
Dokter Jason pun memasuki ruangan ICU. Tampaklah sesosok wanita terkulai lemah dengan tubuh penuh luka bakar.
Nyonya Mitsuha... Kenapa anda bisa seperti ini. Tubuh nyonya Mitsuha benar benar sudah tidak bisa diselamatkan. Ini sudah berakhir.
"Nyonya Mitsuha? "
"Do... Dokter Jason. Bi.... ar..... kan a... ku berte... mu Shi.... yunku" ujar nyonya Mitsuha dengan nada parau sambil menahan sakit disekujur tubuhnya.
"Shh.... Sudah tidak ada yang daoat dilakukan lagi nyonya. Aku akan bawa Shiyun.! " balas dokter Jason.
Dokter Jason pun keluar ruangan dan memanggil Abigail.
"Abigail. Nyonya Mitsuha sudah tidak mungkin. Dia ingin bertemu putrinya"
"Ba... bagaimana mungkin tidakah ada cara lain?"
"Kamu sudah lihat kan keadaan nyonya Mitsuha. Dia sudah tidak sanggup untuk bertahan. Semakin lama ia hidup, itu semakin menyiksanya. "
"Baiklah, aku akan panggil Shiyun. "
"Shiyun, kemarilah bertemu dengan ibumu. "
"Kak Jason, aku sudah memberitahukan kebenarannya pada Shiyun. "
"Terimakasih, Abigail "
Lalu dokter Jason pun mengajak Shiyun pergi masuk keruang ICU.
"Nyonya, Shiyun disini! "
"I... bu? "
"Shi... yun. Shiyun ma... afkan ibu nak. Maaf... kan ayah dan kakakmu."
"Tidak ibu, Jangan tinggalkan Shiyun! "
"Shiyun, jangan sedih. Jadi.... lah gadis yang kuat ya. Jan... jilah pada i... bu bahwa Shiyun tidak akan menangis. "
"Ibu, Shiyun ingin ikut bersama ibu saja."
"Shiyun, jangan seperti i... tu. Shiyun ha.... rus kuat. Jika Shi... yun sedih, maka ibu, ayah dan kakakmu ju.... ga akan sedih disa... na. "
"Ibu, kalian bilang tidak akan meninggalkan Shiyun. Tetapi kenapa kalian berbohong? "
"Shi.... yun, jangan buat i... bu mu bersalah diakhir hidupnya. Shi... yun peluklah i... bu"
Shiyun pun berlari memeluk ibunya. Dokter Jason pun tidak sadar, bahwa air matanya menetes.
"Shiyun... ibu menyayangi... mu. Janjilah, bahwa kamu ti... dak akan bersedih."
"Ibu...! Shiyun janji agar berusaha tidak bersedih. " balas Shiyun sambil memeluk ibunga dengan erat.
"Bagus, Shiyun memang ga.... dis ibu yang ku... at. Teri.... maka... sih Shiyun. "
Tuuuut ( detak jantung berhenti)
"Hah, nyonya Mitsuha? Nyonya? "
"Ibu.... Ibu jangan tinggalkan Shiyun. Ibu.... Kalian semua kenapa meninggalkan Shiyun sendiri? "
"Shi... yun sudah jangan menangis. "
"Dokter, ibu sudah meninggalkan ku."
Shiyun langsung berhenti. Wajahnya menjadi murung.
"Dokter Jason, aku sangat berterimakasih padamu"
"Eh, Shiyun....? Sama-sama. "
Pemakaman ibu, ayah dan kakak nya Shiyun sengaja dibiarkan berdekatan. Shiyun benar-benar tidak rela ditinggalkan seorang diri, apalagi di usianya yang baru 5 tahun.
"Shiyun... Ayo kita pulang. Sebentar lagi malam akan tiba. " ajak dokter Jason.
"Dokter Jason, sekarang aku sendiri. Apakah aku juga akan tinggal seorang diri dirumah? " tanya Shiyun dengan nada murung.
"Hah....? Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu? Shiyun, kamu masih punya dokter Jason dan bibi Abigail...! "
"Apakah kalian bisa memberikanku kasih sayang seperti keluargaku...? "
Seketika ekspresi dokter Jason langsung kosong. Dokter Jason berpikir bahwa apa yang dikatakan Shiyun kecil ada benarnya juga. Shiyun masih membutuhkan kasih sayang keluarganya.
"Ah... Shiyun walaupun kami tidak bisa memberikan hal berharga seperti itu. Tetapi kami akan berusaha mencarikan keluarga yang memang bisa memberikan hal yang kau inginkan.... "
Mata Shiyun langsung terbelalak tidak percaya. Tetapi ekspresi meyakinkan bahwa itu bisa benar-benar terlukis diwajahnya.
"Jika memang dokter Jason bisa memberikan itu, aku harap aku bisa menemukan kasih sayang itu"
"Dokter akan berusaha untum Shiyun kecil"
Sesampainya dirumah dokter Jason. Shiyun diantarkan kekamar yang sengaja sudah disediakan oleh Abigail.
"Shiyun, kamu pergi mandi dulu ya. Dokter masih ada sesuatu yang harus diurus. Jika kamu membutuhkan sesuatu, minta tolonglah pada Bibi Abigail, ok" ujar dokter Jason.
"Baiklah. Terimakasih dokter Jason"
"Sama-sama Shiyun... "
Lalu Shiyun pun pergi kekamarnya dan mandi. Sedangkan diruang makan.
"Kak, apakah Shiyun akan senang tinggal disini? " tanya Abigail.
"Abigail... Aku merasa Shiyun ingin keluarga. Kita tidak bisa memberikan apa yang dia inginkan." balas dokter Jason serius.
"Lalu....? "
"Aku akan mencari keluarga yang memang menginginkan anak seperti Shiyun. Setidaknya ada ayah dan ibu angkat yang baik dan dapat memberikan Shiyun kasih sayang keluarga... "
"Aku setuju dengan kakak" jawab Abigail.
Esok harinya dokter Jason dan Abigail harus berangkat ke rumah sakit.
"Shiyun, bibi Abigail harus pergi bekerja dulu. Kamu bisa main keluar rumah dan berkenalan dengan anak seusiamu. Tapi jangan main terlalu jauh ya...! "
"Iya, bibi Abigail dan dokter Jason berhati-hatilah dijalan...! " ujar Shiyun.
Setelah dokter Jason dan Abigail pergi. Shiyun duduk dibangku panjang taman rumah dokter Jason. Shiyun tiba-tiba tersenyum. Tetapi tidak lama kemudian, wajahnya kembali murung. Dia pun tidak tahu kapan air matanya mulai menetes.
"Tidak Shiyun... Jangan menangis lagi. Kamu pasti bisa...! " batin Shiyun untuk dirinya sendiri.
Pada akhirnya aku yang sendirian.
Entahlah, hidupku sudah diawali keterpurukan. (Shiyun)
________