dulu ya....Kita sebentar lagi mau bertunangan loh....Kalu ada salah paham bisa menghambat rencana kita dan keluarga..." balas Lonza sambil tersenyum hangat pada Cherry.


"Ok, aku percaya padamu Lonza."


Shiyun yang baru saja mendengar bahwa Lonza akan bertunagan dengan Cherry langsung terkejut. Dia langsung berlari untuk pergi. Air matanya pun menetes, hatinya terasa sakit. Sangat sakit, hatinya begitu hancur.


Kamu benar-benar memberikan sebuah harapan palsu. Kamu kira perkataanmu saat itu bisa aku anggap sebagai lelucon...? (batin Shiyun sambil bersedih).


_______