
Keesokan harinya, Shiyun sudah bangun pagi sekali. Tidak disangka ternyata Lonza pun sudah bangun.
Krek....pintu kamar Lonza terbuka.
Shiyun sempat kaget, karena pagi buta seperti itu pastinya orang-orang masih pada tertidur. Keluarlah Lonza dari kamarnya sambil meraba-raba.
"Lonza...? Kamu sudah bangun ya. Pagi-pagi begini mau kemana sudah keluar kamar...?" tanya Shiyun.
"Eh, gadis aneh juga sudah bangun....? Memangnya bangun pagi buta itu ada yang melarang ya ?" balas Lonza meledek.
"Eh, tentu saja tidak. Tapi kamu harus berhati-hati. Takutnya kenapa-napa orang lain masih tertidur jadi tidak ada yang bantu....!" jelas Shiyun.
"Oh, baiklah. Tapi kan sekarang kamu sudah bangun, jadi bisa bantu aku. Aku bangun pagi tentu saja untuk bersiap-siap mengajak gadis aneh ke taman bermain di pusat kota....!" ujar Lonza yang berdiri mematung.
"Kamu benar-benar ingin membawaku kesana ? Padahal aku sudah tidak sedih."
"Tentu saja gadis aneh, meskipun kamu sudah tidak sedih, tetapi aku akan tetap membawamu bermain kesana...!" ujar Lonza.
_____
Satu jam kemudian. Lonza dan Shiyun berangkat ke taman bermain di pusat kota Los Nevera. Taman bermian di pusat kota Los Nevera merupakan taman bermain terbesar dan terbagus yang ada dikota tersebut.
Sesampainya di taman bermian pusat kota. Shiyun berjalan sambil memegang tangan kanan Lonza. Dibelakang mereka ada dua orang pengawal dari keluarga Flores yang ditugaskan untuk menjaga keamanan Lonza.
"Lonza, kamu kan tidak bisa melihat. Jadi biarkan aku mengatakan padamu apa yang ada disekitar kita saat ini....!" pinta Shiyun sambil tersenyum bahagia.
"Oh, tentu saja. Aku akan mendengarkannya gadis aneh...."
"Didepan kita terdapat wahana giant swim, disamping kanan kita ada toko permen gula-gula, disamping kiri kita ada permainan kuda yang berputar dan dibelakang kita adalah jalan yang ramai."
"Apakah pemandangannya indah...?"
"Tentu, aku sangat senang, dengan melihatnya saja membuatku bahagia....!" ujar Shiyun.
"Sekarang kamu bisa main gadis aneh, mainlah semua mainan sesukamu. Aku akan duduk ditempat duduk bersama kedua pengawal dan menunggumu kembali."
Shiyun langsung hilang semangat main. Entah kenapa dia merasa akan percuma saja jika Lonza tidak ikut bermain.
"Lonza, aku ingin main bersamamu. Bagaiman kalau kita naik perosotan saja. Disana ada perosotan yang tidak ramai." Ajak Shiyun.
Lonza yang mendengar ajakan Shiyun, diam tercengang. Dia berpikir Shiyun akan puas main dan tertawa. Tapi hanya dengan naik perosotan bersamanya membuat Shiyun semangat.
"Kalau begitu kamu bantu aku ya...!"
"Iya...!" balas Shiyun semangat.
Shiyun pun langsung menarik tangan Lonza dan berjalan menuju perosotan. Dua pengawal tersebut terkejut ketika tuan muda Lonza beranjak dari duduknya.
"Eh, tuan muda Lonza. Anda harus berhati-hati. Ayo cepat kejar mereka berdua....!" ucap salah satu pengawal.
Shiyun pun membantu Lonza menaiki perosotan tersebut. Lalu shiyun pun ikut naik dan berada dibelakang Lonza.
"Lonza, kamu duluan, lalu aku. Tanahnya datar dan aku sudah menyingkirkan benda-benda yang bisa membuat mu terluka."
Tanpa pikir panjang Shiyun langsung mendorong Lonza yang masih sedikit ragu untuk meluncur. Kedua pengawal yang baru sampai itu langsung terkejut melihat tuan muda Lonza sedang meluncur.
Tiba-tiba....
Gedebruk..... Lonza meluncur sempurna tapi sepertinya dia mendarat dengan tidak sempurna.
Kedua pengawal itu langsung kaget setengah mati dengan keadaan tuan muda Lonza. Shiyun yang belum lama meluncur pun mendarat tapi sayangnya ia juga terjatuh.
Lalu Lonza dan Shiyun pun terdiam "Err, tuan muda Lonza, nona Shiyun apa kalian baik-baik saja...?" tanya salah satu pengawal yang ketakutan setengah mati jika terjadi sesuatu pada mereka berdua.
"Hahaha....." tiba-tiba Shiyun dan Lonza tertawa bersamaan. Kedua pengawal tersebut langsung heran dan hampir gila mengkhawatirkan keadaan Lonza dan Shiyun.
"Gadis aneh, ini sangat menyenangkan....!" ujar Lonza sambil tertawa bahagia. Lonza tidak pernah tertawa sebahagia ini.
"Benarkah...? Kamu menyukainya kan Lonza....?"
"Terimakasih, Lonza. Aku berharap kita bisa selalu bersama....!"
Satu hari penuh Lonza dan Shiyun bermain bersama. Shiyun sama sekali tidak merasa keberatan dengan keadaan Lonza yang tidak bisa melihat. Dia malah merasa bahagia karena Lonza bersamanya dan saling menghibur.
Malam harinya, Shiyun merasa sangat lelah. Dia bahkan tidak ingat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya.
"Sudahlah, aku merasa sangat bahagia dihari ulang tahunku bersama Lonza. Walaupun tidak ada yang mengucapkan selamat ulang tahun padaku." Ujar Shiyun sambil duduk dibalkon kamarnya.
Tok...tok...tok.....suara ketukan pintu.
Shiyun terkejut dengan ketukan pintu tersebut. Lalu dia segera membukakan pintu kamarnya.
"Gadis aneh, kamu belum tidur kan ? Boleh tidak kamu kekamarku sebentar....?" tanya Lonza.
"Lonza....? aku belum tidur. Kalau begitu ayo kekamarmu. Kamu pasti butuh bantuan ambilkan sesuatu ya. Ayo....!" balas Shiyun sambil menarik lengan Lonza.
"Kebiasaan deh main terik tangan orang....." gumam Lonza sambil tertawa kecil.
"Shiyun, kebalkon kamar aku...!" pinta Lonza cepat.
"Emm...? Yasudahlah"
Tiba-tiba mata Shiyun terbelalak kaget melihat kue ulang tahun yang ada dibalkon kamar Lonza. Dia juga terkejut melihat boneka beruang berukuran besar.
"Selamat ulang tahun Shiyun aneh....!"
"Lonza kamu kok bisa tahu ulang tahunku...?"
"Rahasia. Yang penting hari ini kamu seneng. Aku juga bahagia"
"Kok ada nama kamu sama aku...? "
" Ulang tahun aku bulan depan. Tapi aku majuin aja supaya bisa rayain bareng sama ulang tahun kamu, Shiyun aneh"
Tiba-tiba air mata Shiyun menetes. Dia tidak pernah berpikir bahwa Lonza yang memberikan ucapan selamat ulang tahun kepadanya.
"Eh, Shiyun kamu nangis ya....? Udah sini kita rayain ulang tahun kita bareng-bareng...!"
Setelah mereka makan kue dan tertawa kecil bersama. Mereka merasa sangat puas.
"Makasih ya Lonza. Aku kira seteleh kematian keluargaku, ngga akan ada lagi yang ucapan selamat ulang tahun ke aku...." ujar Shiyun sambil bersedih tetapi dia sangat bersyukur.
"Shiyun, mulai saat ini ulang tahun aku bareng sama kamu. Mulai saat ini kamu jangan sedih lagi. Aku Lonza Flores yakin, bisa melihat dunia dan wajah kamu suatu saat nanti. Ketika itu tiba, kamu akan menjadi pasangan hidup aku. Aku akan menjaga kamu dan mengukir senyum diwajahmu."
Shiyun tersenyum bahagia. Setelah kematian keluarga Alister, Shiyun tidak pernah merasa bahagia dan tenang seperti ini.
"Aku akan selalu berada disisi kamu, sampai kamu bisa melihat dunia....!" ujar Shiyun.
"Shiyun, mulai saat ini kita akan selalu bersama. Aku tidak akan pernah melupakan kenangan kita. Jika aku sudah besar nanti, kamu mau hidup bersamaku kan. Aku akan melindungimu...Shiyun. Tapi aku tidak memaksamu juga untuk hidup bersamaku. Kamu bisa menolaknya"
"Aku mau hidup bersamamu dan kita bisa saling menjaga. Terimakasih Lonza, sejak kamu hadir dalam hidupku. Aku merasa dunia pun sedang menemaniku keluar dari kesedihan dan kesepian ku selama ini. Teruslah bersamaku Lonza...."
"Shiyun, aku akan selalu bersamamu!"
"Janji...? Jangan biarkan aku sedih lagi....!"
"Janji...!" ujar Lonza dengan yakin dan tersenyum bahagia.
Sejak saat itu Shiyun dan Lonza selalu bersama.
Lonza merasa senang karena akhirnya ada seseorang yang menerima seutuhnya segala kekurangan yang ia miliki. Bagi Lonza Shiyun adalah gadis aneh yang dikirim untuk hidup bersamanya.
"Shiyun, aku akan selalu bersamamu!"
_______