
Setelah Shiyun meninggakan Lonza, Shiyun sebenarnya merasa sakit mengatakan itu. Tapi perlakuan Lonza lebih menyakitkan.
Setidaknya aku bisa mundur dengan terhormat....(batin Shiyun).
Shiyun memutuskan pergi ke atap gedung apartemennya. Langit malam selalu mampu membuat kesedihannya sedikit berkurang.
Shiyun berdiri menatap langit malam yang indah dengan hamparan bintang-bintangya yang berkelap-kelip.
"Aku tahu, bahwa aku tidak bibutuhkan....." ujar Shiyun sambil diiringi tetesan air matanya.
Shiyun tampak sangat sedih. Pikirannya tampak kalut. Sangat kacau. Shiyun berjalan perlahan mendekati pinggiran atap gedung tersebut.
Tiba-tiba...
"Tidak! Shiyun cukup. Hentikan kebodohanmu.. Kamu pikir kamu tidak dibutuhkan ? Kamu pikir kamu tidak berguna ? Jangan menyerah begitu saja....!" teriak seseorang sambil memeluk erat Shiyun dari belakang secara tiba-tiba.
Shiyun tampak sangat terkejut. Matanya membulat tidak percaya. Malam-malam begini ada yang pergi keatap juga dan langung memeluknya.
Kenapa mimpiku segila ini....(batin Shiyun).
Plak....Shiyun memukul pipinya sendiri.
"Au....Ini bukan mimpi. Ini realita" ujar Shiyun semakin terkejut menyadari ini bukan halusinasinanya.
"Shiyun...kumohon jangan bodoh. Jangan buat keluargamu disana kecewa dan bersedih dengan tindakan bodohmu!" teriak seseorang itu lagi.
Kali ini pelukannya lebih erat.
"S...Sam Li Hanyu" teriak Shiyun berdelik tidak percaya.
"Kumohon jangan tinggalkan aku lagi. Selama ini kamu adalah satu-satunya alasan aku bertahan hidup dan menjadi sukses seperti ini."
Shiyun tidak mengerti dengan perkataan Sam. Dia hanya celingak-celinguk tidak percaya akan situasi.
"Sam.....kamu salah oranya ya.....?"
"Tidak! Shiyun Alister aku mencintaimu....." gumam Sam didekat telinga Shiyun, sehingga membuat muka Shiyun merona.
"A...apa? Mencintaiku?!"
Sam hanya diam dan terus memeluk Shiyun.
"Sam...." lirih Shiyun.
"Shiyun Alister aku mencintaimu" ulang Sam dengan tulus.
Shiyun terkejut mendengar bahwa Sam mengetahui nama marga keluarga aslinya.
"Kamu sebenarnya siapa? Bagaimana mungkin baru bertemu langsung ada cinta?" tanya Shiyun dengan suara yang semakin melemah.
"Shi? Shiyun? Shiyun bangun....! Kamu kenapa?" teriak Sam khawatir bukan main.
"Ck....Dia pingsan. Apakah sefrustasi ini ketika dia harus merelakan Lonza? Apaka dia sudah sangat mencintai pria seberengsek Lonza?" ujar Sam kembali.
Sam pun langsung membawa Shiyun kedalam apartemen. Kebetulan Sam menemukan kunci apartemen Shiyun yang tadi terjatuh dari saku jaket Shiyun.
Sam pun membaringkan Shiyun perlahan. Lalu dia menarik selimut dan menyelimuti Shiyun.
'Dia demam...Aku akan mengompresnya dan menyiapkan obat, jadi ketika bangun dia tinggal meminumnya" ujar Sam sambil mengarah kedapur.
Lalu Sam pun kembali membawa alat untuk mengompres. Setelah selesai, Sam meletakan obat diatas meja disamping ranjang Shiyun dengan secarik kertas bertuliskan,
'Ini obat pereda demam. Setelah bangun jangan lupa langsung minum. Jika tidak
, bayar dendamu -Sam. L.H' :')
Lalu Sam pun mematikan lampu kamar Shiyun dan menutup pintu kamarnya. Kini Sam berada diruang tengah apartemen Shiyun.
"Ini apartemennya? Rapih, tetapi seperti ada kesan tidak hidup. Sama seperti rumahku. Lebih baik nginap disini dulu, takutnya Shiyun kenapa-napa tidak ada orang yang bisa membantunya. Sofa ini juga cukup nyaman. Baiklah malam ini tidur disofa ini dulu saja...."
Lalu Sam pun tertidur dan terlelap dalam mimpinya.
Tengah malam Shiyun terbangun.
Pluk... kain kompresan Shiyun jatuh dari keningnya.
"Eh, apa ini? Kain kompresan ? Tadi malam aku diatas atap seorang diri. Tiba-tiba seseorang memelukku karena mengira aku akan mengakhiri hidupku. Lalu aku pingsan, sepertinya orang itu menolongku dan mengompresku karena aku demam" ujar Shiyun sambil mengingat-ingat kejadian malam yang masih remang-remang dalam ingatannya.
Lalu Shiyun meletakkan kain itu diatas meja. Tiba-tiba matanya tertuju pada secarik kertas dan obat pereda demam.
"A....apa jadi orang yang kemarin adalah Sam? Sam Li Hanyu !" terkejut Shiyun.
Shiyun pun keluar dari kamarnya untuk pergi kedapur. Ditengah perjalanan kedapur. Tiba-tiba Shiyun tambah terkejut melihat seseorang tertidur pulas diatas sofanya.
"Hei. Ini Sam. Kok dia bisa tidur diapartemenku?"
Jika diperhatikan Sam memang sangat tampan. Apalagi ketika dia tertidur. Oh shit....! Ayolah Shiyun....kamu baru saja disakiti oleh seorang lelaki. Sekarang berharap ada cinta palsu lagi dari lelaki dingin, datar dan paranoid ini? (batin Shiyun bergidik ngeri).
"Malam ini cukup dingin. Dia bahkan tidak meminjam selimut. Sudahlah aku akan ambilkan dulu selimut untuknya" lalu Shiyun pun kembali kekamarnya dan mengambilkan selimut untuk Sam.
Setelah menyelimuti Sam. Shiyun kembali kekamarnya dan memutuskan untuk lanjut tidur.
Sam Li Hanyu kamu sebenarnya siapa? Kenapa rasanya aku pernah bertemu denganmu? Lalu kenapa kamu bisa jatuh cinta padaku? How Crazy....Baru saja kenal langsung bilang cinta....Kurasa kami pernah bertemu sebelumnya....tapi dimana ya? (batin Shiyun).
______