
Setelah Shiyun pergi, Sam tampak sangat kesal. Mungkin pikirannya juga kacau balau. Urusan perusahaan pun belum selesai, sudah harus datang masalah aneh lagi.
“Huh, wanita aneh” gumam Sam dengan sorot mata yang tajam dan wajah super dingin dan datarnya itu.
Keesokan harinya. Shiyun benar-benar tidak bisa tidur. Sehingga terpaksa dia pakai kacamata biasa untuk menghalangi mata pandanya. Akhir-akhir ini Shiyun merasa sudah sangat lama tidak mengobrol langsung dengan Lonza.
Walaupun kenyataannya, ketika mereka bertemu, maka Lonza akan tetap cuek dan mengabaikan Shiyun.
Sudah lama sekali aku tidak mengobrol langsung dengan Lonza. Haruskah aku chat dia untuk bertemu denganku ? Tapi pasti dia akan menolaknya mentah-mentah..... (batin Shiyun).
Sesampainya dikantor, Shiyun sudah tidak lagi mood bekerja. Memang sebenarnya dia mau izin hari ini, tapi karena ada urusan lain jadi dia kekantor juga akhirnya.
Shiyun mulai merasa sedikit pusing sebenarnya. Tubuhnya mulai terasa melemah. Wajahnya semakin pucat. Penglihatan Shiyun mulai berkunang-kunang. Shiyun terus berjalan dan tetap bertahan. Namun, tiba-tiba Shiyun jatuh pingsan.
“Hei, Shiyun! Bangun, kamu kenapa ? Kalian tolong siapkan mobil saya. Saya akan membawanya kerumah sakit.” perintah Sam tegas kepada security disana.
Sam pun membawa Shiyun kerumah sakit. Entah kenapa Sam merasa sangat panik. Sebelumnya Sam pernah menolong beberapa karyawannya, namun tidak pernah sepanik ini.
Dirumah sakit...
"Dokter Arkan bagaimana keaadaan Shiyun? " tanya Sam langsung setelah melihat dokter Arkan keluar dari ruang pemeriksaan Shiyun.
"Tuan muda Hanyu tenang saja. Dia hanya kelelahan dan sepertinya akhir akhir ini mempunyai banyak tekanan. Saya harap ia menjaga kondisi tubuhnya. Saya permisi dulu" jelas dokter Arkan.
Lalu Sam pun masuk kedalam ruang pemeriksaan Shiyun. Dia menatap Shiyun penuh perhatian.
Tampak Shiyun sedang terbaring tak sadarkan diri diatas ranjang.
"Sebenarnya kamu ini bagaimana orangnya? Ku kira kamu sijutek yang suka marah. Ternyata kamu memiliki tekanan juga ya" kata Sam sambil duduk disamping Shiyun.
Tiba-tiba ada orang dari luar yang memanggil Sam.
"Emm... Maaf tuan muda Hanyu, saya ingin memberikan tas Li Shiyun yang tadi terjatuh" kata orang iru yang sedikit takut pada Sam.
"Ha... tas Shiyun. Baiklah kamu masuk saja...! " perintas Sam datar.
Lalu orang itu masuk dan memberikan tas Shiyun kepada Sam.
"Terimakasih, sekarang kamu bisa keluar...! "
"Ba... baik" balas orang itu sambil langsung berlari keluar.
Yah, Sam memang selalu dingin dengan wajah datarnya dan tatapan yang terhunus tajam pada lawan bicaranya.
Dia juga sangat berkharismatik, tegas dan dikenal sebagai CEO yang gila kerja dan tak kenal ampun. Sam sebenarnya tampan, bahkan jika masuk dunia entertaiment bisa sebanding bahkan melebihi ketampanan aktor aktor papan atas.
Postur tubuhnya yang sangat tinggi, dadanya yang bidang, mata biru pekatnya dan rambut hitamnya mampu memikat semua wanita yang melihatnya.
Akan tetapi sifat dingin Sam yang membenci wanita membuat banyak wanita tidak tertarik dan menyerah untuk mendapatkan cinta sosok Sam Li Hanyu.
Tapi sangat berbeda dengan Shiyun yang bahkan tidak tertarik dengan Sam. Setiap pertemuan mereka berdua bagai anjing dan kucing.
"Hmm, sebenarnya tidak baik kalau buka tas orang sembarangan. Tapi aku hanya ingin memeriksa apakah ada benda berharga yang harus dijaga" ujar Sam sambil membuka tas Shiyun.
Ketika Sam sedang melihat-lihat. Dia terkejut dengan satu benda dalam tas itu.
Mata Sam langsung membulat tidak percaya. Dia pun segera menarik benda tersebut dan memastikan bahwa itu adalah miliknya.
"Ti... tidak mungkin.... Dia adalah Shi! " ujar Sam tidak percaya.
Sam langsung lesu. Jantungnya berdegup tidak karuan. Dia berkeringat dingin.
Dia, dia bukan Li Shiyun. Dia Shiyun Alister. Gadis kecil yang mengobati lukaku dibawah pohon. Gadis yang memberikanku ketenangan. Pantas saja bersama dia terasa berbeda. Shiyun kali ini aku tidak akan membiarkanmu pergi lagi....! (batin Sam).
Lalu Sam pun segera memasukkan kembali sapu tangannya kedalam tas Shiyun, dan meralikan barang barang Shiyun.
Beberapa saat kemudian, Shiyun mulai sadar dari pingsannya.
Shiyun membuka matanya perlahan dan mulai memperhatikan sekelilingnya.
Akan tetapi Shiyun terkejut ketika melihat Sam berdiri menatapnya tajam. Dan lagi dengan wajah datarnya.
"Eh...? Kamu disini? Kamu tidak masuk kerja? Nanti CEO bisa marah lho" ujar Shiyun dengan nada bercanda untuk menghilangkan kegugupan.
Sam tetap menampilkan ekspresi datarnya yang dingin.
Shiyun ini kenapa ceroboh sekali. Jadi selama ini dia masuk kerja tidak tahu CEO dikantornya sendiri! Dia Shiyun yang dulu atau bukan sih? Kok sekarang idiot banget rasanya... ( umpat Sam dalam hati).
"Tidak akan ada yang marah. Ini sudah kewajiban sesama manusia untuk membantu. Apalagi saya sebagai atasan mu, tentunya harus membantu karyawan yang kesulitan juga... " jawab Sam sambil tersenyum smirk.
Shiyun merasa sedikit takut dengan senyum smirknya Sam. Tapi dia ada satu yang ingin ditanyakan pada Sam.
"Eh, kamu atasanku?"
"Hmm... Iya kenapa? " balas Sam datar.
Hhh, kebiasaan jawabnya datar. Apa dia terlahir tanpa ekspresi? Ck... (umpat Shiyun dalam hatinya).
"Tidak. Tapi kamu jabatannya apa? Bukankah kepala divisi Desain dan Arsitektur adalah Sheehan Yu" jelas Shiyun.
Mata Sam langsung terhunus tajam kepada Shiyun. Shiyun sangat terkejut dengan tatapan Sam itu. Sangat susah bagi Shiyun untuk menelan salivanya jika Sam terus menatapnya seperti itu.
"Kamu....! Dipecat! " sambar Sam tegas.
"Ha? " terkejut Shiyun kelabakan.
"Li Shiyun dipecat dari Zeemperor! " tambah Sam semakin tegas.
"Tu... tunggu dulu. Kenapa tiba-tiba pecat aku? Apa salah aku? Kamu ada hak apa main pecat orang? " teriak Shiyun tidak terima.
Sam kembali tersenyum dengan senyuman smirknya.
"Kamu mungkin sangat berkualitas. Tapi attitude itu lebih penting dibandingkan hal lainnya! " tegas Sam.
"Attitude? Apa aku sudah tidak sopan padamu? "
"Tentu! Kamu sudah bertemuku beberapa kali. Tapi setiap bertemu kamu selalu mengumpat aku. Ckk....! " balas Sam dengan nada kecewa pada Shiyun.
"Hah? Tapi... Itu kan kebetulan. Lagi pula kamu sebenarnya spesies dari mana sih? Apa kamu terlahir tanpa ekspresi? Apa kamu hanya bisa dingin dan datar saja? " balas Shiyun kesal.
"Kamu sudah sangat keterlaluan. Sekarang aku tidak sungkan-sungkan memecat kamu...! "
Tiba-tiba seseorang datang.
"Ceo, apa anda didalam? Saya Sheehan ingin mengantarkan anda laporan bulan ini dari divisi Desain dan Arsitektur "
Jelas itu suara Sheehan yang berada diluar pintu.
"C... Ceo?! " terkejut Shiyun.
"Ah, Sheehan. Masuklah kamu tidak perlu bicara formal. Ini kan bukan dikantor" balas Sam.
"Baiklah, kalau begitu aku langsung masuk Sam"
Lalu Sheehan pun masuk. Tampak Shiyun sedang menutupi wajahnya dengan selimut.
Sheehan pun menepuk pundak Shiyun yang tidak terhalangi selimut.
"Shiyun, kamu ok aja kan? " tanya Sheehan sangat akrab dengan Shiyun.
Shiyun pun tidak ada pilihan lain selain membuka selimutnya dan menjawab Sheehan denfan senyuman hangatnya.
"Sh.... Sheehan? Kamu disini ya? Aku ok aja kok"
"Fiuhh.... Aku khawatir banget tadi" balas Sheehan.
Sam yang melihat Shiyun tersenyum begitu hangat pada Sheehan langsung tidak terima.
Shiyun tidak pernah tersenyum hangat padaku seperti itu. Senyuman hangatnya aku dapatkan ketika saat masih kecil dibawah pohon besar itu. Kalau aku tidak bisa maka Sheehan juga tidak boleh (batin Sam penuh rencana).
Plak.... (Sam menepis tangan Sheehan dari pundak Shiyun).
"Sheehan kamu kan teman akrab ku. Kamu pasti ngerti. Jadi sekarang biar aku yang jaga Shiyun, dia kan karyawan aku" balas Sam kesal.
Sheehan tertawa kecil, dia sangat mengerti kalau Sam pasti menyukai Shiyun. Meskipun ia terkejut karena tidak biasanya Sam tertarik dengan wanita.
"Oh. Tapi ada beberapa hal lagi yang ingin aku sampaikan. Aku mengundangmu keacara pertunanganku dengan Sierra minggu depan. Kamu sebagai Ceo Zeemperor, sekaligus teman ku, pasti akan datang kan? "
"Tentu saja. Shiyun juga pasti akan ikut karena Sierra kan teman baiknya" balas Sam.
"Iya, iya. Aku balik dulu ya.... Bye"
Ketika Sheehan pergi. Sam kembali menatap Shiyun.
"Err.... Ce... Ceo. Kamu bisa tidak mengambil balik ucapanmu untuk memecat aku. Sekarang aku belum bisa dapat kerja lebih cepat. Jadi ngga bisa bayar denda. Kan walaupun dipecat masih harus bayar denda karena aku ini kerja kontrak.... Yaa walaupun nggak sebanyak denda mengundurkan diri... "
"Tidak bisa! Aku tidak pernah menarik kata kataku. Tapi karena kamu pinta. Aku pekerjakan kamu sampai kontrakmu habis. Ingat ya kamu kontrak dengan Zeemperor itu selama dua tahun! "
"Eh...? Iya. Tentu saja"
"Yaudah Li Shiyun aku pekerjakan kamu kembali sebagai sekretaris pribadi ku! " balas Sam tegas.
"A... apa sekretaris pribadi? Kok... ? Aku nggak mau! " balas Shiyun marah tidak terima.
"Ini perintah! " teriak Sam.
"Tapi dalam kontrak aku hanya bekerja sebagai desainer bukan sekretaris pribadi mu! "
"Tidak ada penolakan....! " tegas Sam.
"Kenapa kamu itu pemaksa dan paranoid! Aku punya hak keadilan atas perjanjian kerja kontrak itu! "
"Dengarkan aku. Cepat pulang, dan istirahat. Besok pagi singkirkan barang barangmu dari ruang divisi desain dan arsitektur. Lalu sebelum pukul tujuh, kamu sudah harus siap diruanganku! "
Shiyun tidak sempat membalas. Sam langsung menutup pintu dan pergi meninggalkan Shiyun.
Dasar kulkas berjalan yang tidak tahu diri....! ( umpat Shiyun kesal dalam hati).
Dalam perjalan pulang, Shiyun merasa sangat tertekan. Hal itu karena Sam yang tidak mengerti keinginan Shiyun. Ditambah lagi masalah dia dengan Lonza.
Ditengah parkiran, Shiyun sedang terjun kedunia lain. Tiba-tiba Shiyun menabrak seseorang.
Oh shit! Always that.... Kenapa harus melamun lagi Shiyun....! ( batin Shiyun kesal pada dirinya).
"Ah, maaf.... Aku tidak sengaja" ujar Shiyun sambil berdiri dari jatuhnya.
"Shiyun.....! " teriak orang yang ditabraknya tadi.
Tentunya Shiyun langsung terkejut bukan main mendengar teriakkan itu.
"Suara ini....? Suara Lonza..... " gumam Shiyun, lalu Shiyun lun langsung menatap Lonza.
"Cepat bangun....! " teriak Lonza.
Shiyun langsung berdiri sempurna. Tetapi Shiyun langsung mengembangkan senyum hangatnya. Dia merasa senang karena Lonza mau berbicara dengannya.
"Lonza.... Apa kamu tidak apa apa? Oh iya bagaimana kabarmu? " tanya Shiyun yang sempat khawatir ketika menabrak Lonza.
"Hentikan dramamu, perempuan menjijikan. Sampai kapan kamu mau pura pura peduli. Ternyata kau cocok untuk ratu drama ya! " ujar Lonza menghina dengan senyum devilnya.
"Lonza, aku bukan orang yang seperti itu. Kamu dengarkan dulu penjelasan ku. Jelas-jelas aku tidak tahu kalau tadi aku menabrakmu.... " jawab Shiyun untuk membela diri.
"Benarkah? Siapa yang akan percaya pada wanita seperti mu. Kakak yang menggoda calon adik iparnya....?! " balas Lonza kesal.
"Ti... tidak. Kau salah paham Lonza..... " gumam Shiyun.
"Cukup! Aku masih ada urusan. Kamu mengganggu mood ku saja" teriak Lonza.
Lonza pun berjalan dan masuk kedalam mobilnya.
"Lonza tunggu! Setidaknya dengarkan aku dulu. Aku hanya ingin kamu mengingatku. Meskipun akhirnya kamu menikahi Cherry. Aku tidak masalah, asalkan kamu ingat aku.... Itu... Sudah cukup bagiku" pinta Shiyun.
"Kamu selalu membual, berbohong, dan pura pura tertindas didepan ku. Aku punya batas kesabaran. Kali ini aku sudah muak denganmu. Melihat mu saja membuat ku pusing tidak terkendali. Lebih baik kamu pergi, dan menjauhlah dari hidupku mulai saat ini....! " teriak Lonza penuh amarah.
"Tidak. Lonza kumohon dengarkan aku..."
"Tidak cukup? Ini untukmu! " teriak Lonza sambil melempar uang kearah Shiyun .
Uang pun berhamburan didepan mata Shiyun. Uang yang begitu banyak.
"Sudah cukup.... ******....? " ujar Lonza puas.
Shiyun tidak percaya dengan tingkah laku Lonza padanya. Air mata Shiyun tidak kuat lagi hingga akhirnya mengalir membasahi kedua pipinya.
"******....? Uang.....? Segitu bencinya kah kamu padaku Lonza....? Apakah kamu memandangku seperti itu? " lirih Shiyun terisak.
"Iya! dan aku sangat ingin kamu tidak lagi mengganggu hidupku. Dan menjauhlah dariku dan Cherry! Mengerti sialan....? " balas Lonza marah.
"... Jika memang itu maumu. Jangan salahkan aku jika suatu saat nanti kamu mengingatnya. Aku juga sebenarnya sudah lelah. Selama empat tahun terakhir aku bertahan. Ternyata akhirnya sangat menyakitkan. Mulai saat ini, aku janji tidak akan terlibat lagi denganmu, dan Cherry. Semoga pernikahan kalian bahagia. Terimakasih Lonza. Setidaknya aku mengerti, bahwa aku harus berhenti..... " ujar Shiyun sedih.
"Bagus, aku sangat senang. Akhirnya kamu sadar. Dan satu lagi aku tidak akan menyesali ini, dan aku sangat.... SANGAT membencimu..... Shiyun Alister! " balas Lonza seperti devil kemasukkan.
"Pak supir, jalan! " perintah Lonza pada supir pribadinya, yang sedari tadi hanya bisa diam terpaku melihat pertengkaran Lonza dan Shiyun.
Shiyun langsung merasa sakit dibagian hatinya.
"Lonza... mungkin ini adalah takdir. Bahwa kamu memang sudah tidak mencintaiku lagi. Kalau begitu aku akan mulai berhenti dan merelakanmu dengan Cherry. Semoga kalian bahagia " ujar Shiyun sambil menahan air matanya yang menyesakkan.
Setelah perdebatan panas dengan Lonza. Hati Shiyun terasa sakit, rasanya memang tidak bisa didefinisikan oleh kata-kata. Namun, pasti Shiyun mengerti satu hal didunia ini.
Bahwa cinta pertama itu tidaklah seindah ekspetasi. Terluka itu sudah sangat familiar bagi wanita. Tetapi semua yang dilakukan Lonza saat ini membuat Shiyun mengerti, bahwa takdir juga ikut bermain dalam menentukan cintanya masing-masing.
Air matanya membasahi kedua pipinya. Shiyun merasa sangat sedih. Sakit hati? Pasti.
Tapi ada seseorang yang ternyata ikut sesakit Shiyun.
Shiyun.... meskipun kamu mencintai Lonza, tapi aku tidak rela. Maaf, selama ini kamu menderita tanpa aku. Shiyun mulai saat ini aku akan mulai menjagamu, karena aku.... mencintaimu- Sam Li Hanyu.
_______