Unforgettable Love

Unforgettable Love
CH. 25_ Word of Heart



Shiyun pun memilih suatu tempat makan sederhana.


“Ayo. Ini adalah tempat makan mie yang sangat enak lho...!” ujar Shiyun.


“Hah...Baiklah”


Mereka berdua pun memasuki tempat makan tersebut.


“Bu, mie pangsit spesial dua!” pesan Shiyun.


“Baiklah nak, tunggu saja dimeja, saya kan mengantarkannya” jawab pelayan tempat makan itu.


Awalnya Sam merasa ragu dengan apa yang Shiyun katakan, tetapi setelah dia mencobanya. Rasanya memang sangat enak.


“Wuah...kenyang sekali aku malam ini” ucap Shiyun sambil berjalan keluar dari tempat makan itu.


Sam yang merasa puas dengan makannya, langsung menatap sekitar. Disekitar situ cukup ramai dengan pedagang di malam hari. Tiba-tiba Sam melihat ada yang menjual gantungan kunci dengan model sepasang.


“Shiyun, kamu tunggu dulu sebentar. Aku akan segera kembali”


“Hei...kamu mau kemana? Sam! Huh...main kabur aja.”


Ketika Shiyun sedang asyik dengan handphonenya tiba-tiba seseorang datang.


“Shi...Shiyun?” gumam orang itu.


Betapa terkejutnya Shiyun “Lonza...?!”


Suasana yang tercipta pun sempat canggung.


“Lonza...bagaimana keadaan kepalamu?” tanya Shiyun berusaha memecah kecanggungan itu.


“Ah....sudah baikan....Oh iya Shiyun aku ingin meminta maaf karena saat itu Cherry menamparmu. "


Tentu saja Shiyun tidak percaya. Sosok Lonza yang biasanya selalu berteriak, menghina dan terkadang merendahkan Shiyun sekarang begitu sopan dan ramah pada Shiyun.


“Eh....tidak perlu minta maaf” balas Shiyun. Ketika Shiyun melihat Sam datang. Shiyun langsung pamit duluan dan berlari kearah Sam.


Lonza yang melihat Shiyun berlari kearah Sam, membuat hatinya terasa dikikis. Ia tahu bahwa ia telah melepaskan sosok Shiyun yang dulu begitu ia sayangi.


Shiyun...tunggu waktunya tepat. Aku akan membawa mu kembali kesisiku. Aku yakin kamu masih menyimpan perasaan untukku (batin Lonza yakin).


Keesokan harinya Sam berencana pergi ke negara Saitama untuk membahas bisnisnya dengan perusahaan Vogue. Sayangnya, Shiyun tidak bisa ikut dikarenakan ada urusan lain.


“Shiyun aku berangkat dulu....Kamu hati-hati, kalau ada sesuatu telpon aku....Ok!” ujar Sam yang sedang bergegas kearah gate pesawat yang akan dia naiki.


“Iya! Maaf ya Sam aku tidak bisa ikut. ”


Sam membalasnya dengan tersenyum “Sudahlah aku mengerti. Kalau begitu kamu bantu Sierra dan Sheehan ya!”.


“Pasti!” balas Shiyun semangat untuk membantu Sierra.


Sam pun segera menaiki pesawat, tidak lama pesawat pun lepas landas dan terbang ke negera Saitama.


Shiyun memutuskan untuk segera kembali. Dia langsung bergegas ke kantor Zeemperor. Beberapa hari yang lalu Sierra menelpon untuk meminta bantuan Shiyun agar Zeemperor bisa memenangkan tender desain penting tahun ini.


Mengetahui Shiyun sangat hebat dalam desain membuat Sierra dan Sheehan memutuskan untuk meminta bantuan Shiyun.


“Sierra!” panggil Shiyun semangat ketika melihat Sierra diruangannya.


“Shiyun....!” balas Sierra terkejut lalu berdiri dari duduknya dan langsung memeluk Shiyun.


Yah...mereka seakan seperti saudara kandung. Sangat dekat dan saling mengisi.


“Maaf ya Sierra. Lama menunggu kan? Tadi Sam minta aku untuk mengantarnya ke bandara dulu”


“Tidak perlu minta maaf. Aku ngerti kok. Sam merasa berat lho sebenarnya buat pergi ke Saitama!”


“Hah? Kok berat. Bukannya dia gila kerja, apalagi untuk urusan bisnisnya”


“Shiyun dengarkan aku! Sam sangat mencintaimu. Dia itu mungkin lelaki yang terkenal gila kerja, arogant, dingin, berekspresi datar, yah walaupun tampan. Tapi Sheehan lebih tampan bagiku.”


Shiyun yang mendengar itu langsung ingin tertawa keras. Dulu Sierra begitu tidak suka jika membahas Sheehan, tapi sekarang dia membahasnya bahkan memujinya.


Apakah cinta akan mengubah rasa benci....Jika masih ada kesempatan, mungkin aku akan tetap berusaha. Lonza kuharap cintaku dapat mengubah rasa bencimu perlahan.....Shit! Bagaimana mungkin Shiyun? Sam sudah menyatakan perasaanya. Sadarlah Shiyun.... (batin Shiyun sambil memukul-mukul pelan kedua pipinya).


“Hah? Iya...Iya....Aku ok. Tadi kamu mau bilang apa Sierra?”


“Aku mau bilang bahwa Sam sangat mencintaimu!”


Seketika kenyataan itu membuat Shiyun tambah bingung. Bagaimana tidak, Shiyun masih memiliki perasaan untuk Lonza, dan kemarin Lonza minta maaf dengan tutur katanya yang ramah dan lembut. Membuat Shiyun kembali menaruh harapan untuk bisa membuat Lonza mengingatnya.


Seharian itu Shiyun membantu Sierra. Tetapi pikirannya entah berada dimana. Dia sangat bingung dan juga cukup sedih.


“Baiklah, akhirnya konsep desain kita selesai. Shiyun aku sangat berterimakasih!” ujar Sierra senang.


“Tentu. You’re welcome dear” balas Shiyun sambil meledek.


Sierra pun hanya membalas dengan diam tetapi seulas senyum tampak mengembang diwajahnya.


Sore pun tiba. Shiyun begitu lelah dan dia merasa kepalanya sedikit pusing. Biasanya Sam selalu memaksanya untuk ikut pulang bersama. Tetapi sekarang dia harus kembali ke halte bis.


Tiba-tiba saat Shiyun berjalan menuju halte, sebuah mobil sport berwarna biru tua lewat melintas pelan.


Mobil ini mirip mobil Lonza....! (batin Shiyun menebak).


Ketika kaca bagian pengemudi terbuka, tampaklah Lonza.


“Lonza....?! ” terkejut Shiyun.


“Shiyun, kamu sore-sore gini lagi ngapain disini?” tanya Lonza ramah, tetapi ada nada sedikit kekhawatiran yang tampak.


“Aah...aku baru pulang kerja. Jadi aku segera menuju halte bis agar bisa cepat sampai apartemen” jawab Shiyun dengan seulas senyuman.


“Oh...kalau begitu bareng saja. Bagaimana? Kebetulan kita searah”


Shiyun sangat terkejut dengan ajakan Lonza. Biasanya Lonza selalu melarang Shiyun untuk semobil dengannya.


“Apakah benar tidak apa-apa?” tanya Shiyun ragu.


“Hahaha. Shiyun kamu juga kan keluarga aku. Pasti boleh, kenapa nggak!” balas Sam diawali tawa meledek.


“Tidak....Biasanya kamu selalu bersikeras untuk melarangku semobil denganmu” jawab Shiyun dengan nada sedih.


Lonza yang melihat ekspresi Shiyun langsung merasa hatinya sangat sakit.


Maaf Shiyun...selama empat tahun ini kamu pasti kesepian. Maaf karena aku sempat mengabaikanmu, membuatmu bersedih....(batin Lonza yang seolah-olah merasakan kesedihan Shiyun).


Lonza pun langsung membuka pintu mobil dan turun untuk menghampiri Shiyun. Lonza pun mendekat dan membelai lembut surai rambut hitam pirang milik Shiyun.


Shiyun sangat terkejut. Terkejut tingkat akut. Dia tidak bisa berkutik. Dia tidak yakin bahwa ini adalah Lonza.


“Sudahlah. Aku benar-benar minta maaf jika sebelumnya melarangmu semobil denganku. Ayo cepat naik sebelum malam tiba!” ujar Lonza lembut sambil membawa Shiyun kedalam mobil.


Dalam perjalanan hanya ada hening. Setelah mengemudi cukup jauh, mereka pun sampai didepan apartemen Shiyun.


“Emm....Lonza makasih udah nganterin aku pulang” ujar Shiyun takut merepotkan.


“Sama-sama. Tidak masalah. Jika butuh bantuan lagi, kamu bisa telpon aku.”


Shiyun yang mendengar itu langsung terkejut.


“Kamu....bukannya udah ngeblokir nomer aku ya?” tanya Shiyun ragu.


Mendengar hal itu dari mulut Shiyun membuat Lonza merasa bahwa dia memang brengsek.


“Tidak Shiyun! Aku tidak jadi melakukannya. Intinya mulai saat ini aku akan bersikap baik padamu. Bilang padaku jika kamu membutuhkan sesuatu. Ok”


“Lon....za?”


“Shiyun selamat malam” balas Lonza sambil tersenyum.


Shiyun tunggu aku. Aku akan segera bersamamu lagi. Aku mencintaimu Shiyun Alister..... (batin Lonza sambil berjalan meninggalkan apartemen Shiyun).


Lonza....apakah kamu sudah mengingatnya? Kenapa kamu langsung berubah? Apakah kamu benar-benar sudah ingat aku?  Tapi....sudahlah....Kuharap kamu terus baik padaku. Aku masih mencintaimu....Lonza Flores....(batin Shiyun dengan air mata yang tak terasa sudah jatuh membasahi pipi Shiyun).


_________