
Diruang makan rumah keluarga Xiao...
“Jadi begitu....” ujar Ny. Sara.
“Saya sangat berterimakasih kepada Sheehan dan Shiyun. Kalian terus membantu Sierra untuk kembali kemari. Sebenarnya saya sangat ingin dia hidup layak, dan tidak ditindas orang lain...” balas Tn. Carson serius.
“Saya merasa sudah kewajiban saya membantu Sierra, sebagai sahabat saya” balas Sheehan.
“Oh, iya nak. Karena kamu selama ini berhasil melindungi Sierra. Bagaimana kalau kamu terus menjaganya.... Selamanya. Paman akan sangat setuju jika kamu memang mencintai Sierra....” bisik Tn. Carson kepada Sheehan.
Sebenarnya itu tidak layak disebut bisikan karena ketiga perempuan diruang makan itu mendengar percakapan kecil antara Tn. Carson dan Sheehan.
“Eh...? Saya sebenarnya ragu untuk jujur. Tapi jika harus dikatakan, saya memang menyimpan perasaan pada Sierra. Namun, saya tidak ingin memaksakan Sierra. Saya tidak ingin dia bersedih terus.” ujar Sheehan pelan, namun sebenarnya sampai pada telinga Sierra.
“Tidak mungkin. Sierra selama ini mungkin hanya dekat dengan satu lelaki, dan itu dirimu....!” balas Tn. Carson.
“Hah” gumam Sheehan dengan wajahnya yang mulai merona.
“Benarkan Sierra....?” tanya Tn. Carson yang sudah mengetahui bahwa pembicaraanya terdengar oleh Shiyun, Sierra dan Ny. Sara.
Sierra hanya menatap kosong tidak percaya dengan pernyataan Sheehan. Jelas Sierra sangat terkejut.
“Sierra, aku...aku tidak memaksamu. Kamu mungkin berlainan hati denganku....” balas Sheehan merasa bersalah.
Sierra hanya terdiam. Tiba-tiba air matanya kembali mengalir.
“Sierra...! Kamu kenapa nangis....?” tanya Shiyun mulai memegang pundak Sierra.
“Shi...yun....Sheehan dia? ” gumam Sierra karena terkejut.
“Sierra kalau kamu merasa keberatan dengan keberadaanku disini. Aku akan segera pergi. Tapi sebelumnya aku mengucapkan terimakasih. Karena akhirnya perasaan yang selama ini kupendam bisa kuungkapkan juga....” balas Sheehan dengan tersenyum karena akhirnya hatinya itu tidak lagi memiliki beban yang dipendam.
Sheehan pun pamit dan berjalan meninggalkan ruangan.
“Tunggu Sheehan.....!” teriak Sierra sambil berlari.
Sheehan terkejut dengan panggilan Sierra. Ketika dia menoleh kebelakang, Sierra sudah melompat memeluk Sheehan.
Sheehan semakin terkejut ? tentu pastinya.
“Sierra....?” gumam Sheehan yang masih heran.
“Aku...Aku Sierra Xiao mencintaimu juga.....” balas Sierra sambil memeluk Sheehan.
Sheehan benar-benar terkejut, tetapi dia merasa sangat bahagia.
“Aku, Sheehan Yu berjanji tidak akan meninggalkanmu. Dan akan terus bersamamu selamanya....!” balas Sheehan membalas pelukan Sierra.
Hari itu Shiyun sudah merasa bahagia, ketika Sierra kembali kedalam keluarga Xiao dan akhirnya menemukan cintanya.
Apakah aku bisa begitu dengan Lonza ? Apakah Lonza masih menyayangiku ? Apakah dia mau menerimaku ? Kuharap iya, karena sampai saat ini aku masih tetap hanya mencintainya (batin Shiyun pada malam harinya).
Keesokan harinya Shiyun sudah berada dikantor lebih pagi. Walaupun rasa penasarannya akan lelaki yang mengurus Shi Company tidak bisa ia abaikan begitu saja.
Shiyun seperti biasa. Semenjak Angela merasa iri, banyak rekan lainnya yang terhasut untuk membenci Shiyun. Sehingga teman akrab Shiyun hanya Sierra saja.
“Hei Angela lihat. Sierra turun dari mobil kepala divisi, Sheehan Yu...!” ujar Yuki yang sedang melihat kebawah dari kaca super besar itu.
Orang lainnya pun ikut heboh dan berpikir yang tidak-tidak tentang Sierra.
Tidak lama Sierra pun sampai dan masuk ruangan. Orang lain menatapnya tak suka.
“Pagi Shiyun.” sapa Sierra ramah. Sepertinya mood Sierra sedang baik hari ini. Karena dia menyambut pagi dengan senyum.
“Pagi Sierra.” balas Shiyun sambil tersenyum.
“Huh, ternyata Sierra Shen bermain kotor selama ini. Dia menjalin hubungan gelap dengan kepala divisi Sheehan Yu...!” teriak Angela memprovokasi.
“Omong kosong apalagi ini? Angela ini masih pagi, jangan rusak pagi ini dengan mulut harimau mu itu!” balas Sierra tidak terima.
“Hei, kamu yang seharusnya jangan merusak pagi kami. Atas hak apa kamu berkata begitu? Bukankah selama ini desainmu itu berhasil ikut berbagai tender karena hubunganmu yang tidak biasa dengan Sheehan Yu....!” balas Angela.
Mata Sierra tidak percaya bahwa Angela menganggapnya seperti itu.
“Jaga ucapanmu nona besar Angela Lin....! Anda tidak punya hak berkata seperti itu...!” geram Sierra.
“Sierra, sudah jangan diladeni terus....” bujuk Shiyun.
“Hahaha, kamu si anak baru penggoda juga berani angkat bicara sekarang....!”
“Angela, bisa tidak kamu berhenti mengusik Sierra satu hari ini?! ” balas Shiyun geram.
“Heh, kamu masih baru disini. Aku juga tahu latar belakangmu. Kamu tidak punya keluarga, apalagi kekayaan. Jadi kamu caper didepan oarang-orang besar. Terutama seperti Tn. Carson dan Ny. Sara Xiao....!” ujar Yuki membalas, dan memperpanas keadaan.
“Jadi kamu membuntutiku...? Apa hak mu melakukan itu. Itu privasiku...! Aku bertemu dengan siapa pun terserah padaku! ” balas Shiyun marah.
“Berhenti mengelak. Kami juga tahu kamu berusaha menggoda tuan muda Lonza Flores juga. Kamu itu ya, Lonza sudah memiliki tunangannya, model terkenal Cherry Floyd” balas Yuki.
“Lonza tidak buta....! Mana mungkin dia tertarik pada gadis penggoda sepertimu.....” tambah Angela.
Tiba-tiba Shiyun terdiam, tatapan kosong.
"Ya, Lonza memang tidak buta. Tapi kau yang buta... ! " balas Shiyun meredam emosi.
“Kalian cukup menghina Shiyun. Lebih baik simpan hinaan itu untuk kalian sendiri! ” ujar Sierra marah melihat Shiyun tiba-tiba murung.
“Sierra, kamu tidak lihat. Shiyun itu penggoda, siapa tahu Sheehan juga jadi targetnya. Sepertinya kedua orang tua Shiyun tidak bisa mendidik anak dengan baik....!” balas Angela lalu tertawa lepas bagai devil.
Shiyun langsung tidak terima dengan hinaan Angela kepada ayah dan ibunya.
“Angela berhenti merendahkan ayah dan ibuku. Mereka orang tua terbaik bagiku....!” sentak Shiyun.
“Kamu....Kamu berani menyentakku....!” marah Angela.
Plakk....(Angela menampar wajah Shiyun).
“Shiyun.....!” teriak Sierra terkejut.
“Kamu keterlaluan Angela....!” balas Sierra.
Angela yang sudah kesal pun mendorong keras-keras Sierra.
“Kamu tidak apa-apa.....?” tanya seseorang yang menangkap Sierra dan mencagah terbenturnya kepala Sierra dengan meja jika dia terjatuh.
“Sheehan....? Aku...tidak apa-apa....” balas Sierra terkejut dengan adanya Sheehan.
“Kepala divisi Sheehan. Sierra dan Shiyun yang membuat masalah duluan....!” tuduh Angela licik.
“Bohong...!” balas Shiyun cepat.
“Cukup...! Angela Lin, Shiyun Alister dan Sierra Xiao ikut denganku....Kamu juga Yuki....!” perintah Sheehan tegas.
“A...apa tadi kamu bilang, Sierra XIAO....?” ujar Angela terkejut.
“Hmm....” balas singkat Sheehan.
Setelah selang beberapa saat. Mereka berempat kembali. Angela tampak mulai jaga jarak dengan Shiyun dan Sierra. Angela masih terkejut bahwa Sierra putri tunggal keluarga Xiao. Apalagi ketika mengetahui bahwa Shiyun masih satu kerabat dengan keluarga Xiao dan keluarga Flores.
Hari itu, setelah semua tahu kebenaran Sierra, tidak ada lagi yang mengusik Sierra. Shiyun pun mulai merasa tenang.
Sore pun tiba, Shiyun tampak pulang sendiri. Dia keluar dari kantor dengan tergesa-gesa.
“Hai, kamu berhenti...! Kamu menjatuhkan satu berkas....!” panggil seseorang sambil menunjuk pada berkas yang dijatuhkan Shiyun.
Shiyun terkejut dan langsung berhenti.
“Ah, maaf pak. Saya akan mengambilnya” balas Shiyun.
“Hmm...” timpal datar lelaki tersebut.
“Kamu lagi...?” terkejut Shiyun.
Lelaki itu seperti biasa hanya mengabaikan Shiyun dan berlalu. Shiyun yang sudah kesal dengan lelaki dingin itu langsung menghadang jalannya.
“Hei, kamu berhenti. Kamu lelaki dingin berwajah datar tanpa ekspresi, seperti angin, seperti si paranoid, seperti apalagi ya...! Sudahlah pokoknya kamu berhenti....!” teriak Shiyun kesal.
Shiyun berani teriak seperti itu karena kantor itu sudah sepi. Lagi pula Shiyun menganggap laki laki itu bukan siapa siapa.
Lelaki itu berhenti. Dia hanya menoleh kearah Shiyun dan mengerutkan keningnya.
“Sudah selesai menghinanya?” tanya lelaki dingin itu yang tidak lain adalah Sam.
“Tentu....! Aku sudah puas kamu boleh pergi sekarang!” balas Shiyun dengan ekspresi puas nya.
Tentu saja sosok Sam Li Hanyu sedingin es ini tidak suka dipermainkan.
“Kamu...! Kamu berani mempermainkanku? Apakah aku sudah berbuat kesalahan dan tidak minta maaf padamu!? Sebelumnya aku selalu mengganti permintaan maafku dengan membantu mu. Apakah tidak cukup ? Hah, jawab aku!” marah Sam pada Shiyun.
Tentu saja Shiyun terkejut. Yang Shiyun tahu tentang Sam hanyalah sikap dinginnya. Sikap paranoid alias pemarahnya, dia tidak tahu.
“A....aku minta maaf” gentar Shiyun.
“Shh....Kamu pikir minta maaf cukup untuk sosok Sam Li Hanyu....Tentunya TIDAK....!” balas Sam bagaikan devil yang sudah sangat marah.
Sam sangat tidak suka jika ada yang mempermainkannya.
Shiyun pun terkejut, “Ak...aku tidak sengaja. Tadi itu hanya candaan....” balas Shiyun gemetar, karena menyadari Sam akan meletuskan emosinya bentar lagi.
“Kamu pikir menghina orang itu candaan ? Bagaimana cara keluargamu memberikan definisi bercanda padamu? Hingga kamu jadi begitu beraninya!” teriak Sam.
“Cukup, Sam Li Hanyu! Aku terima jika kamu menghinaku. Tapi jangan selalu merendahkan keluargaku....!” balas Shiyun marah.
“Aku Sam Li Hanyu tidak butuh kecamanmu!”
“Terserah, keluargaku tetap harus kujaga nama baiknya!”
“Kalau begitu cepat pergi...!” sentak Sam.
“Baiklah saya Li Shiyun muak dengan si lelaki dingin plus paranoid seperti kamu....! " balas Shiyun sambil berlalu
Lagi...dan lagi mereka terus saja merendahkan keluargaku....Kenapa....? Apakah status dan kekayaan benar-benar menentukan sikap orang lain pada kita....? (batin Shiyun sedih).
_______